"Chenle temani aku tidur ya" Chenle mengangguk setuju, ia dan Haechan berjalan beriringan bersama bergandengan tangan di rumah besar milik Haechan.
Chenle tak rasa keberatan kala Haechan suka minta untuk menemani nya tidur berdua meskipun Chenle sendiri tak tau kapan Haechan akan bangun, Haechan biasanya hanya meminta ditemani, kala orang tua Haechan sedang pergi, dan iya, kali ini orang tua Haechan memang sedang pergi keluar kota, jadi Chenle dengan diminta langsung pribadi oleh Haechan untuk menemani nya tidur, padahal Haechan memiliki banyak maid di rumah, tapi Haechan selalu menolak dan memilih dengan Chenle saja, ia adalah teman satu satunya Haechan, mereka sudah bertetangga lama,mereka pun juga sudah menjadi teman sejak kecil.
"Sudah semuanya?" "Hmm" Haechan mengangguk lucu, ia tampilkan gigi putih nya tanda ia telah sikat gigi, Chenle sendiri hanya ber ekspresi datar walau sebenarnya perasaan nya, malah tak karuan kala melihat senyum Haechan, "kalau begitu mari kita tidur chanie" Haechan mengangguk, Chenle matikan seluruh lampu kamar Haechan kecuali lampu tidur yang berada di dekat ranjang nya, Chenle kecup kening Haechan sayang, Haechan diam, rasa tenang selalu muncul dalam dirinya kala Chenle mengecup dahinya, ia tak keberatan, kebiasaan itu telah lama sudah ada saat mereka masih kecil dimana sebelum tidur bersama Chenle selalu mengecup keningnya "Selamat tidur Chanie" Ucap Chenle 'dan aku mencintaimu' lanjutnya lagi dalam hati.
Chenle matikan lampu tidur disebelah nya, Mereka berdua mulai merebahkan diri, "Sampai jumpa beberapa Minggu lagi" Haechan berucap dahulu "Seberapa yakin cuma beberapa Minggu? Mungkin saja beberapa bulan, ckeh haha" nada remeh terdengar disana, tapi Haechan tak marah, "Hoaa yah kau mungkin benar hmm" Haechan mem paskan posisi tidur nya, berbalik ke samping dan tak lama benar saja, terdengar dengkuran halus di sana.
Chenle diam, ia tak belum tidur, kali ini ia berpikir seberapa lama lagi ia akan menunggu Haechan bangun (?) Baru kemarin ia bisa berbincang kembali dengan Haechan setelah 3 bulan menunggu lamanya, dan sekarang ia malah harus menunggu lagi.
Haechan anak manis itu suka tidur sedari dulu, namun Saat berumur 12 tahun, Haechan mulai mengalami ke anehan pada dirinya, orang tua Haechan sendiri bingung bukan main, awal kejadiannya, Haechan tidur selama 2hari lamanya, padahal Haechan tidak sedang Kenapa-kenapa, tidak kelelahan, tidak koma, tidak pingsan atau pun yang lainnya, tapi Haechan malah tidur sangat lama, orang tua Haechan, bahkan saat itu mencoba membangun kan Haechan dengan cara sedikit keras, saking paniknya, sang Appa dengan dengan tenaga nya, memukul tangan Haechan keras, tapi Haechan tak bangun, padahal tangan nya saat itu sudah sangat merah, Chenle yang berada di sana saja meringis mendengar suara pukulan dari Appa Haechan, tapi Haechan tak bangun juga, semua di sana kalang kabut pada saat itu, semua sudah di coba membangunkan Haechan, susah sekali, para dokter pun menyerah pada saat itu, namun di saat orang tua Haechan sudah pasrah, Haechan bangun, semua keluarga rasa sangat senang, saat tidur Haechan akui bahwa katanya ia tak merasakan apa apa, ia pun juga mengaku bahwa dirinya serasa tidur hanya sekejap.
Entah itu Haechan kena kutukan, sihir, ataupun penyakit semua orang tak bisa menjelaskan secara logis, Haechan terpaksa putus sekolah karena keadaannya yang tak menentu, tidurnya sangat lama tak menjanjikan kapan bangun, bahkan Haechan sendiri pernah tidur selama 6 bulan lamanya, tapi ya pasti Haechan akan bilang itu cuma sekejap, dan sampai sekarang umur Haechan sudah menginjak 21 tahun, Haechan masih mengalami kejadian tidur lama. Cuma Chenle satu-satunya teman yang masih menemani nya.
...
"Bajingan akh sialan" Chenle kocok penisnya dengan Haechan secara perlahan bersamaan, ia kurung penisnya dengan Haechan, rasanya hampir sama dengan memasuki lubang Haechan cuma bedanya tangan nya yang mengurung kedua penis itu. Dalam hati, Chenle sangat tak setuju dengan tindakan nya yang mencabuli teman nya ini, tapi bagaimana lagi? Hasrat nya selalu meng gelora ketika ia melihat Haechan, entah mungkin dirinya nya saja yang terlalu mesum hingga penisnya suka Bagun, meskipun sebenarnya ia telah menyukai Haechan sedari kecil tapi Chenle sangat tau, bahwa caranya sangat salah untuk mendapatkan ini kenikmatan ini.
Semenjak 3 tahun terakhir Chenle sudah menjadi seorang bajingan, mengambil kepekerjakaan Haechan tanpa orang tau, orang tuanya Haechan yang selalu pergi dan menitipkan Haechan kepada nya memudahkan nya untuk melakukan ini semua, apalagi aksi nya ini tak pernah Haechan sendiri rasakan, karena Haechan yang bangun nya selalu lama, dan orang tua nya Haechan yang tidak pernah memeriksa setelah pulang apakah hole Haechan lecet atau tidak. Yah begitulah lah Chenle.
KAMU SEDANG MEMBACA
MengHarem
Conto- isi book nya cuma naena doang! - Haechan uke Haechan x All Haechan Harem -Jangan salah lapak -🔞 -MURNI IDE DARI SAYA SENDIRI- -slow update - males revisi
