Hari Pertama

104 11 3
                                        

"Abang, adek bawa ini yaa!"

"Ini."

"Ini."

"Terus, ini. Ini. Ini."

Bobby menghembuskan napas, berusaha sabar menghadapi Sunwoo yang sejak sore tadi merecokinya dengan laporan barang-barang yang akan ia bawa ke sekolah besok.

"Gak usah bawa banyak-banyak adek! Bawa buku sama pensil aja." Kata Bobby mengambil tas di tangan Sunwoo. Lagian ni bocil belagak bawa banyak barang, nulis aja belum lancar.

Beneran deh Bobby speechless sama kelakuan ajaib adiknya ini. Masa iya Sunwoo bawa celana dalam, baju, handuk, sikat gigi plus sampo sama sabun. Dikira mau mandi di sekolah nanti.

Gak tau lagi, Bobby gak paham. Dia masih terlalu muda buat merasakan tekanan darah tinggi akibat tingkah laku adik-adiknya.

Tapi sebelum Bobby mengeluarkan peralatan mandi serta seperangkat baju dari tas, Sunwoo sudah terlebih dahulu merebutnya dari tangan sang kakak. Bibir mungil anak itu mencebik kesal. Suka-sukalah, kan bukan abang yang sekolah. Itu maksudnya.

"Adek mau bawa ini!"

"Mana boleh bawa itu. Kalo sekolah itu bawa buku, pensil, penggaris, penghapus. Mana ada sekolah bawa baju sama alat mandi."

"Ihh kan kalo panas adek tinggal mandi."

Ada aja jawabannya si bocil ini. Tidak mau memperpanjang perdebatan, Bobby memilih mengalah. Biarlah bocah kebanyakan ide ini membawa barang yang diinginkannya. Paling juga ntar gak kepake disana.

"Abang, mama kok gak pulang?" Lirih Sunwoo mendekap tas merah miliknya dengan lesu.

Ahh iya juga ya, sampai hari ini kedua orang tua mereka belum juga pulang. Padahal mama udah janji bakal anterin Sunwoo di hari pertama sekolah.

Bobby mendekati Sunwoo, mengelus surai tebal adiknya lembut. "Adek tidur yaa, udah malam. Mama pasti pulang kok."

"Eung? Beneran?"

Bobby tersenyum lebar," iya, kan udah pinky promise."

Sunwoo balas senyum, merentangkan tangan lebar di depan Bobby. "Gendong!"

"Apaan? Udah gede masa masih gendong." Ucap Bobby.

"Belum gede ihh abang! Besok baru gede, kan sekarang adek belum sekolah. Kalo belum sekolah berarti belum gede." Jawab Sunwoo kesal.

Meski mager, pada akhirnya Bobby tetap mengangkat tubuh mini Sunwoo ke punggungnya. Sebelum melangkah, sebuah ide jahil melintas di kepalanya.

"Mau gangguin kak Hwi?"

Sunwoo mah jangan ditanya lagi soal itu. Urusan ganggu-mengganggu dia selalu suka. Apalagi gangguin Hwiyoung sampai ngambek, duhh Sunwoo paling suka bagian itu.

🌠🌠🌠

BRAKKK

BRUKKK

PRANGGG

Enggak, kalian gak salah baca kok. Itu suara-suara barang yang dilempar dengan sengaja. Masih pagi padahal, tapi rumah kediaman keluarga Kim udah rame banget. Pelakunya adalah si bocil bungsu Kim. Anak itu marah karena mama tidak menepati janji untuk mengantarnya ke sekolah di hari pertama.

"Adek, jangan lempar-lempar yaa. Mama kan udah minta maaf tadi, gak boleh gitu loh dek." Bujuk Bobby untuk kesekian kalinya. Sesekali menghindar dari lemparan mobil-mobilan Sunwoo.

"MAMA BOHONG! ADEK GAK SUKA!" Balas Sunwoo keras, siap melempar guci porselen yang ada di pojokan.

"Ehh ehh itu jangan dilempar! Kalo pecah, abang suruh adek tidur di halaman ya."

It's One : The BeginningCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang