Behind The Page

64 5 423
                                        


"Kasih gue waktu, untuk menjawab pernyataan lo" ucap Sarah setelah hening 10 menit lamanya. Juna mendengar itu segera tersenyum senang.

"Gue akan tunggu Sar, selama hati gue terukir nama lo. Gue pasti akan menunggu kapan pun" ucap Juna sambil menatap Sarah dengan lembut.

"Berarti, kalau hati lo gak ada nama gue lagi. Lo cari cewek lain?" Sungut Sarah mendengar itu. Juna hanya bisa mengacak-acak rambut Sarah gemes.

"Ihh jangan hancurin apa! Susah tau ngatur nya" sungut Sarah sambil merapikan rambutnya yang sudah dihancurkan Juna.

"Sar...lo coba pikir deh, jika gue tetap menunggu lo yang tidak tau kapan lo bisa jadi pacar gue. Sedangkan lo bercanda ria dengan cowok lain bahkan menjalin hubungan dengannya, sedangkan lo tau gue suka sama lo. Kalau lo jadi gue, lo sanggup gak? Menunggu, menahan rasa cemburu, pura-pura bahagia saat lo deket dengan cowok selain gue"

"Kalau gue Sar, walaupun gue sekarang masih bisa menunggu lo sampai selama 10 tahun lamanya. Tapi ada saatnya gue lelah untuk menunggu lo, sedangkan gue disini capek dengan rasa sakit hati gue yang tidak kunjung sembuh. Lebih baik gue melepaskan dan berusaha membuka lembaran baru dengan orang lain, daripada menunggu tanpa kepastian" jelas Juna membuat Sarah jadi bimbang. Karna dirinya juga baru dapat confess oleh Dion untuk balikan. Sarah pengen egois tapi dia juga tidak mau salah satu tersakiti.

"Sar.. lo ngelamun sih? Ayo keluar" ucap Juna menyadarkan Sarah dari lamunannya.

"Eo..oh iya sorry sorry" ucap Sarah setelah sadar segera keluar dari bianglala.

"Sekarang mau ngapa'in lagi?" Tanya Juna setelah mereka ditengah-tengah pasar malam. Sarah sebenarnya masih sedikit canggung terhadap penjelasan dan pernyataan Juna tapi dia juga tidak mau merusak healingnya malam ini.

"Ke rumah hantu yuk" ajak Sarah tiba-tiba membuat Juna segera menatap Sarah disampingnya.

"Emang berani lo?" Tanya Juna tidak yakin.

"Yakin lah, kalau gue ketakutan kan lo bisa jadi tameng gue" ucap Sarah sambil menaikkan kedua alisnya.

"Dih apa'an sih, bilang aja lo kesana mau reuni'an kan sama teman kunti-kunti lo" ucap Juna sewot membuat Sarah segera memukul bahu Juna.

Plakkk

"Aduh ngeselin banget sih" ucap Juna kesakitan.

"Ngomongnya dijaga yah Bangsat, ayo cepetan kita masuk" ucap Sarah kesal lalu segera menarik Juna untuk masuk kerumah hantu.

Setelah 30 menit mereka masuk ke dalam rumah hantu tersebut, Sarah tiba-tiba kakinya terkilir ketika kakinya tidak sengaja kepentok tembok disana, lalu Juna segera membantu Sarah dengan membawa tangan Sarah ke bahunya sambil celoteh tentang kejadian tadi membuat Sarah muak mendengarnya.

"Udah deh, capek gue dengarnya" ucap Sarah kesal sendiri.

"Bodoh amat yah, gue ngomong kek gini juga biar lo ingat kejadian tadi. Sok pura-pura berani masuk lagi ujung-ujungnya celaka'in diri lo sendiri kan akhirnya" jelas Juna panjang lebar.

"Kok sekarang lo jadi emak-emak sih, bete tau gak dengarnya. Takdir gue terkilir disana tau gak, gak usah ajak ribut deh" jelas Sarah mulai ngambek. Juna mendengar itu hanya bisa menghela nafasnya lalu segera berhenti jalan lalu segera berjongkok dihadapan Sarah.

"Ayo gue gendong, sekarang sudah jam setengah 11 malam Sar. Nanti orang tua lo cari'in lo" ucap Juna bersiap untuk menggendong Sarah. Sarah mendengar itu segera menaiki punggung Juna dengan senang hati.

"Berat gak Jun?" Tanya Sarah setelah digendong oleh Juna.

"Banget, diet napa" ucap Juna cepat membuat Sarah mendengar itu langsung memukul kepala Juna.

Baddie GurlsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang