Beberapa minggu telah berlalu, Stefan dan Yuki rutin melakukan kelas privat mereka, dan hal ini membuat hubungan mereka semakin dekat dan akrab. Selain itu, tentunya ini berefek terhadap kemampuan Stefan dalam mata kuliah lab komputer, ia jadi semakin lancar dan ahli dalam mengoperasikan aplikasi dan semakin menguasai materi yang diajarkan. Saat belajar, Yuki mengajar ulang apa yang diajarnya di kelas kepada Stefan secara lebih merinci lagi, ia juga memberinya latihan-latihan soal saat mengajar supaya Stefan semakin lancar dan terbiasa. Hal-hal yang dilakukan Yuki tersebut membuahkan hasil, Stefan sekarang jadi lebih lancar dan menguasai materi, serta bisa mengerjakan tugasnya sendiri sewaktu kelas tanpa bantuan teman-temannya termasuk Ariel. Ariel sendiripun jadi agak bingung saat melihat Stefan begitu lancar dalam mata kuliah tersebut. Karena yang ia tahu, Stefan kurang berminat pada mata kuliah tersebut.
Sabtu ini, Yuki sedang mengunjungi suatu mall di Jakarta. Ia mengenakan outfit atasan baju lengan panjang berwarna merah maroon dengan bawahan celana jeans semata kaki berwarna hitam, dengan tas selempang berwarna kremnya. Saat itu, ia mengurai rambutnya yang tersisir rapi.
Tujuan ia pergi ke mall adalah mengunjungi toko buku di sana, yaitu Gramedia. Saat ini, ia sedang berada di daerah rak novel-novel, dan ia terlihat sedang fokus memilih novel dengan melihat cover serta membaca sinopsis novel-novel tersebut.
Disaat asyik memilih novel, tiba-tiba saja Yuki dikejutkan oleh bunyi ponselnya yang menandakan ada pesan masuk. Yuki mengambil ponselnya yang ia simpan di tas krem selempangnya, lalu mengecek ponselnya, ternyata ada pesan Whatsapp yang masuk.
Stefan
Sibuk nggak? Gue mau ngeles nih, gue mau nanya soal akuntansi.
Yuki
Yahhh. Gue lagi ngemall nih. Sepulang gue dari mall ya, lo dateng ke rumah gue. Sekitar jam 2an lah.
Stefan
Mall mana? Gue ke sana deh?
Yuki
Mall park. Yaudah, terserah lo aja.
Stefan
Oke. Gue ke sana ya. Biar sekalian.
Yuki
Oke.
Setelah membalas pesan-pesan Stefan di Whatsapp, Yuki kembali fokus dengan tumpukan novel-novel di depannya. Saking antusias dengan novel-novel tersebut, iapun jadi buru-buru membalasnya dan tidak memikirkan balasan chat yang tepat untuk Stefan tadi, ia jadi mengiyakan saja semua chat Stefan. Karena yang ada di pikirannya saat itu adalah menyudahi percakapan online dengan Stefan di Whatsapp, lalu kembali memilih novel kesukaannya untuk dibeli lalu membacanya di rumah saat santai. Yuki jadi tidak sabar saat memikirkan semua hal itu.
Tak terasa, Yuki sudah berkutat dengan novel-novel di Gramedia selama satu setengah jam lebih. Begitulah Yuki, jika sudah melihat tumpukan novel, ia akan menghabiskan waktunya selama mungkin untuk memilih novel terbaik versinya. Setelah itu, ia akan membelinya, dan tentu ia tidak mau menyesal karena novel pilihannya itu tidak sesuai ekspektasinya. Maka dari itu, perlu waktu lama bagi Yuki dalam memilih novel, dari setumpuk novel, mengerucut jadi puluhan novel jika melihat dari judul dan covernya, lalu mengerucut lagi jadi belasan novel, sampai akhirnya mengerucut menjadi beberapa novel pilihannya. Belum lagi kalau ia merasa dilema saat memilih diantara dua novel atau lebih yang sama bagus menurutnya, dikarenakan ia sudah menetapkan jumlah novel yang ia beli, tidak boleh lebih ataupun kurang, itu prinsipnya. Jadi, terkadang dengan berat hati, ia harus mengeliminasi salah satu novel.
Kini Yuki bisa tersenyum puas karena ia telah mendapatkan 4 buah novel pilihannya. Ia menatap novel-novel tersebut dengan mata berbinar, tak sabar untuk membawanya pulang ke rumah.
"Gue cariin juga." Yuki mendongak ketika mendengar suara yang familiar di telinganya.
"Stefan!" serunya begitu terkejut saat mendapati sosok Stefan di depannya dengan wajah tak bersahabat. Ia bahkan sempat menjatuhkan novel-novelnya karena kemunculan Stefan yang begitu tiba-tiba.
"Lebay deh." komentar Stefan langsung memunguti novel-novel itu dan menyerahkannya ke tangan Yuki lagi.
"Elo ngagetin aja sih." protes Yuki kesal, dan agak salting tentunya.
"Gue mau ke kasir dulu deh." Yuki buru-buru meninggalkan Stefan tanpa persetujuan Stefan.
Stefan yang hendak melayangkan protesannya lagi tertahan karena sosok Yuki yang begitu cepat pergi ke kasir.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASISTEN DOSEN
RomanceREPOST FACEBOOK Berhubung fitur notes di Facebook udah nggak ada, jadi pindah penyimpanan ke Wattpad.
