[ a.n: Ahaha ... Sesuai judulnya, agak aneh, sih. Aku sendiri belum pernah melakukannya. Jadi, tolong koreksinya, ya kalau aku salah. I'm happy, kok.
Buat yang di bawah umur, jangan dibaca, ya. Aku sayang kalian, deh, kalau nurutin aku. Kalau mau lanjut baca, pas bagian 21+, berhenti, skip ke bab berikutnya aja, wkwkwkw. Okay?🌹
Jangan lupa untuk vote, komen dan share cerita ini ke teman-teman kalian ya! 🌹 - rose sarai]
Bab 24
Unboxing [21+]Karena tak kunjung menemukan Tashima, bahkan ponsel gadis itu tergeletak begitu saja di atas meja dapur. Gerald yang panik pun keluar dari apartemen, mencari keberadaannya. Berjalan sedikit lebih jauh dari sana, akhirnya ia menemukan Tashima. Namun garis-garis kasar di dahinya terlihat jelas kalah seorang cowok yang ia kenal di samping istrinya, Alex.
Dari posisinya, Gerald mengatupkan bibirnya rapat dengan rahang mengeras ketika Alex menarik Tashima ke dalam pelukannya, mereka berpelukan cukup lama, saling mengelus punggung dengan hangat.
Gerald terpaku di tempatnya. Sedetik setelah itu, ia berjalan cepat ke arah mereka, setengah berlari. Sialan. Kewarasannya telah direnggut oleh amarah. Ia tidak suka ini, mengapa mereka berpelukan? Tidak. Ia benci. Ada yang sakit, diremas di dada pria itu ketika melihat Tashima nyaman bersama Alex, walaupun Alex adalah sahabatnya sendiri, akan tetapi gadis itu resmi menjadi istrinya. Rasanya sakit, dan kesal, marah, semuanya bercampur satu.
Setibanya di sana. Gerald menarik lengan Alex menjauh dari pelukan Tashima. Ia tidak tahu seberapa kasar tindakan itu, yang jelas dalam satu hentakan, cowom itu lepas dari sang istri. Peduli setan, yang jelas Tashima harus menjaga jarak darinya.
"Lo apa-apaa, sih!" bentak Alex, kesal. Ia mengusap lengannya yang kesakitan akibat tindakan Gerald.
"Kamu yang apa-apaan! Shima ini istri, mas! Sadar kamu, Lex!" Gerald balas membentak keras adiknya. Masa bodoh dengan orang-orang yang terganggu di sekitar sini. Yang jelas Gerald sedang emosi kepada mereka berdua, Alex dan Tashima.
"Pulang!" Gerald menarik pergelangan tangan Tashima dengan sedikit kasar, membuat gadis itu terhentak dari tempat berdirinya.
Alex yang melihat itu, ikut kesal. Maka iya menarik lengan Gerald dengan tak kalah kasar hingga pria itu setengah langkah mundur. "Gue tahu, gue salah jalan malam-malam di luar bareng istri lo, Mas. Tapi jangan kasar gitu juga dong!" Alex melirik tidak suka tangan Gerald yang mengekang tangan Tashima.
Spontan Gerald melepaskan genggamannya dari Tashima, melihat keadaan gadis itu yang memucat. Gerald menghela napas panjang, dan berat. Ia kemudian berseru tanpa kembali memegang tangan gadis itu. "Kita pulang sekarang."
Tidak ada penolakan. Tashima berjalan terlebih dahulu, bersama Gerald yang mengikuti dari belakang. Terus menghela napas gusar, pria itu mati-matian menahan diri untuk tidak kasar kepada Tashima. Akhirnya mereka sampai di apartemen, Gerald masuk ke kamar, sementara Tashima pergi ke dapur untuk mengambil ponselnya. Gerald kemudian memindahkan Raka ke kamarnya sendiri. Ia ingin berbicara sesuatu yang penting dengan Tashima, hanya mereka berdua, yang mungkin akan menganggu istirahat Raka.
Gerald kembali ke kamar utama. Di atas ranjang, Tashima sudah terduduk sambil menundukkan kepala, tidak berani menatap sang suami. Gerald duduk di samping Tashima seraya mengusap kasar wajahnya.
"Kalian darimana aja, hmm?" tanya Gerald, memutuskan rantai keheningan di antara mereka.
Gadis yang ditanya, mengigit bibir bawahnya dengan tatapan mata berkaca-kaca. "Cuma jalan, cari udara seger aja, Mas."

KAMU SEDANG MEMBACA
Tiba-tiba Menikah [Duda Dan Si Gadis] ✓
Roman d'amour"Jadi istri saya?" Tashima tidak menyangka bahwa suatu hari nanti, satu kalimat sederhana itu akan keluar dari bibir Gerald, kakak dari sahabatnya, Alex. Menerima tawaran pernikahan dadakan Gerald dengan senang hati, Tashima berpikir ia akan mener...