HAPPY READING!
•••••••••••
Siang ini cellyn memutuskan untuk pergi ke dokter sendiri. Ia juga tak lupa memakai masker dan topi agar dirinya tak ketahuan oleh kerabat atau orang yang dikenalinya.
Selepas memakai masker, dirinya langsung melesat pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil miliknya. Butuh beberapa menit hingga sampai pada rumah sakit itu.
Dengan cekatan langkah kakinya dengan cepat menuju ruangan ibu hamil. Sebenarnya dirinya masih ragu dengan apa yang dirinya rasakan akhir akhir ini, namun karena takut akan terjadi apa apa akhirnya dirinya pun memutuskan untuk cek kondisinya.
"Bagaimana keadaan saya, dok?" Tanya cellyn hati hati, jujur dirinya saat ini sangat gugup saat melihat dokter itu tengah fokus membaca sebuah kertas hasil periksanya hari ini. Semoga saja apa yang dirinya takutkan, itu tidak akan terjadi.
Dokter yang berada dihadapan cellyn itu mengulas senyum tipisnya lalu memberikan secarik kertas hasil periksa Cellyn tersebut, "Selamat, anda dinyatakan hamil"
Bagai petir yang menyambar disiang bolong ini. Dirinya diam membeku, apa yang dirinya takutkan kini sudah terjadi. Dirinya positif hamil, lalu bagaimana nasib masa depannya. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak yang didalam kandungannya.
"M-makasih, dok. Saya permisi" Ucap Cellyn yang dibalas anggukan oleh dokter itu.
Dirinya berjalan dengan sangat cepat membuat siapa saja yang melihat dirinya itu pasti akan mengira tengah berlari. Tangan kanannya sesekali mengusap cairan bening kental yang jatuh dari kelopak matanya. Sungguh berita ini membuatnya terkejut.
Ia tak mengerti dengan ini semua, ia juga tak tahu siapa yang sudah menghamili dirinya. Saat ini yang dirinya butuhkan adalah tempat paling sepi yang jarang dikunjungi oleh orang orang.
Cellyn terus memukul stir mobil dan sesekali berteriak, ia tak menyangka jika hidupnya akan seperti ini. Mengandung seorang bayi diluar nikah, itu adalah bukan salah satu impiannya.
Namun hingga beberapa saat, dirinya tersadar. Ia mengingat jika ia sering merasa ada sesuatu yang membuat gairahnya itu keluar setiap malam. Ia yakin jika seseorang itulah yang membuat dirinya sampai hamil.
"Aarghhh!" Racaunya dengan memukul kuat stir mobil.
Sungguh dirinya tak tahu harus melakukan apa saat ini. Ia memutuskan untuk segera balik kerumah dan mengurung didalam kamarnya seharian untuk menerima berita yang baru saja membuat dirinya hampir putus asa.
Namun baru saja akan melangkahkan kakinya untuk ke kamar, suara lembut yang sangat dikenali nya itu membuat langkah kakinya terhenti spontan.
"Kau darimana, Drien?" Tanya mamahnya yang sedang duduk santai di sofa sambil memainkan benda gepeng yang berada ditangannya itu.
"Habis kerjain skripsi dirumah teman, Mah" Bohongnya. Jujur saja jika ini pertama kalinya dirinya berbohong soal kehamilan ini. Dirinya tak kuat jika suatu saat nanti dirinya akan memberi tahu kehamilannya ini dan membuat perasaan mamah dan papahnya itu kecewa. Dan membuat nama keluarga besar mereka tercoreng akibat kelakuan murahan dirinya.
Ini bukan sepenuhnya salah dirinya, bahkan ia saja tak tahu ayah dari anak yang didalam kandungannya ini.
Cellyn mengulas senyum tipis nya kala melihat mamahnya sedang menatap dirinya lamat, "Yasudah cellyn ingin ke kamar dulu ya, mah. Mamah juga kayaknya sedang sibuk, jadi aku tidak berminat mengganggu mamah" Katanya lalu melesat pergi begitu saja.
Didalam kamar ia hanya bisa meringkuk memikirkan nasibnya saat ini. Mengusap wajahnya kasar lalu menghembuskan nafasnya pelan sudah ia lakukan berkali kali demi mengilangkan rasa takutnya ini. Tangan kanannya terulur untuk mengusap perutnya yang masih datar itu.
"Maafkan mamah, nak" Lirihnya. tak lupa cairan bening yang entah kapan sudah keluar dari kelopak matanya.
Kepalanya mendongak seraya menahan jika air mata itu untuk tidak jatuh. Namun dengan kedipan mata saja air mata itu meluruh di pipi mulusnya.
"Mamah, mamah tidak kuat jika harus merawat mu sendirian .."
Dirinya terisak pelan namun kali ini tidak dengan air matanya.
"Bahkan mamah saja tidak tahu siapa ayah kamu, mamah sungguh murahan, nak.. Mamah murahan! Bagaimana caranya mamah ngasih tau jika kamu sedang berada didalam perut mamah saat ini? Mamah takut, nak" Racaunya sambil mengelus perut datar miliknya.
Tangannya mengusap air matanya kasar, ia harus memberi tahu soal ini kepada seseorang nanti malam. Yaa, cellyn yakin jika yang membuat dirinya hamil itu adalah seseorang yang masuk kedalan kamarnya seenaknya.
Dirinya harus menunggu malam nanti.
•••••••••
Sejak saat tadi Cellyn tidak keluar dari kamarnya, ia hanya menunggu seseorang yang akan datang ke kamar nya malam ini. Lampu kamar sudah ia matikan dengan jendela kamar yang tidak ia kunci, sungguh suasana ini membuat dirinya sangat takut. Ia tak tahu jika seseorang itu akan datang atau tidak, namun ia akan tetap bersikekeuh menunggu sampai orang itu datang ke kamarnya.
Sudah dua jam ia menunggu kedatangan seseorang itu namun nihil, orang itu tak kunjung datang membuat Cellyn merasa kesal. Ia merelakan menahan rasa kantuk hanya untuk menunggu seseorang itu, namun apa, yang dirinya tunggu dan dirinya harapkan itu tak kunjung datang. Hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk memejamkan matanya saja.
Namun baru saja dirinya akan memejamkan mata, telinga nya mendengar sesuatu yang akan menghampiri dirinya. Berfikir untuk membuka kelopak matanya itu ia urungkan saat perutnya merasa ada tangan kekar yang sedang mengelus perutnya dan sesekali seseorang itu mencium keningnya. Sungguh sangat tidak sopan!
"Hay honey, aku sudah sangat merindukanmu. Padahal baru kemarin kita seperti ini, namun siapa sangka rasa kangenku lebih besar dari pikiran otakku yang tidak akan menemuimu." Ucap seseorang itu dengan mengelus surai hitam rambut Cellyn itu.
Cellyn memejamkan mata namun tidak dengan telinganya. Telinganya ia tajamkan untuk mendengar apa saja yang orang itu bicarakan.
"Oh untuk perut ini, kapan ada makhluk kecil itu akan muncul? Aku sudah sangat mengharapkannya untuk segera menggendong makhluk kecil dan menggemaskan itu." Gumamnya. Membuat Cellyn terdiam.
Jadi dia sangat mengharapkan itu semua? Bati cellyn.
"Hmm aku rasa, aku tidak akan melakukan itu bersamamu malam ini, aku hanya ingin tidur berdua dengan memelukmu sampai pagi mendatang.."
"Have a nice dream, baby. Aku ingin kau merasakan ini semua dalam mimpi walau ini terasa nyata" Lanjutnya lalu cellyn merasakan jika pria itu memeluk dirinya sangat erat.
Cellyn bisa merasakan kenyamanan dan kehangatan dalam dirinya. Ini baru pertama kalinya dirinya merasakan seperti ini sebelumnya, terlebih lagi ini dengan pria asing yang sama sekali dirinya tidak kenal.
Dengan rasa kenyamanan dan kehangatan itu pun membuat rasa kantuk menyerang dirinya membuat cellyn pun ikut memejam kan matanya dan membiarkan dirinya dipeluk oleh orang asing ini. Ralat, ayah dari anak yang dikandungnya ini.
Aku harap kau akan sangat bahagia, saat aku memberi tahu aku sedang mengandung anakmu, Boy. Batinnya berucap.
Lalu semenit kemudian dirinya sudah terlelap dipelukan seseorang yang berada di samping nya itu.
Tbc.
SPAM VOTE & KOMEN
AND FOLLOW ACCOUNT ME!
Salam dari Cyciaa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stalker Girl
Mystery / ThrillerSebenarnya menjadi seorang stalker itu tidak enak. Semuanya harus serba rahasia, namun itu semua tak mengurungkan kegiatan seorang wanita bernama Belvanya Derixon. Ia seorang stalker girl setia ... Terdengar aneh mungkin , ... Namun yaa, itu semu...
