7

53 52 6
                                        

"ibu, bisakah ibu sekali ini saja jujur padaku?" Tanyaku pada ibu tiba-tiba

Ibu sedikit tersentak dan menghentikan makannya

"Ada apa?" Jawab ibu sambil mengambil segelas air

"Aku ingin ibu jujur padaku"

"Ibu tidak mengerti apa yang kamu maksud"

"Ibu ini tentang ayah, apa ibu bisa jujur?" Pintaku pasrah

"Sudah ibu ingatkan padamu untuk tidak membicarakan nya" Jawab ibu dengan nada sedikit marah

"Jika ibu tidak ingin membicarakan nya, maka jangan pernah bicara dengan aku lagi" Ucapku marah meninggalkan ibu

.
.

Braaakkk suara keras dari pintu kamarku yang ku banting

"Aku muak dengan semua ini...!!
Kehidupan sudah mempermainkan ku...
Salah apa aku??? Kenapa serumit ini hidupku?"

Aku mulai merasakan seperti kepalaku ingin pecah dengan perasaan tidak tenang..

Tuk tuk tuk

"Nak buka pintunya kamu belum makan malam nanti kamu sakit" Ucap ibu mengetuk pintu kamar ku
"Aku sedang tidak berselera makan " Jawabku dari dalam
"Tapi.."
"Ibu biarkan aku sendiri, aku ingin menenangkan diriku " Jawabku

.

.

"Ada apa hari ini? Dan kenapa kamu?"

Tanya Bayu tiba-tiba menghampiri ku

"Tidak ada apa-apa " Jawabku

"Kamu mau kue ini?" Ucap Bayu menawarkan beberapa potong kue coklat

"Tidak" Jawabku

"Makanlah kue ini sangat enak dan manis, ini akan membuat harimu ceria ke sore nanti"

"Bayu, maaf aku sedang tidak ingin makan apapun hari ini" Jawabku

"Jika tidak ingin makan?, Apa kamu juga tidak ingin bercerita?" Tanyanya

"Maksud kamu?"

"Aku tidak ingin sahabatku menanggung beban nya sendiri,"
"Ini masalah ku, aku tidak ingin kau menanggung nya" Jawabku
"Bukankah teman itu harus saling berbagi"
"Tidak seperti itu, aku.."

"Nura, jangan khawatir kita sudah lama berteman kan "

Bayu meraih tanganku dan menggenggamnya, meyakinkan aku untuk bercerita kepada nya
.
.

"Jadi seperti itu" Ucap Bayu menatap ku

Aku hanya menatapnya dan menganggukkan kepalaku

"Aku sudah bercerita semuanya kepada mu, apa kamu bisa memegang janji mu tadi" Ucapku

Dia mengangguk

"Kamu jangan takut untuk selalu bercerita kepada ku, kita adalah teman"

Tringggg, suara bel sekolah berbunyi kembali

"Tidak sadar kita sudah menghabiskan waktu istirahat kita disini dan mengobrol selama ini, maaf gara-gara aku kamu terhalang memakan kue mu itu"

"Tidak apa-apa Nura, ini tidak akan basi kita bisa memakannya jam pulang nanti"

"Aku permisi dulu" Ucapku pamit
"Sampai jumpa" Jawabnya

Aku merasa ringan setelah berbagai masalah ku dengan nya, tapi kenapa aku juga merasakan risau?
.
.

Kamu anak yang baik dengan sejuta masalah yang rumit namun kau masih bisa bertahan, apaakah ada orang yang Setega ini?

"Aku tunggu di tempat biasa" Teriak Bayu

JOUSKA  [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang