17

4 0 0
                                        

"anak-anak, mungkin hanya itu yang dapat bapak sampaikan, kita akan lanjutkan lagi di pertemuan selanjutnya" Ujar salah satu dosen di kampusku
"Bapak permisi dulu" Keluar dari ruangan kami

Aku, Dwi, dan Bima keluar dari ruangan menuju kantin

"Dwi, pesankan aku es jeruk aku ingin ke toilet sebentar, kalian duluan saja kesana" Ucap Bima

"Ihh Kamu itu selalu saja" Jawab Dwi

"Cuman minta mesanin doang loh Dwi, bukan minta bayarin"

"Iya tapikan tetap saja merepotkan"

"Yasudah aku minta Nura saja, Nura, heii Nura" Clikk memetikkan jarinya

"Haaa apa??" Tanyaku gelagapan setelah sadar dari lamunanku

"Kamu melamun lagi?" Tanya Bima

"Pakai senyum-senyum lagi" Ucap Dwi menambahi

"Aku tidak tau apa yang terjadi barusan" aku hanya berkata itu untuk menyelamatkan situasi sekarang

"Kamu sedang ada sesuatu kah?" Dwi  bertanya dan menatapku seakan mengintrogasi ku

"Tidak" Jawabku

"Apa kalian sudah jadian?" Tanya Dwi membesarkan matanya, melihat aku dan melihat Bima

"Kamu ngomong apalagi sih Dwi??" Tanya Bima lagi
"Tangan aku gatal nih" Memainkan tanganya ingin menjitak Dwi

"Nura tolongg" Ucap Dwi meminta tolong sambil memeluk ku

"Bim, kamu tidak boleh kasar begitu kasihan dia" Ujarku memberikan pembelaan

"Habisnya ni anak dari kemarin mancing" Ucap Bima menahan emosinya

"Kan aku cuma bertanya doang" Jawab Dwi

"Sudah-sudah," Ucapku menengahi
"Dwi, sepertinya kamu sudah salah deh, aku dan Bima tidak seperti yang ada dalam pikiran mu"

"Maaf Nura, aku memang selalu salah" Ucap Dwi meminta maaf

"Kamu jangan ngomong seperti itu, " Jawabku

"Lain kali jangan ulang" Sambung Bima

"Iya deh" Jawab Dwi merasa bersalah

"akibat kecanduan Drakor ya seperti ini" Bima meledek Dwi lagi

"Bima, kamu kok gitu sih" Aku menyanggah perkataan Bima

"Iya deh, maaf, oh iya kalian duluan saja ya, aku ke toilet sebentar, dan jangan lupa es jeruk ku" Pinta Bima

"Iya"Jawabku dan Dwi

*******

Sebuah mobil sedan memasuki area sebuah apartemen mewah, seorang pemuda dengan tampilan lusuh dan lelah keluar dari mobil itu

"Besok kamu langsung ke kantor saja, tidak usah menjemputku"  Berdiri di samping mobil dan Mengatakan itu ke asistennya

"Tapi tuan.."

"Pulanglah sana dan istirahat kamu pasti lelah menyetir seharian" Memotong perkataan asistennya

"Baik tuan, terimakasih sudah pengertian seperti ini"

"Iya, jangan lupa istirahat"

"Tuan juga, Sampai ketemu besok tuan" Asistennya berpamitan dan pergi meninggalkan tuannya tersebut

.

.

"Pokoknya saya tidak mau tau, jika dia mengatakan yang sebenarnya ke polisi maka kamu dan teman-temanmu yang harus bertanggung jawab" Mengancam anak buahnya di telepon

JOUSKA  [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang