Alkisah, di zaman yang telah beranjak modern serta penuh dengan kemajuan globalisasi. Hiduplah tiga orang pangeran (read: bocil) bersaudara di sebuah rumah besar yang berada di komplek perumahan asri nan damai sentosa.
"PAGIKU CERAHKU, MATAHARI BERSINAR!!!"
Ahh sepertinya gak sedamai yang kita kira. Langit masih gelap. Jam dinding yang tergantung di tembok menunjukkan pukul 5 pagi. Udara dingin terasa menembus kulit, suasana pun hening sunyi lengang. Siapapun pasti akan berpikiran dua kali untuk bangun. Tapi tidak dengan bocil yang satu ini. Dan pastinya kalian udah bisa nebak siapa yang pagi-pagi buta menyanyikan lagu 'Pagiku Cerahku', padahal diluar sana masih gelap gulita.
Yup yang nyanyi itu Sunwoo. Dengan langkah mungilnya, bocil berumur 4 tahun itu berjalan menuju kamar Bobby yang terletak samping kiri kamarnya.
Dengan susah payah, Sunwoo berusaha menggapai gagang pintu. Udah jinjit-jinjit, ternyata tubuhnya masih kalah pendek sama ketinggian gagang pintu.
Sunwoo mutar otak, nyari ide. Mata bulatnya kemudian berbinar melihat rak buku yang ada di dekat lemari. Buru-buru dia ambil buku-buku papa yang tebelnya kaya dosa. Cukup tiga buku, soalnya tangan mini Sunwoo gak bisa bawa banyak-banyak.
Baiklah sudah tersusun. Sunwoo menaiki buku-buku itu dan berhasil. Pintu kamar Bobby terbuka lebar, menampilkan bagian dalam kamar yang gelap karena lampunya dimatikan.
Sekarang Sunwoo putar otak lagi, gimana cara nyalain lampu. Buka pintu aja dia butuh tiga buku tebel, apalagi nyalain lampu.
Ehh Sunwoo inget deh, ada kursi belajarnya Bobby. Dengan penuh perjuangan, bocil kebanyakan ide yang satu ini menyeret kursi belajar mendekati tembok tempat saklar lampu.
Clekkk
Dalam sekejap, kamar berubah terang benderang. Sunwoo bergegas turun dan naik ke kasur Bobby. Sementara oknum si pemilik kamar masih asyik tidur bergelung dengan selimut tebal.
"PAGIKU CERAHKU!!! ABANG BANGUN! AYO MATAHARI BERSINAR! PAGIKU CERAHKU ABANG!!!" Sunwoo teriak sambil loncat-loncat di atas kasur.
Bobby yang tadinya tidur dengan nyenyak dan nikmat auto gelagapan bangun. Perasaan dia tadi enggak mimpi naik kapal, kok rasanya guncang-guncang kek kena ombak.
"ABANG WAKE UP!!! PAGIKU CERAHKU, MATAHARI BERSINAR!!!" Sunwoo mengulang lagi nyanyiannya yang sama sekali gak bisa disebut dengan kegiatan menyanyi.
Dengan berat hati Bobby akhirnya melek. Astaga apa lagi ini?! Bobby mengeluh keras dalam hati. Harusnya tadi pintu kamar di kunci biar bocil rusuh ini gak masuk.
"Astaga adek! Bajunya mana?" Bobby menarik tangan kecil Sunwoo agar berhenti loncat-loncat di kasur. Heran Bobby tuh, sebelum tidur tadi malam Sunwoo masih pake piyama lengkap, kenapa sekarang cuma pake celana dalam sih. Mana warna merah lagi. Mirip tuyul.
"PAGIKU CERAHKU, MATAHARI BERSINAR. KU PERGI KE SEKOLAHKU SENANG."
Bobby menghela napas, beranjak bangkit dari kasur menuju lemari. Mencari-cari baju yang sekiranya muat sama Sunwoo. Adeknya yang satu ini mudah masuk angin, kalo sakit nanti kan Bobby juga yang repot.
"Adek diem dulu ihh! Sini pake baju dulu! Nanti masuk angin loh." Bobby narik Sunwoo yang asyik nyanyi dengan lirik sekenanya buat pake baju.
"Pagiku cerahku, matahari bersinar. Ku berangkat sekolahku..." Sunwoo masih terus menyanyikan lagu yang baru dia dengar kemarin. Katanya calon anak PAUD harus pintar nyanyi.
"Salah dek, yang bener pagiku cerahku, matahari bersinar. Ku gendong tas merahku, di pundak." Koreksi Bobby.
"Ihh suka-suka adek, ini namanya kresi." Balas Sunwoo lebih songong. Padahal salah omong.
Bobby cuma muter bola mata malas, belagak songong ngomong kreasi aja masih salah nih bocil. Karena masih remang-remang gelap diluar sana, Bobby memutuskan kembali rebahan.
Sementara itu Sunwoo yang mulai bosan bergegas turun dari kasur, abang gak asik ahh malah tidur. Sekarang dia bingung harus ngapain. Hwiyoung sudah pasti kunci pintu kamar, jadi Sunwoo gak bisa masuk. Bi Ahn juga pasti belum bangun. Terus Sunwoo main sama siapa dong?!
Kaki kecil itu terus melangkah mengelilingi ruang tamu yang luas. Tak sengaja sudut mata Sunwoo menatap tumpukan cat lukis milik Hwiyoung yang ditaro di pojokan. Langsung aja Sunwoo tersenyum senang, berlari mendekati tumpukan cat itu.
"Ini namanya kresi hihi." Ucapnya menempelkan tangan berlumuran cat warna kuning ke lantai keramik, diikuti warna-warna lainnya.
🌠🌠🌠
Hwiyoung baru keluar kamar pukul setengah 7. Rumahnya masih sepi, pasti yang lain belum pada bangun. Hwiyoung berjalan menuju ruang tamu, mau ngambil cat lukisnya. Tugas melukis kemarin belum selesai, mumpung ada waktu jadi harus diselesaikan. Soalnya hari ini dikumpul.
Namun, Hwiyoung terperanjat. Ruang tamu berubah menjadi warna-warni dengan berbagai cap tangan dan kaki.
Sunwoo yang berada di tengah ruangan nyengir lebar, memperlihatkan gigi ompong di tengah.
"Kakak mau ikut kresi sama adek?" Sunwoo menyodorkan satu cat warna biru pada Hwiyoung.
Hwiyoung speechless. Bukan. Bukan karena ruang tamu yang mendadak kacau balau bak kena angin ribut ditambah cipratan cat dimana-mana, tapi karena cat itu buat dia ngerjain tugas.
"KIM SUNWOO!!!"
🌠🌠🌠
Gimana gess?
Lanjut gak hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
It's One : The Beginning
Fanfiction[It's One ver 2] Tiga bersaudara dengan segala kelakuan ajaibnya Bobby si sulung yang santai sejak lahir, Hwiyoung si tengah yang kalem bohong-bohongan, dan Sunwoo si bungsu kebanyakan tingkah Daily life Kim Brothers jaman bocil yang penuh hal luar...
