2

87 68 15
                                        

"pak, apakah mawar ini di jual?" Tanyaku kepada seorang penjual mawar di tepi jalan
"Di jual, apakah ada yang sedang berulang tahun hari ini?"Tanyanya
"Tidak pak, ini untuk orang meninggal" Jawabku
"Kenapa kau memberikan mawar, mawar itu identik dengan sesuatu yang membahagiakan, bukan kesedihan"
"Biarlah aku memberikan dia mawar, dia memang pergi meninggalkan kesedihan bagi kami yang tinggal kan, tapi aku yakin sekarang dia sudah bahagia" Jawabku

.
.

Saat acara doa berlangsung aku tak bisa menahan air yang mengalir di pipiku dan bukan hanya aku tapi seluruh orang yang berada di ruangan itu

"Kau punya dua bunga, apakah setelah ini kau ada acara?" Tanya teman disebelah ku
"Tidak, aku sengaja membelinya dua" Jawabku
"Kau akan menyerahkan dua bunga sekaligus?" Tanyanya
"Tidak, setelah ini aku ingin pergi kemakam teman kita ini" Jawabku
"Oh seperti itu, pergilah itu itu hal yang baik" Ucapnya

.
.

Di pemakaman umum, aku berjalan menyusuri satu demi satu nisan memeriksa nama tiap nama yang terpampang disana hingga langkahku terhenti di sebuah kuburan yang masih sangat baru dengan tulisan nama temanku di nisannya, aku mendekati kuburan itu duduk disana dan mulai memanjatkan doa untuknya

"Maaf, karena rasa peduli mu denganku kau harus seperti ini dan juga terima kasih sudah punya rasa peduli terhadap ku" Ucapku berbicara sambil memandang nisannya
"Ini hanya sebuah takdir yang berbentuk kebetulan kau tak perlu merasa bersalah, dia juga pasti sudah bahagia disana" Ucapku berbicara dengan diriku sendiri
"Aku pulang ya, aku akan sering mengunjungi mu kau tidak akan kesepian" Ucapku pamit meninggalkan area pemakaman..

.
.

"Ibu, bisakah ibu membuatkan aku sup hari ini aku tidak selera makan" Pintaku kepada ibu sesampainya di rumah
"Apakah kau demam?" Tanya ibu sambil memeriksa kepalaku
"Mungkin Bu, hari ini adalah hari yang paling berat bagiku aku rasa aku akan sakit"
"Istirahatlah, nanti ibu akan memanggil mu jika sup nya sudah siap" Ucap ibu menyuruh ku istirahat

Aku masuk ke kamarku mengganti seragam sekolahku dan mulai berbaring di kasurku berusaha memejamkan mataku..

Aku terbangun berada disebuah taman terlihat persis dengan taman yang berada di  sekolah, aku melihat seseorang yang kukenal berjalan menuju arahku ternyata dia adalah temanku yang baru saja aku kunjungi tadi, dia tidak bicara apapun dia hanya mengintruksikanku agar duduk disebuah bangku tepat disampingnya, bangku tempat kami biasa membahas pelajaran dulu..

"Maaf"Ucapku memandangnya, namun dia tidak menoleh dan tetap membisu
"Jika kau marah katakan, aku ini bukan seorang teman" Ucapku kuat, dia sama sekali tidak mengubris perkataan ku
"Baiklah, jujur aku katakan kau adalah seorang yang peduli dengan ku, dan aku terharu sekaligus bersedih, terima kasih teman apakah kau haus atau lapar ayo kita ke kantin dan mencari makanan" Ucapku mengajaknya, Dia berdiri dan hanya diam "kau mau" Tanyaku ikut berdiri, dia tetap diam dan menahan tubuhku untuk tetap duduk, dia tetap memandang lurus kedepan dan berjalan selangkah demi selangkah beranjak jauh dariku dan mulai hilang ditelan jarak "tungguu heeii kamu mau kemana, kita belum bicara banyak heii tungguuu..." Trakkk suara daun pintu kamarku yang dibanting ibu "ada apa nak, kamu bermimpi?" Tanya ibu
"Iya Bu, seperti nya aku mimpi buruk" Jawabku
"Sekali lagi bersihkan diri terlebih dahulu, sebelum tidur"
"Iya Bu" Jawabku  
"ya sudah sup mu sudah siap, kamu makan sana" Ucapnya menyuruhku makan

Aku kedapur dan mencuci muka ku di wastafel, kemudian beranjak ke meja makan aku melihat sup yang menggoda sudah menungguku dimeja itu, aku duduk dan mulai menyuapi sup ku

"Nak, ibu keluar sebentar ke apotik membeli obat, kamu jaga rumah ya" Ucap ibu menyuruh ku tinggal dirumah
"Iya Bu" Jawabku

Aku menghabiskan sup ku, membersihkan mangkuknya dan masuk ke kamar, membaringkan tubuhku yang mulai terasa hangat..

JOUSKA  [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang