Sarah's POV
Nguing nguing,
Anjir siapa meninggal?
Kok ada sirine Ambulance?
Bikin makin merinding sumpah.
Eh tunggu,
Kayaknya ada yang beda sama suara sirine ambulance ini?
Ehm.
Coba gue dengerin lagi deh
Bukan bukan. Ini bukan sirine Ambulance.
Ini!
ini!
Ini!
Sirine Polisi!
Oh shit! Harusnya gue langsung bunuh dia waktu itu.
"Keluar kalian. Markas kalian telah kami kepung."
Drtt drtt.
Apaan sih? Sapa lagi cobak?
"Halo Roy,! Oke elo disana? Diem aja gue bentar lagi keluar.
Gue berhasil. Gue berhasil ngehindari peluru polisi.
Damn. F*ck! Anak cewek itu lapor polisi ,
Gimana gue bisa seceroboh ini.
Gue liat peluru polisi yang berhasil gue hindari itu kena kepala Gigi.
Oh hebat.
Gue gak perlu ngotorin tangan buat ngebunuh gigi.
Dengan tergesa gue berlari menuju Mobil komplotan gue yang tersisa.
Dengan segera gue membawa keluar dengan kasar tubuh Gigi Dan masuk kedalam kursi sebelah supir.
Guepun gila gila'an.
Pokoknya kita harus selamat Dari polisi.
Dor.
"Roy! Ayo buruan"
"Ini udah diburu buru'in Bos!"
Gue rasa peluru polisi itu udah mancep di ban belakang .
Oh sh*t sekarang gimana caranya kabur?
Depan udah banyak polisi yang ngepung. Oh tamatlah gue,
"Keluar sekarang" ucap salah satu komandan polisi itu, kayaknya sih.
Gue dengan pasrah turun dan mengangkat tangan gue.
Untungnya gue gak burket.
Semua polisi menodongkan pistol mereka pada gue Dan komplotan gue.
Termasuk dimas.
"Sarah?"
Loh hahaha. Dia kaget.
Brakkk.
Gue liat Mantan gue itu pingsan. Anak ini kenapa? Kena serangan jantung kah atau gimana?
Gue kira dia ikut ngejar gue karna udah tau kalo gue pelakunya.
Anak ini bodoh apa gimana sih?
Kawanan polisi yang lain mulai membopong Tubuh Dimas ke Mobil patroli mereka.
Sementara yang lain malah sibuk borgol'in tangan gue Dan anak buah gue yang tersisa.
Oh sial!
*
Disinilah gue,
Di penjara.
Gue liat ada polisi yang berjalan kearah gue.
"Ada kunjungan Untuk Nona Sarah"
Polisi itu membukakan pintu jeruji besi ini,
Gue liat Ada Hayara. Bahkan mama gue aja belom dateng setelah gue 2 hari dipenjara.
"Sarah!" Sapa Hayara.
"Hm"
"Jelasin sama gue kenapa semua jadi kayak gini"
"Gue gak bisa jelasin sekarang"
"Mama elo udah kesini"
"Elo orang pertama"
Hayara mengambil ponselnya.
"Jangan Telfon Mama"
"Tapi elo disini sendirian. You're so fool!"
"Mind your own business idiot!"
"But you're All I had! You're my best friends. My lovely Cousins. How could I?"
Oke cukup cingcong,an bahasa inggrisnya.
"Biarin ajalah ra, nanti biar mama Sadar sendiri."
"Udah disidang?"
"Belom."
"Lah kok bisa belom?"
"Korbannya belom sembuh. Saksinya juga gaada."
"Jadi polisi masih ngumpulin bukti"
"Iya lah bego"
Gituan juga nanya, anak aneh emang.
"Terus gimanaa gue tanpa elo" ucapnya mulai galau.
Gue hanya memeluknya prihatin. Setelah apa yang kita lalui bersama. Akhirnya gue masuk penjara juga.
Haha.
"Cup cup" ucap gue mencoba menenangkan dia,
Padahal yang masuk penjara siapa yang nangis siapa. Oh tuhan dunia sudah mulai terbalik kah?
Kenapa secepat ini.
*
KAMU SEDANG MEMBACA
Grace's Lie
Teen FictionAku yang tak berjuang dengan sungguh sungguh, atau kamu yang memang tak pantas untuk kuperjuangkan? -Gracella Shalooferine -
