Sunwoo punya misi rahasia hari ini. Makanya sejak bangun tidur dia berubah menjadi adik yang baik nan manis. Gak rusuh bangunin Bobby atau ngusik Hwiyoung. Pagi ini berjalan damai sesuai rencananya.
"Adek mau tambah serealnya?" Tanya Bobby menoleh ke adek bungsunya yang anteng banget duduk.
"Udah kenyang." Jawab Sunwoo seraya menepuk-nepuk perutnya.
Sementara itu di seberang meja, Hwiyoung mengernyit bingung. Ada apa ini? Biasanya kegiatan sarapan mereka selalu diwarnai dengan kerusuhan. Kenapa sekarang adem ayem banget?
"Adek sakit gigi?" Tanya Hwiyoung.
Sunwoo menggeleng, membuka mulut. Memperlihatkan deretan gigi yang tengahnya tidak ada. "Adek ompong, jadi gak sakit gigi." Jawabnya.
Hwiyoung menggaruk kepala bingung, tetap saja pagi ini terlihat aneh baginya. Tapi meski ada keanehan, rutinitas pagi mereka tetap berjalan seperti biasa.
Sekarang mereka sudah berada di teras rumah plus dengan bibi Ahn. Bobby dan Hwiyoung kelar pake sepatu, kemudian beranjak pamitan pada bibi Ahn. Bagi Kim bersaudara, bibi Ahn itu sudah seperti keluarga. Dari Bobby kecil sampai Sunwoo sekarang yang mengurus adalah bibi Ahn. Jadi, berpamitan pada bibi Ahn setiap pagi sebelum berangkat sekolah adalah sebuah kewajiban.
"Abang sama kakak berangkat dulu ya, bi." Ucap Bobby.
Bibi Ahn mengangguk, mengusap surai kedua anak majikannya itu. "Belajar yang rajin, semangat abang Bobby, kak Hwi."
Bobby kemudian beralih ke Sunwoo yang asyik menyengir disebelah bibi Ahn. Jujur sebenarnya Bobby juga agak curiga sama anak ini. Takut-takut anak ini merencanakan sesuatu.
"Adek jangan keluar rumah ya! Kalo mau ke rumah Shua, bilang dulu sama bi Ahn! Gak boleh keluyuran kaya kemarin-kemarin." Pesan Bobby. Tentu saja Bobby tahu tentang Sunwoo yang diam-diam keluar rumah untuk membeli cat lukis.
Sunwoo mengangkat tangannya memberi hormat selayaknya prajurit. "Siap kapten."
Setelah satu dua kalimat pesan lagi, akhirnya Bobby dan Hwiyoung berangkat sekolah bersama. Berjalan keluar pagar rumah sambil melambaikan tangan semangat.
🌠🌠🌠
Mata Sunwoo dengan teliti mengamati sekitar. Walaupun kelihatannya sejak tadi dia bermain robot-robotan, sebenarnya itu cuma pengalihan. Anak itu mencari waktu yang pas untuk melancarkan misinya.
Bibi Ahn yang sejak tadi bersamanya di ruang tamu mulai beranjak bangkit, mengangkat tumpukan baju yang telah dilipat. Sunwoo tersenyum jahil, ini saatnya.
"Bibi! Bibi! Adek mau ke rumah Shua." Serunya.
"Iyaa, jangan nakal ya. Adek harus pulang sebelum makan siang. Jangan keluyuran, oke?!"
Seperti biasa, Sunwoo mengangkat tangannya memberi hormat. "Siap jenderal!" Anak itu kemudian berlarian heboh menuju pintu keluar.
Sesampainya di luar rumah, Sunwoo membelokkan langkahnya tidak jadi ke rumah Shuhua. Anak kecil itu tertawa pelan, misi pertamanya berhasil, yaitu keluar dari rumah tanpa dicurigai. Dengan langkah kecil-kecil menyusuri pinggir jalan, Sunwoo menuju gerbang komplek. Suara senandung kecilnya terdengar.
"Lihat kebunku, penuh dengan bunga."
"Ada yang biru, abu-abu, kuning, hmm terus apalagi ya merah juga ada, ohh iya warna kesukaan adek warna ungu." Harap maklum, Sunwoo dari jaman bocil emang suka ganti-ganti lirik lagu.
"Adek mau kemana?" Tanya pak Lee, satpam komplek membuat Sunwoo yang sibuk memikirkan warna terlonjak kaget.
Anak itu menepuk-nepuk dadanya dramatis. "Pak Lee jangan kaget kaget ihh, jantung adek bunyi-bunyi tauuu."
KAMU SEDANG MEMBACA
It's One : The Beginning
Fanfiction[It's One ver 2] Tiga bersaudara dengan segala kelakuan ajaibnya Bobby si sulung yang santai sejak lahir, Hwiyoung si tengah yang kalem bohong-bohongan, dan Sunwoo si bungsu kebanyakan tingkah Daily life Kim Brothers jaman bocil yang penuh hal luar...
