Chapter 12 [Kembali Ke Masa Lalu]
POV 1
Aku membuka mata dan melihat sekitarku berwarna putih kosong. Apakah aku sedang berhalusinasi? Apakah mata ku rusak? Atau ini memang efeknya? Aku mencoba berjalan ntah kemana arahnya. Tapi kepala ku terasa berat dan aku terjatuh. Memegang kepala ku yang berat dan merasa pusing.
Aku pun tak sadarkan diri.
Saat tersadar lagi, aku membuka mata ku dan terkejut sudah berada di kantor tempat kejadian. Aku mencoba melangkah tapi... Duk!
Lantainya basah dan aku terpeleset. Aku baru buka mata lho ya, masa langsung kepleset gini!
Pasti bagian bawah baju ku basah, lantai ini baru saja di pel, apa si Azha itu tak bisa menempatkan ku di tempat yang lebih baik dari pada ini?
Bokong ku sakit, aku hampir kesusahan untuk berdiri, disaat itu lah, aku bertemu dengan seseorang yang ku kenal dan membuatku teringat suatu hal,
"Kau butuh bantuan?" Mengatakan itu sambil mengulurkan tangan untukku, orang itu adalah France, orang yang sama saat aku terjatuh saat baru pertama kali kesini. Dia adalah temanku, aku ingin menyapanya, tapi tidak, mana mungkin ia mengetahuiku. Dimatanya, aku hanyalah orang asing yang ceroboh sampai jatuh begini. Aku menerima uluran tangannya lalu berdiri tanpa berbicara apapun.
Sebenarnya aku masih ingin mengobrol dengannya, tapi karena aku memilik hal yang lebih penting untuk di kerjakan, aku menatapnya lalu berterima kasih dan pergi ke tempat dimana yang seharusnya. Bisa ku lihat jika France masih menatapku bingung dari kejauhan.
Jika UN adalah penyebab utamanya, aku hanya perlu menghentikan UN tidak membawa kopi itu ke ruangan ASEAN dan Indonesia tidak akan menyerangnya kan? Entah mudah atau tidak, semoga saja semuanya lancar.
Aku berdiri disuatu lorong, seingatku France bilang jika ia melihat mereka bertengkar disini, dimana UN? Apa aku terlambat? Tidak, seharusnya belum, ini belum waktunya.
Aku pergi dari sana, mencari keberadaan UN. Kalau saja aku terlambat, aku harus apa? Tidak mungkin mengulangnya lagi.
Dan bodohnya, aku menabrak seseorang. Wow, sepertinya aku sial sekali disini. Prang! Suara benda yang terbuat dari kaca/keramik terjatuh dan pecah tepat di bawah kaki ku. Sebuah cairan yang masih agak panas dan beberapa beling mengenai kakiku. Tidak apa sih...
Aaaaaaa, semoga saja aku tak disuruh ganti.
"Anda baik-baik saja?" Suaranya... terdengar familiar. Aku mendongak menatap orang yang tak sengaja ku tabrak.
Oh, aku harus memberitahunya, orang ini melepas benda kaca ditangannya karena refleks menangkapku yang hampir jatuh karena menabraknya. Avv, ini bukan cerita bergenre romance.
Suara dan wajah orang itu, adalah milik UN, orang yang sedang kucari-cari. Ya walau aku sedang mencarinya, tidak perlu sampai segininya. Dia terlihat memandangiku dengan ekspresi sedikit khawatir.
"Ahahaha, tidak apa, aku hanya sedang mencari sesuatu" UN melepas pegangannya dan membiarkan ku berdiri. Untuk menjaga jarak, aku mundur 2 langkah. Tapi baru saja satu langkah, Krek- sepertinya aku tak sengaja menginjaknya serpihan kaca yang besar.
Karena itu adalah gelas yang masih berbentuk ½ hancur, ia membuat kaki ku berdarah, tidak-tidak, memang berdarah kena pecahannya tadi. Memasang ekspresi baik-baik saja agar UN tidak menyadarinya, tapi...
"Lain kali hati-hati, kaki mu... mengeluarkan darah yang tidak sedikit lho"
Mc menoleh kearah kakinya, dia benar, kakinya mengeluarkan darah. Memang sial.
Apa sekarang? Berharap orang ini menggendongku terus mengobati luka kakiku ini? Pffftt, itu mana mungkin terjadi! Tidak akan terjadi jika aku tidak menginjaknya beling menyebalkan itu. Kau tau betapa sakitnya menahan malu? Nyohhhhhhh.
Tidak, aku tidak di gendong, hanya di tuntun ke suatu ruangan yang pernah ku masuki sebelumnya.
"Yosh sudah selesai diperban, apa kau masih bisa berjalan?"
Aku mengangguk, tak bisa mengeluarkan satu kata pun. Karena apa? Orang yang mengobati ku ini, adalah orang yang ku bunuh di masa itu. Iya, dia adalah WHO.
"Baguslah, lain kali hati-hati ya. Kakak juga! Seharusnya kau perhatikan jalan! Pasti tadi kau tak fokus kan!?!" Kesal WHO. Ia meninggikan suaranya kepada UN yang sepertinya sedang termenung.
WHO berdiri lalu menampar UN, Plak! suaranya nyaring sekali. Dan sepertinya mereka memulai pertengakaran kakak dan adik. Apa hubungan mereka memang seperti ini? Kenapa berbeda sekali dengan yang kulihat saat itu?
Ya entahlah, lebih baik mereka seperti ini dibanding yang kulihat sebelumnya.
Seseorang mengetuk pintu, pintu terbuka dan muncul lah ASEAN disana. Ah! Aku baru ingat jika seharusnya aku-
"WHO, kakak mu dimana sih- oh itu. Kucariin juga, nda izin nanti marah, mau izin orangnya ilang ntah kemana. Mau nya apa?" Marahnya.
UN menengok, membuka mulutnya tapi menutupnya lagi. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu, tapi berakhir memikirkannya saja. Ia berganti ekspresi lalu tertawa kecil.
Lucu juga kalo suasana adem kek gini.
ASEAN memutar bola matanya, "Bodo lah, aku hanya ingin bilang aku istirahat makan siang dulu bersama Indo, oke? Oke! Udah, babai, selamat tinggal." Lalu menutup pintu.
"Sean tak pernah berubah"
Jadi Indonesia pergi bersama ASEAN, berarti urusan ku selesai kan?
Ah... pasti sudah selesaikan?
"Kau baik-baik saja?" Tanya WHO.
"... ya, ... aku akan pulang, terima kasih ya"
Aku berjalan keluar dari ruangan itu, merasa lega dan khawatir secara bersamaan.
Aku lega semua ini tak terulang lagi, tapi merasa khawatir jika hal ini terulang di hari-hari selanjutnya. Dan khawatir tentang apa yang harus ku kerjakan selanjutnya.
"Andai saja aku menjalani kehidupan yang normal sejak dulu, pasti aku tidak berakhir seperti ini"
Ya sepertinya aku akan mencoba hidup normal.
Mc membenarkan pakaiannya lalu keluar dari gedung itu, menghela napas lega.
Tapi tunggu sebentar,
Memang, semua penyelidikannya...
sudah tentu benar seperti apa yang sebenarnya terjadi?
KAMU SEDANG MEMBACA
Who? [CountryHumans?] [End]
FantasiaKejadian yang menimpa temanku malah membuatku terlibat. Aku di datangi oleh dua orang asing, memintaku untuk menyelidiki kasus teman ku. Hidupku yang hampa selama bertahun-tahun akhirnya mulai terisi dengan beragam hal random. Namun, apa memang haru...
![Who? [CountryHumans?] [End]](https://img.wattpad.com/cover/301574410-64-k659208.jpg)