Nanon membuka matanya lebar lebar mendengar perkataan pawat dan nanon menelan ludahnya kasar.
" Glupp...."
Setelah mengatakan itu pawat berlalu keluar dari kamar menyiapkan saranpan pagi untuk mereka.
Sedangkan nanon masih mematung dan terus - terusan menampar pipinya .
" Apa aku mimpi ? "
" Ini terdengar nyata "
Nanon berdialog dengan dirinya sendiri .
Setelah puas berdialog akhirnya nanon keluar dari kamar dan duduk di kursi meja makan.
" Kita sarapan roti saja dulu nanti sore kita beli stok buat dimasak " Ucap pawat.
" Hm "
" Kok hmm sih ? "
" Iya pawat "
Pawat pun tersenyum dan menggigit kembali rotinya.
" Nanti pulang jam berapa ? " Ucap nanon.
" Siang , kelas ku cuma satu "
" Hmm baiklah "
" Kamu keluar jam berapa ? "
" Jam 12 "
" Cuma satu ? "
" Iya "
" Ohh okelah "
Setelah sarapan mereka pun bergegas berangkat ke kampus jalan kaki karna jarak nya tidak terlalu jauh dan mereka juga tidak memiliki trasnportasi.
" Hati - hati "
" Iya , paw juga hati - hati "
Mereka berpisah dengan senyuman yang terukir indah di wajah mereka.
Selama perkuliahan berlangsung pawat atau pun nanon sangat menikmati pembelajaran karna suasana hati mereka sangat berwarna seperti pelangi.
Nanon lebih dulu keluar dari kelasnya . nanon merasa sangat ingin bertemu dengan pawat walau mereka baru berpisah 3 jam yang lalu.
" Dimana ? "
Nanon menelpon pawat.
" Dikelas sebentar lagi keluar "
" Kelas mu dimana ? "
Setelah pawat mengatakan letak kelasnya nanon pun bergegas menuju kelas yang dikatakan pawat walau awalnya nanon harus bertanya kepada orang - orang yang ada di sana .
Pawat yang baru keluar dari kelas tersenyum senang melihat nanon duduk di depan kelasnya.
" Sudah lama ? "
" hm,,. ga sih baru aja "
Nanon merasa malu dan tersipu melihat pawat.padahal setiap hari mereka bertemu tapi entah kenapa setelah hari minggu kemaren mereka lebih sering merindu dan tersipu.
" Pawat senior nyariin kamu " Ucap salah satu mahasiswa.
" Oh iya makasih ya "
" Ayok " Ajak pawat.
" Kemana ? "
" Ke HIMA sebentar "
" Apa tidak masalah kalau aku ikut ? "
Pawat menggenggam tangan nanon dan berjalan .sedangkan nanon merasa sangat malu karna orang - orang menatap mereka.
Tok ...tok..tok....
" Masuk "
Ceklek...
Pawat pun membuka pintu dan masuk kedalam ruangan dengan tangan yang masih setia menggenggam tangan nanon.
" Ehh nanon " Ucap gulf yang melihat nanon.
" Eh phi "
" Hah ?? kalian saling kenal ? " Ujar pawat .
" Iya kan nanon - "
Gulf menggantung kalimatnya melihat nanon yang menggeleng.
Flasback On
Waktu nanon melihat - lihat lukisan seminggu yang lalu di ruangan seni nanon dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang pernah nanon lihat sangat akrab dengan pawat.
" Permisi "
" Hm iya "
" Dosen seninya dimana nong ? "
" Oh tadi katanya ada kelas sebentar phi "
Tak lama kemudian dosen yang di panggil phi oleh nanon pun masuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Eh gulf ada apa sayang ? "
Nanon mengerutkan keningnya terkejut bukan main mendengar perkataan dosen seni yang bernama mew itu.
" Eh phi " Gulf mengisyaratkan kepada mew kalau ada orang lain di ruangan itu.
" Eh nanon masih di sini ? "
" Iya phi "
" Nanon kenalin ini pacar phi yang paling imut " Ucap mew tersenyum.
" Phii apa-apaan sih " Gulf mulai kesal.
Karna bagaimana pun juga gulf masih mahasiswa di kampus itu , berbeda dengan mew yang seorang dosen.
" Hai phi gulf , kenalin saya nanon "
" Hmm baiklah nanon salam kenal "
Nanon sedikit merasa lega karna orang itu bukan siapa - siapa nya pawat.
Flashback Off
" Ohiya paw phi hanya ingin memberikan materi tambahan untuk debat internasional semester depan "
" Oh iya makasih banyak phi "
Gulf menatap lekat tangan pawat dan nanon yang masih setia berpegangan .
" Kalian mau nyebrang ? " Ledek gulf.
" Eh hehe phi kenalin ini - "
" Paw " Nanon memotong perkataan pawat.
" Ga usah dijelasin paw phi tau kok "
Pawat dan nanon tersipu malu mendengar perkataan gulf.
" Ya sudah phi kami pulang dulu "
" Oke hati - hati "
" Pamit dulu phi " Ujar nanon.
" Okeee " Gulf tersenyum manis kepada nanon.
Pawat dan nanon pun pergi dari ruangan dan berjalan menuju condo yang tidak terlalu jauh dari kampus.