[an: ada yang kaget dengan judulnya? Iya, aku ganti dari Suddenly Married ke Tiba-tiba Menikah. Sama aja kan? Cuma bahasa Inggris ke Indonesia ]
[p.s: vote, komen, dan share cerita ini ke teman-teman kalian, ya 🌹 - rose sarai ]
Bab 21
Bertemu Mantan Istri“Terus, kenapa kamu nangis?” tanya Gerald hati-hati, keringat dingin mulai bermunculan di keningnya. Ya Tuhan, semoga saja Tashima tidak mendengarnya.
“Motong bawang, Mas. Terus dengar ribut-ribut, aku buru-buru keluar eh, enggak senjaga tangan aku megang mata, nangis, deh, perih,” jelas gadis itu setelah merasa matanya membaik.
Aroma bawang memang menyeruk dari tubuh Tashima. Ah, pantas saja. Syukurlah, Gerald bisa bernapas lega untuk saat ini. Ia kemudian menggendong Raka kembali ke dekapannya. Kasian, ia telah mengabaikan sang anak sejak tadi. Ia pun mengelus kepala Raka sebentar, lalu fokus pada Tashima.
“Kamu dengar suara kami tadi?” tanya Gerald, melirik Alex yang terdiam di posisi sekilas.
“Hmm, enggak jelas, sih, Mas. Makanya aku mau keluar, etapi malah kalian tegang gini. Kenapa?” balik Tashima kini yang bertanya dengan kening mengerut.
Gerald melirik Alex, menyuruh adiknya itu untuk tidak banyak bertingkah sekarang. Tidak baik, jangan sampai apa yang ia lakukan membuat kesalahan fatal bagi mereka semua, yang berujung pada penyesalan. Walaupun, Gerald yakin, sepintar-pintarnya ia menyembunyikan semua ini, pasti ada masanya akan ketahuan juga. Menunggu saja kapan itu akan terjadi, Gerald harus menyiapkan mental.
“Enggak papa. Tadi cuma bahas soal masalah kuliah dia,” jawab Gerald, berdusta. Semoga ucapannya cukup meyakinkan Tashima.
🌹🌹🌹
“Mau makan di luar aja, Shima?” tawar Gerald yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Tashima yang tengah bermain dengan Raka mengangguk semangat. Kebetulan hari ini ia belum memasak, dan rasanya malas sekali untuk bekerja. Apa karena ia sedang menstruasi, ya? Hingga moodnya jadi tidak menentu.
“Kamu siap-siap, gih. Nanti mas ganti bajunya Raka,” suruh Gerald yang kini berjalan ke arah mereka.
Tanpa disuruh dua kali, Tashima bangkit dari tempat duduk dan segera mencari pakaian di lemari. Matanya mengedar ke seluruh bagian benda itu, namun tidak ada satu pun yang menurutnya cocok ia gunakan. Baju apa yang akan ia pakai? Mereka akan makan di mana? Tashima kebingungan menentukan pakaiannya sendiri.
“Cuma makan di depan aja, Shima.” Gerald sepertinya paham dengan isi kepala Tashima. Ia tersenyum lebar. “Kamu cocok pakai apa aja.” Lanjutnya yang menyumbang hamparan merah di kedua pipi Tashima.
Gadis itu pun memilih baju yang biasa saja, namun tetap casual, celana jeans, baju lengan panjang yang pas ditubuhnya, tidak lupa menyisir rambut panjangnya. Setelah semua beres, barulah ia pergi ke luar, menyusul Gerald dan Raka yang memakai sepatu.
Mereka keluar dari Apartemen, hanya berjalan kaki, sesekali mereka berpapasan dengan tetangga apartemen yang sekadar menyapa dengan senyum tipis. Orang Jerman yang terkesan kaku dan kasar membuat banyak mereka terlihat tidak humoris. Mereka sebenarnya humoris hanya saja candaan mereka berbeda. Bahkan seringkali candaan mereka tidak dapat diterima karena bentuk bahasa yang berbeda dan sering disalah artikan. Yah, bahasa, sejarah, budaya Indonesia dan mereka sangat berbeda.
Akhirnya Tashima, Gerald dan Raka tiba di restoran China yang terletak tidak terlalu jauh dari sana, hanya berjalan 15 menit. Segera setelah mereka masuk ke dalam, dan duduk di bangku, seorang pelayan datang dan menanyakan menu makanan apa yang mereka pesan. Tashima memesan Bebek Peking, sedangkan Gerald memesan La Ji Zi, sementara Raka memilih Hainan Jifan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Tiba-tiba Menikah [Duda Dan Si Gadis] ✓
Romance"Jadi istri saya?" Tashima tidak menyangka bahwa suatu hari nanti, satu kalimat sederhana itu akan keluar dari bibir Gerald, kakak dari sahabatnya, Alex. Menerima tawaran pernikahan dadakan Gerald dengan senang hati, Tashima berpikir ia akan mener...