4

64 59 15
                                        

"kamu kenapa?" Tanya Bayu menghampiri ku
"Tidak kenapa-kenapa" Jawabku
"Bohong, jika tidak kenapa-kenapa untuk apa kamu disini" Ucapnya melihat aku yang tengah duduk di bangku taman sekolah

Jangan dijawab tolong lidah tahan aku untuk tidak membicarakan tentang tadi pagi, aku akan malu jika dia tau apa yang terjadi dalam keluarga ku

"Dan tanganmu kenapa?"Tanyanya melihat beberapa jariku yang diplester
"Luka" Jawabku
"Iya aku tau, tapi luka karena apa?"
"Hanya kecelakaan kecil, bukan apa-apa"
"Ooohhh, hmmm sebenarnya kamu ada masalahkan?" Bayu mulai mencurigai ku
"Tidak ada apa-apa"
"Oh ya kamu pernah bilang bangku dan taman ini adalah tempat yang sangat tenang dan tentram, apa kamu sedang merasa tidak tenang? Atau sedang mencari ketenangan disini?"
"Tidak, aku memang biasakan disini"Jawabku
"Tapi biasanya kau selalu membawa komik, dan hari ini kenapa tidak?, Dan aku melihat mu melamun tadi, sudah pasti ada sesuatu?" Tanyanya mengintrogasi ku

Triiinggggggg,

"Sudah bel, aku masuk dulu" Ucapku pamit
"Tunggu, kau belum menjawab pertanyaan ku"
"Sudahlah tidak ada apa-apa, ayo kita masuk" Jawabku mengajaknya masuk kelas
"Baiklah tapi nanti kita pulang sama-sama" Teriaknya mengajak ku pulang bersama

Aku yang sudah sampai didepan kelas memutar tubuhku dan mengangukkan kepalaku
"Sampai jumpa" Teriaknya dari depan kelasnya
.
.
.

"Makasih untuk tumpangan nya" Ucapnya setelah aku mengantarkan dia pulang
"Sama-sama, tapi aku sudah seperti sopir pribadi kamu saja" Jawabku sambil tertawa
"Apa kamu keberatan?" Tanyanya    "jika keberatan bilang, besok aku akan pulang sendiri"
"Tidak aku hanya bercanda, jangan dibawa serius" Jawabku
"Tapiii"
"Aku tadi bercanda, kenapa kamu jadi serius begitu"
"Iya-iya aku tau kamu hanya bercanda, oh iya kamu mau masuk dulu?"
"Apa rumah mu menerima tamu hari ini" Tanyaku
"Pertanyaan macam apa ini, ayo cepat aku akan membuatkan makanan untuk mu" Ajaknya
.
.
.

"Kamu duduk dan tunggu di sini dulu ya, aku kedapur dulu, anggap aja rumah sendiri"

Aku duduk diruang tamu rumah Bayu melihat-lihat semua sudut ruang rumahnya melihat poto-poto yang terpajang hingga pandangan ku terfokus kepada sebuah bingkai besar yang berisi Poto keluarga, ada Bayu, ibunya, ayahnya dan seorang perempuan lebih tua dari Bayu, aku mendekati bingkai itu lebih jelas lagi

Mungkin perempuan ini kakaknya, lihat saja wajah mereka yang sedikit mirip, ternyata dia punya kakak perempuan, tapi dimana dia? Ah mungkin sedang kuliah atau tidak tinggal di kota ini? Tapi aku tidak pernah melihat orang tuanya selama ini, apa orang tuanya orang yang sibuk bekerja?

"Sudah siaaappp" Bayu keluar dari dapur membuyarkan dialogku dengan diriku sendiri
"Ini aku buatkan kamu orange jus dan beberapa cemilan" Ucapnya
"Terimakasih,sudah repot-repot" Jawabku
"Tidak ada merepotkan, aku hanya menuangkan jus itu dari kemasannya  ke dalam gelas itu dan mengeluarkan cemilan itu dari Bungkusnya ke piring itu," Ucapnya tertawa
"Aku tau, tidak mungkin kan kamu memasak secepat ini" Ucapku
"Apa kamu meragukan bakat memasakku?"
"Tidak, siapa yang meragukanmu aku tidak berkata seperti itu" Jawabku
"Tapi dari nada dan ekspresi wajahmu itu aku tau"
"Tidak, kamu hanya kebaperan saja" Jawabku  sambil tertawa
"Ohya itu Poto keluarga mu?" Tanyaku

Dia mengangguk kan kepalanya

"Kau punya saudara perempuan?"
"Iya"
"Terlihat di Poto itu sungguh keluarga yang bahagia kau beruntung" Ucapku
"Beruntung apanya?" Tanyanya
"Lihatlah wajah-wajah yang ada disana, tersenyum lepas sungguh visual yang harmonis bukan" Ucapku

"Kau hanya mengetahui sisi luarnya saja"
"Maksudmu?" Tanyaku
"Maksudku, segala sesuatu yang terlihat dari luar belum tentu sama dengan apa yang didalam" Jawabnya

JOUSKA  [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang