Bad Day 🎗

7 1 0
                                        

Di dalam mobil Bible menangis memuaskan rasa sesak yang menjalar di dadanya. Hanya menangis lah yang yang bisa ia lakukan, memangnya apa lagi? Tidak ada!.

Melihat siluet orang yang berjalan mendekat ke arah mobilnya, dengan segera ia menghapus air matanya kemudian bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia sibuk bermain hp.

Setelah masuk kedalam mobil, Raul bisa melihat sisa-sia air mata di pipi Bible.

"Lo habis nangis ya?" ujarnya pura-pura bertanya.

"E-engak.. ini cuman kelilipan doang tadi" jawabnya beralasan sambil mengusap matanya supaya tidak curiga

Raul menganggukan kepalanya seolah-olah percaya padahal ia tahu bahwa Bible memang menangis.

Keheningan menyelimuti mereka, Raul ingin bertanya namun sedikit ragu. Tapi beberapa lama kemudian ia bertanya "Lo suka ya sama pacarnya Ezra, siapa tadi namanya lupa,"

"Sea.."

"Iya, Sea. Lo suka ya sama, Sea?" ucapnya kembali bertanya. Mendengar itu sontak Bible langsung tertawa seolah-olah ada yang lucu.

"Kok ketawa sih? Emang ada yang lucu?" kesal Raul

"Pertanyaan kamu tuh yang lucu, ya kali aku suka sama pacar sahabat aku sendiri" sahut Bible dengan sisa tawanya, tapi Raul jelas tau bahwa itu hanya topeng. Tawa yang hambar.

"Gak ada yang lucu kalau menyangkut perasaan Kimbab sayang..."Raul memperbaiki duduknya kesamping menghadap kearah Bible "Dari tatapan lo aja waktu liat Sea gue bisa liat dengan jelas kalau lo suka sama dia, bukan cuman itu... tingkah lo yang kayak tadi nunjukin kalau lo cemburu liat hubungan mereka" cemburu? Bible akui ia memang cemburu melihat hubungan mereka. Tapi apa se-kentara itu kah kelihatannya.

"Bang Ace, jangan sok tau deh. Gak usah urusin perasaan orang lain, Abang aja masih jomblo kan?" kata Bible dengan bibir yang mencebik kesal.

"Sialan lo, gue jomblo yang penting happy" sentak Raul jengkel. Ia memasangkan sealt bead kemudian menjalankan mobil.

******

"Harus banget nempel kayak gini?" tanya Hosea risih Ia menyikut tangan Ezra yang memeluk legannya. Saat ini mereka baru keluar dari cafe hendak ke parkiran.

"Emang kenapa? Gak boleh?"

"Ck, gak usah nempel-nempel kayak gini deh"

"Kenapa sih kamu jadi aneh? tadi aja waktu ada Bible kamu romantis sama aku, kenapa sekarang jadi kayak gini?"

Hosea mendengus kesal, niat hati tadi ingin mencari keberadaan Bible. Tapi Ezra sedari tadi selalu menempel padanya seperti ada lem di tangannya. Jika orang lain lihat mereka adalah sepasang remaja yang sedang kasmaran dan baru saja selesai berkencan, tapi pada dasarnya Ezra lah yang lebih di rugikan di sini karena Hosea mendekatinya hanya untuk sebuah tujuan.

"Ya udah! jauh-jauh sana!" Ezra mendorong bahu pemuda berkulit putih itu. Kemudian dengan kesal ia berjalan mendahului Pria itu, tapi langkahnya terhenti kala merasakan sebuah tangan bertengger di bahunya.

"Maksud gue, kalau mau rangkul tuh yang benar, kayak gini" Ezra membatu, Ia tidak bermimpi kan? Hosea yang tadinya bersifat ketus sekarang merangkulnya dengan santai.

Berbeda dengan Ezra yang bahagia, Hosea tersenyum paksa. Andai saja bukan kerena ingin membuat Bible cemburu pasti ia tidak akan pernah bersifat seperti saat ini.

Perahu KertasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang