Cuaca pagi ini terada sedikit dingin dari yang biasanya, matahari masih malu-malu untuk menampakkan diri. Bible menarik selimut hingga sebatas leher saat udara dingin menembus kulitnya.
Tapi, suara pintu di ketuk agak sedikit kasar Bible merasa terganggu namun masih tetap memejamkan matanya.
"Astagah gusti, ni anak masih ngebo ternyata" decak Raul mengelengkan kepalanya.
Sedetik kemudian ia tersenyum jail "Hehehe,.. Gue kerjain lo"
Raul naik keatas tempat tidur Bible kemudian melompat-lompat seperti anak kecil, membuat tubuh munggil Bible goyang akibat guncangan yang terjadi.
"Woii! Bangun.." teriak Raul tepat di telinga Bible lalu menarik selimut dari tubuh Bible hingga membuat gadid itu mengerang kesal
"Apaansih sih ganggu mulu! Dasar jomblo" omel Bible dengan wajah bantal miliknya
"Brisik lo kambing!'' Raul menarik Bible supaya turun dari ranjang
"Kimbab sayang hari ini lo ada ulangan geografi, semalam lo udah absen sekarang gk ada kata absen lagi. Buruan sana mandi trus siap-siap, kita berangkat bareng gue tunggu di bawah" omel Raul yang sudah cosplay menjadi emak-emak anak satu.
"Gak penting-penting amat juga kali bang, masalah ulangan kan bisa nyusul"
"Nyusul kata congormu, lupa guru geografi lo kayak gimana?"
Bible langsung menutup pintu kamar mandi, dia tak mau mendengar ocehan Raul lebih lama lagi. Apalagi hari ini kelas mereka ada ulangan geografi dari guru killer.
30 menit kemudian Bible sudah siap untuk berangkat ke sekolah.
Melalui cermin, Bible merapikan seragam miliknya menarik napas panjang lalu menghembuskan dengan pelan-pelan.
Tatapan Bible jatuh pada foto yang ia selipkan di pinggiran kaca, mengambil foto itu kemudian menatapnya lamat-lamat. Foto itu mengingatkan Bible pada pertemuan pertama dengan Hosea. Di balik foto itu Bible menuliskan sebuah kalimat.
Lautan yang luas, tempat untuk berlayar cinta
Namun lautan itulah sekarang yang membuatnya tenggelam.
"Semangat! Lupakan kejadian itu dan bersikaplah seperti biasanya" gumam Bible pada dirinya sendiri.
"Udah atau belum? buruan dong, nanti kita telat sekolahnya" teriak Raul dari luar pintu.
Bible membuka pintu kamarnya "Kita berangkat sekarang?'
"Ya iyalah, masa tahun depan 'yuk" Raul merangkul pundak Bible kemudian mereka berjalan bersama.
Di ruang tamu, ada Pak Hitler yang sedang membaca koran sambil meminum kopi.
"Hai om"
"Pagi ayah.." sapa Bible dan Raul bersamaan
"Iya pagi, loh kamu Raul kan?" tanya Pak Hitler meletakkan koran yang ia pegang
"Iya om"
"Kamu udah besar ya ternyata, kapan kamu pulang dari Australia?"
"Udah hampir satu bulan, om" Pak Hitler mengnganggukan kepalanya
"Tumben kamu berangkatnya sama Raul, biasanya kan selalu sama Ezra. Kemana dia?" tanya Pak Hitler pada Bible
"Gapapa Ayah, lagi pengen sama bang Ace aja berangkatnya" jawab Bible mengambil tangan ayahnya untuk ia cium.
"Aku pergi dulu nanti takut telat," mendaratkan ciuman di pipi ayahnya "Ayah ambil cuti dulu, jangan langsung ke kantor" ucap Bible mengingatkan ayahnya.
"Iya, kalian hati-hati di jalan" kata Pak Hitler.
"Kita pamit ya om"
"Bawa mobilnya pelan-pelan, anak saya loh itu" ujar Pak Hitler.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perahu Kertas
Fiksi RemajaJudul yang sudah diberi tanda "🎗" artinya sudah direvisi. Sea mengepalkan tangannya kuat saat mengetahui fakta yang baru saja keluar dari mulut gadis di depannya. Beberapa detik kemudian Sea berpikir lalu menatap tajam gadis itu. "Dua detik" Sea be...
