Sekarang tahun ajaran baru, kelas baru, wali kelas baru, teman sekelas baru, dan yang pasti tas, buku tulis beserta printilannya juga baru. Hwiyoung suka yang baru-baru. Makanya pas diajakin beli alat tulis di toko dia excited banget, lebih heboh ketimbang Sunwoo yang tahun ini masuk SD kelas satu.
Sebenarnya ada tujuannya sih Hwiyoung suka yang baru-baru, apalagi bersangkutan dengan buku tulis, kotak pensil, tas dan pernak-perniknya. Dia mau pamer ke Doyeon, anak perempuan menyebalkan itu tiap pergantian semester selalu ribut memamerkan barang-barang miliknya. Kan jiwa kompetitif Hwiyoung jadi gatal.
Pagi itu, setelah selesai dengan drama Sunwoo tantrum gara-gara gak mau pakai kaos kaki hitam putih, maunya pakai kaos kaki yang ada gambar Spiderman, Hwiyoung baru bisa berangkat seraya menggandeng jemari adik kecilnya menuju sekolah barengan sama Bobby. Jadi urutannya tuh gini, Bobby kelas 6, Hwiyoung kelas 4, Sunwoo kelas 1.
"Adek ini kelasnya yaa, kalau ada apa-apa bilang ke abang atau kakak. Jangan nakal-nakal nanti ibu guru besar marah. Paham?" Ucap Bobby memberikan sepatah dua patah kata pada adik bungsunya itu.
Sunwoo sih ngangguk-ngangguk doang, aslinya dia gak dengerin Bobby ngomong apa. Di kepalanya sudah muncul sederet ide kejahilan yang akan ia coba bersama gengnya (re: Nana, Jeno, dan Eric).
"Okie dokie abang." Jawab Sunwoo nyengir lebar.
Tumben langsung nyahut, gak pake adu bacot dulu. Bobby sebenarnya agak ragu, takut Sunwoo bikin masalah di hari pertamanya, terlebih anak itu semakin besar isi kepalanya terisi dengan kenakalan di luar nalar.
"Ayo abang kita ke kelas! Adek dadah, nanti istirahat ke kantin yaa kakak beliin batagor." Setelah mendapat anggukan dari Sunwoo, Hwiyoung segera menyeret Bobby yang sebenarnya kepengen masih disana.
"Abang, kakak duluan yaa." Tanpa menunggu jawaban dari Bobby, Hwiyoung udah duluan ngacir masuk ke dalam kelasnya.
Tahun ajaran baru kali ini, Hwiyoung mendapatkan kelas 4B, masih satu kelas dengan Hyeongseop dan Woojin. Masuk ke dalam kelas, Hwiyoung langsung melambai ke arah dua temannya yang masing-masing telah mengambil posisi di kursi belakang. Kata Woojin kalau di belakang enak buat tidur.
"Ucup, Ujin."
"Ehh Uyong, sini kita udah booking kursi nih." Hyeongseop aka Ucup balas melambai, menunjuk kursi di sebelahnya.
"Ihh kok Ujin tidur sih? Kata bibi Ahn gak baik tidur pagi, nanti kepalanya dipatok ayam." Kata Hwiyoung sambil menggeleng heran.
"Masa sih?! Ujin, bangun!!! Bangun, Ujin!!! Nanti kepala kamu dipatok ayam loh kalau tidur pagi. Kamu mau gak punya kepala?"
Hyeongseop heboh mengguncang tubuh Woojin hingga jatuh dari kursi. Tapi bukannya bangun, Woojin malah tiduran di lantai, kayanya makin nyenyak.
"Ujinnn!!!" Hyeongseop menyerah, membangunkan Woojin memang pekerjaan paling melelahkan sedunia. Bencana alam sekalipun tidak akan membuatnya terbangun.
"Kamu gak pro, Cup. Begini kalau mau bangunin Ujin." Hwiyoung menyengir lebar, kemudian berjongkok di depan Woojin. Ia menundukkan kepala, berbisik pelan di telinga temannya itu.
Entah apa yang dibisikkan Hwiyoung, tidak sampai lima detik, mata Woojin langsung terbuka lebar, mendadak bangkit tapi jidatnya kejedot meja.
Hwiyoung tersenyum penuh kemenangan, sengaja melirik Hyeongseop yang menatap kagum kearahnya.
"Kamu bilang apa sama Ujin, Yong?" Tanya Hyeongseop penasaran.
"Aku bilang..."
"MANA TADI KATANYA ADA SIOMAY GRATIS." Woojin berteriak heboh, langsung bangkit berlari keluar kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
It's One : The Beginning
Fiksyen Peminat[It's One ver 2] Tiga bersaudara dengan segala kelakuan ajaibnya Bobby si sulung yang santai sejak lahir, Hwiyoung si tengah yang kalem bohong-bohongan, dan Sunwoo si bungsu kebanyakan tingkah Daily life Kim Brothers jaman bocil yang penuh hal luar...
