Dikelas Alden, suasana serius diruangan itu membuat para siswa enggan membuka mulut untuk sekedar sepatah kata pun, mereka sedang serius menyimak materi yang diberikan oleh dosen didepan.
Pelajaran selesai, kelas kembali ramai setelah dosen meninggalkan ruangan itu, beberapa dari mereka menghela nafas panjang karena lelah mendengar penjelasan panjang lebar dari dosen tetapi satu pun tidak masuk ke otak mereka.
"Ray"
"Apa?"
"Lo ada liat Victor gak pagi ini?"
Dari pagi tadi Alden sama sekali tidak melihat keberadaan Victor, I juga berangkat sendiri ke kampusnya.
"Lah bukannya biasanya kalian berangkat bareng?"
"Pagi ini gak Ray"
"Gue jadi penasaran, kalian deket banget, gue gak yakin kalian cuman temen, pasti kalian lebih dari temen kan?kalo diliat dari interaksi kalian akhir-akhir ini sih jawabanya iya"
"Ngga kok Ray, lo salah paham kalii gue sama Victor cuman temen, temen yang deket banget, gue udah anggep Victor kayak kakak gue sendiri"
"Lo yakin?"
"Iyalah Ray, gue yakin banget gue masih lurus"
"Ekhem"
Victor berdehem di pintu depan kelas Alden dengan melipat kedua tangannya dan pandangan tidak suka.
"Dari mana sih lo?gak nungguin buat berangkat bareng ih"
"Maaf,tadi pagi gue ada urusan mendadak"
"Yaudah kekantin yok Vic"
Victor mengangguk sambil mengacak acak rambut Alden dan berjalan beriringan sambil bergandengan tangan.
Rayhan yang melihatnya membelalakan mata.
"Adek kakak kek gitu ya?" pikirnya dalam hati.
Sesampainya mereka dikantin mereka memilih kursi yang agak jauh dari banyak orang.
"Mauu baksoo:(" pinta Alden setengah merengek.
Victor langsung memesankan satu porsi bakso untuk Alden dan es jeruk untuk dirinya sendiri,dia belum lapar jadi hanya memesan minuman.
Alden memakan baksonya dengan nikmat.
"Kalian tega ninggalin gue" Rayhan yang tiba tiba datang berbicara dengan ngos ngosan.
"Ya maaf"
"Dih sape lo"
"Kenalin,Victor"
"Ya gue juga tau nama lo,siapa sih yang gatau secara lo murid populer"
"Terus ngapain nanya lo"
"Pengen aja sih"
"Gajelas lo Ray" akhirnya Alden bersuara menghentikan adu mulut dua cowok didepannya.
"Gue manggilnya tor,vic,atau sayang nih?" tanya Ray iseng menggoda Victor
Alden menatap Ray tajam.
"Apaan kok isi sayang sih?"
"Terserah gue lah,ngapain lo sewot emang lo sapaa"
Alden tak membalas,bisa bisa dia emosi berbicara dengan Ray.
"Panggil terserah lo aja sih" Victor membuka suara.
"Oke sayang"
"Kecuali itu" tatap Victor tajam.
Ray tertawa kikuk ditatap seperti itu.
Mereka menikmati makanan yang mereka santap dan beberapa kali berbicara untuk sekedar mengobrol santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Viden in love
RomanceKisah tentang Victor dan Alden yang tak sengaja bertemu - Tjoa Victor Agustino Wibowo -Christopher Jonathan Alden Tidak ada kaitannya dengan kehidupan asli masing-masing cast Tysm🤓
