"Kamu gak mau nganterin aku?" tanya Ezra pada Hosea yang hendak masuk ke dalam kelasnya.
Hosea tak menjawab ia terus berjalan masuk ke dalam kelas IPS 2
Meninggalkan Ezra yang menghentak-hentakkan kakinya kesal karena di abaikan.
Padahal Ezra ingin menunjukkan kebersamaan mereka pada semua orang, supaya mereka tau bahwa Hosea adalah miliknya.
"Ayo!" Ezra terdiam melihat tangannya yang di gandeng oleh Hosea
"Katanya mau di anter, ya udah ayo bentar lagi bel bunyi" Ezra hanya menurut saat tanganya di tarik oleh Hosea menuju kelasnya.
Bukankah tadi Hosea tak ingin mengantarkan dirinya?
Sesampainya di depan kelas Hosea mengedarkan pandangannya ke dalam kelas mencari seseorang, tapi orang yang ia cari tak ada. Ada rasa kecewa di hatinya.
"Kamu nyari siapa di dalam?" Ezra mengusap pelan pipi Cowok itu seolah-olah pamer.
Hosea tersenyum sambil mengelengkan kepalanya. Ia menyingkirkan tangan Ezra dari wajahnya.
"Kalau pacaran jangan di pintu dong," Keduanya menoleh pada Bible yang berdiri di depan pintu hendak masuk ke dalam kelas.
"Eh, hai Bel.." sapa Ezra malu karena kepergok sahabatnya.
"Gak usah malu sama gue, kalian cocok banget dan kayaknya bakalan jadi pasangan terfavorit tahun ini." Puji Bible menyembunyikan kesedihannya.
"Ya udah kalau gitu, kamu masuk kedalam, belajar yang rajin. Aku balik dulu" setelah mengatakan itu Hosea mencium kening Ezra tepat di hadapan Bible.
Sedangkan Bible yang melihat kejadian itu hatinya bergemuruh. Namun ia berusaha mempertahankan ekspresi.
Sedangkan Hosea yang melihat kepalan tangan Bible hanya tersenyum iblis kemenangan karena berhasil membuat Bible cemburu kepadanya.
Ezra menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya, salting, baper, dan malu. Ia masuk ke dalam kelas dengan senyum yang masih tersungging di bibirnya.
"Pagi Bible" sapa Hosea dengan senyum manis sambil menepuk kepala Bible pelan. Bible terpaku melihat senyum yang di lontarkan Hosea padanya. Bukan karena baper, tapi Bible tau bahwa Hosea sedang tersenyum mengejek padanya.
"Hm" jawabnya singkat.
"Pagi, sayang..." Bible merasakan sebuah tangan mengelus kepalanya.
"Kenapa belum masuk?" tanya Raul sambil mencubit kedua pipi Bible membuat si empunya meringgis pelan.
"Sakit Abahmmmp"
"Kabshsjkama...." belum sempat selesai berbicara Raul langsung membekap mulut Bible dengan tangannya sembari mengucapkan kalimat yang tidak jelas
"Kalau lagi di luar lo jangan panggil gue Abang, tapi kalau berdua lo bisa panggil Abang sama gue," bisik Raul di teliga Bible.
"Paham gak?" Bible menganggukan kepala pertanda mengerti. Kemudian Raul melepaskan tangannya dari mulut Bible.
"Masuk sana, belajar yang rajin. Gue gak mau ntar anak gue punya ibu yang bego" mendengar itu Bible mendelik kesal, menatap tajam kepada Raul yang tersenyum tanpa dosa.
Setelah Bible benar-benar masuk, sekarang hanya ada Raul dan Hosea.
"Lo benar pacarnya, Bible?" tanya Hosea dengan tatapan dingin.
Mendengar itu Raul tersenyum miring, ia memasukkan ke dua tangannya ke dalam saku celana. "Iya, gue sama Kimbab memang pacaran"
"Kimbab?" tanya Hosea tak paham.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perahu Kertas
Teen FictionJudul yang sudah diberi tanda "🎗" artinya sudah direvisi. Sea mengepalkan tangannya kuat saat mengetahui fakta yang baru saja keluar dari mulut gadis di depannya. Beberapa detik kemudian Sea berpikir lalu menatap tajam gadis itu. "Dua detik" Sea be...
