[11] Permintaan

400 67 8
                                        

Chapter 11 [Permintaan Mc]

Azha terkejut apa yang diinginkan oleh Mc, karena permintaannya bukan untuk dirinya sendiri, melainkan... "Aku ingin mencegah hal ini terjadi di masa lalu!"

Mc hanya orang random yang dipilih temanmya Azha pada saat itu, dan maupun Azha atau 'dia', tidak ada yang mengharapkan sang Mc benar-benar ingin menyelidiki kasus ini. Hal ini hanya diberikan untuk tanda terima kasih dan permintaan maaf karena menganggu dan menjadi babu mereka.

Tapi melihat Mc yang sepertinya sangat antusias, Azha menanyakan alasannya. "Karena aku tidak akan tenang jika akhirnya seperti ini! Tidak ada ending yang bahagia jika tidak di cegah!"

Sebuah ending yang bahagia? Sang penulis tidak menginginkannya pasti. Tapi bagaimana pun, ini tetap permintaan Mc, mau tak mau harus di kabulkan, lagian bukan permintaan yang buruk.

"Kau ingin kembali ke masa lalu dan mencegah semuanya?"

"Yoi"

UN melirik Azha, kejadiannya belum terlalu lama, mungkin bisa dicoba. Tapi tentu saja Azha yang takut, jika ternyata kekuatannya tidak cukup dan Mc pindah ke waktu yang salah, apa yang terjadi?

Azha menghela napas panjang, berkata jika ia akan berusaha semampunya untuk keinginan Mc.

Lalu Azha keluar ruangan ntah kemana.

UN menatap Mc dengan dalam, mungkin saja ini pertemuan terakhir mereka berdua bagi UN disini.

Mc pun teringat sesuatu, "Seharusnya aku mengatakan ini lebih cepat. Aku minta maaf telah membuat adikmu berakhir seperti ini"

Walau tak sepenuhnya salah, tapi dia yang membuat WHO seperti itu kan? Andai dia tidak bertanya seperti itu, pasti tidak akan begini akhirnya.

"Tidak apa, aku tau kenapa kau melakukannya. Yah ini juga salahku sepertinya. Jika dia bereinkarnasi kembali, aku akan menjaganya agar tidak berakhir sama seperti ini lagi" ucap UN sambil memegang bahu Mc.

Reinkarnasi? Dunia ini ada yang namanya reinkarnasi? Mc bertanya, "Memangnya kalian bisa bereinkarnasi?". UN tersenyum lalu berjalan kearah jendela

"Personifikasi Negara dan Organisasi akan selalu bereinkarnasi jika itu bukan waktunya untuk mati. Mereka mati/menghilang selamanya jika kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk terus hidup"

"Sayangnya saat mereka bereinkarnasi lagi, ingatan mereka akan terulang, dan mereka lahir dari bentuk bayi lalu tumbuh seperti manusia. Biasanya disaat itulah para pengasuh bertanggungjawab agar hidup personifikasi negara itu tidak berakhir seperti sebelumnya" jelasnya.

Jadi WHO akan lahir kembali ya... "Apa hal ini bisa digunakan kepada Indonesia?" Mc bergumam. UN menoleh, benar juga, kenapa gaada yang kepikiran.

Beberapa menit kemudian, Azha kembali, tampaknya ia sudah menyiapkan energinya untuk permintaan Mc. Mc mendekati Azha dan memegang tangannya.

"Tolong buat Indonesia bereinkarnasi dan hidup normal!"

Kalimat itu diucapkan oleh Mc langsung di depan wajah Azha. Hanya kata "eh" yang keluar dari mulutnya. UN menjelaskan semuanya kepada Azha apa yang terjadi.

Setelah mengerti, itu adalah hal yang mudah. Hanya tinggal membunuhnya lalu menunggu kelahirannya lagi.

Mungkin Indonesia yang hidup kembali bisa membuat rasa bersalah ASEAN berkurang, dan seharusnya ia menjaga anak-anaknya lebih baik lagi.

Azha menggangguk dan berjanji akan melakukan apa yang ia inginkan.

"Aku pernah mengatakan ini kepada 'dia', untuk membuat Indonesia bereinkarnasi lagi. Tapi entah kenapa 'dia' menolaknya dan ingin pelakunya di tangkap dulu. Mungkin sekarang aku sedikit mengerti"

Azha menatap kesembarang arah sambil mengatakan hal itu. Apakah 'dia' yang dimaksud Azha adalah temannya saat itu?

Azha memberitahu apa hal yang kemungkinan di pikirkan oleh temannya saat itu, "Sepertinya 'dia' dendam ke keluarga ASEAN. Atau mungkin 'dia' sudah tau jika pelakunya adalah WHO, jadi dia ingin WHO bereinkarnasi dan UN harus belajar menjaga adiknya"

UN hanya tersenyum, walau hanya prediksi, UN merasa sedang di ketawain + ditampar oleh bayang-bayang 'dia'.

"Ingat kata-kata ku, jaga adikmu yang bener. Jangan dicuekin. Adikmu dua-duanya gaada yang bener tau ga"

Jangan pernah mencontoh kakak laknat yang satu ini, adiknya di cuekin semua. WHO dan WTO adalah bukti kelalaian seorang kakak bernama UN ini.

Mc anak tunggal eak, tidak pernah merasakan rasanya punya sodara jadi dia ga paham. "Jika Indonesia lahir dengan ingatan baru, berarti ia tidak akan mengingatku ya? Jadi tidak ada gunanya aku terus disini."

Jika dia terus disini tanpa mengetahui identitasnya, itu tidak akan berguna kan? Lebih baik dia ke masa lalu dan bertemu dengan Indonesia secara langsung.

"Aku penasaran siapa diriku sebenarnya di masa lalu"

Dan ini, adalah akhir dari penyelidikan Mc. Sekarang ia akan kembali ke masa lalu untuk mencegah semuanya.

"Setelah semuanya selesai, aku akan kembali ke hidupku yang tidak ada harapan"

Makan, tidur, mandi, mungkin hanya itu yang Mc lakukan setelahnya. Sepertinya mirip dengan seseorang, siapa ya...?

Mc menghela napas pelan, setidaknya ia memiliki kenangan indah bersama orang yang ia temui.

Tunggu sebentar, ia belum menyucapkan salam perpisahan dengan France!!!!

"Azha! Tunggu! AKU MAU NGOMONG AMA FRANCE DULUUUUU AAAAA"

Walau saat itu ia memang agak nyeremin, tapi dia adah orang yang baik dan berjasa bagi Mc. Tanpa France, Mc pasti belum sampai titik ini sekarang.

UN kebingungan, France??? Dia disini?

Azha yang sedang mempersiapkan diri pun menatapnya malas. Kenapa baru inget sekarang coba, kan Azha jadi mager.

Ia menggunakan sihirnya, lalu terlihat lah France yang sedang tertidur. UN kaget France ada disana, pantes ga pernah kerja lagi. UN udah pernah ngerasain rasanya tertidur gegara sihir Azha, ada enak dan ga enaknya.

Karena lagi badmood, Azha langsung jatohin France, ga mikir buat di rendahin/ditaro di lantai dulu. Tapi manjur lho, orangnya langsung bangun :v

Karena kaget jadi ya France langsung kebangun. Bangun-bangun udah jatoh, mimpi apa coba.

"Saha pula yang jatohin gw buset!" France menatap sekitar, lalu sadar ada Mc disana. "Ah kau-! Bagaimana misi mu? Sudah selesai kah? Kau memang hebat!" Ucapnya sambil memperlihatkan kedua ibu jarinya yang di arahkan ke atas. 👍😀👍.

UN menepuk pundak France, "Sudah tertidur berapa lama, France?" Dengan nada seram dan mencekam, UN mengatakan itu di samping kuping France.

Tentu saja itu membuat France bergidik ngeri lalu berteriak.

Mc dan Azha hanya tertawa melihat ini.

"Semuanya sudah jelas, France. WHO adalah pelakunya. Kini aku akan kembali ke masa lalu untuk mencegah ini terjadi lagi."

France bingung, bukan kah tak ada gunanya melakukan itu? Pertanyaan yang sama dengan Azha tadi. "Setidaknya aku tau jika hal ini tidak akan terjadi lagi. Mungkin ini terakhir kalinya kau melihatku, France"

Bagi Mc, dia pasti akan bertemu dengan UN dan France lagi di masa lalu, tapi tidak dengan mereka disini.

Dua bulan ini memang menyenangkan, walau tidak selalu.

Jika dia tidak mengurung diri selama 7 tahun, mungkin hidupnya akan terasa lebih menyenangkan. Sebuah penyesalan bagi Mc.

"Azha, aku sudah siap"

Azha mengangguk lalu menggunakan kekuatannya sihirnya. Muncul lah semua lingkaran sihir tepat di bawah kaki Mc. UN dan France berterima kasih dan membungkukkan badannya. Mengucapkan "Hati-hati" kepada Mc.

Lingkaran sihir itu semakin bersinar saat rapalan sihir diucapkan.

"Nah 'Mc' Kita akan bertemu lagi suatu saat nanti. Dan disaat itulah aku akan menceritakan semuanya sesuai janjiku. Sampai jumpa, 'Mc'. Sampai bertemu lagi di hari itu"

Who? [CountryHumans?] [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang