Part 21

865 83 0
                                        

Moderator 

Alright, the final round is over and we will wait for the judges' decision based on points "

" Baiklah babak final sudah selesai dan kita akan menunggu keputusan para juri berdasarkan poin "

Para penonton pun merasa sangat gregetan menunggu hasil kompetisi dan para juri sibuk menghitung poin dari peserta thailand dan filipina.

Sedangkan pawat terlihat gelisah dari babak semi final sampai baba final karna pawat tidak melihat nanon.

Pawat merasa tidak senang karna nanon tidak menonton debatnya.

Dan pawat juga cemas terjadi sesuatu kepada nanon karna kontak nanon tidak bisa dihubungi.

Moderator 

Well, the judges have decided that the winner of this international debate competition will be won by Ohmpawat, the representative of Thailand "

" Baiklah para juri sudah memutuskan pemenang lomba debat internasional ini dimenangkan oleh Ohmpawat perwakilan negara thailand "

Semua orang bertepuk tangan dan tersenyum melihat pemenang dari semua peserta.

Departemen negara thailand juga sangat senang atas kemenangan perwakilan negara mereka sendiri.

" Hoihhh.... pawattttttt .. . "

" Pawattttt . . . . "

" . . . "

Para senior pawat pun tertawa puas dan merasa sangat bangga kepada pawat.

Mereka semua mengangkat pawat dengan tawa kegirangan karna usaha mereka tidak sia - sia .

Pawat juga sangat senang bukan main karna tidak menyangka bisa memenangkan debating tingkat internasional dengan 20 peserta.

Mereka semua sangat senang dan tidak mau menurunkan pawat walau pawat sudah meminta untuk diturunkan.

" ohmpawat please come forward "

Setelah mendengar moderator memanggil pawat mereka pun menurunkan pawat dan pawat bergegas maju ke aula .

Mereka semua mengabadikan moment itu dan hadiah yang pawat dapatkan ada 3 buah.dan tidak ada pilihan dan penolakan.

Terserah pawat mau menggunakan atau tidak ketiga hadiah itu.

Setelah selesai acara pemberian hadiah mereka pun mendokumentasikan hasil usaha mereka dengan gembira dan pawat juga sangat bahagia sampai melupakan alasan nanon tidak datang.

1 jam lamanya mereka menghabiskan waktu mengabadikan momen itu dan pawat juga bertemu dengan para departemen negara thailand.

" Dreetttttt ... Drettttt. . .Drttttt . ..  " Ponsel pawat berdering tapi masih dipegang oleh gulf sejak awal kompetisi.

Gulf pun mengangkat panggilan itu karna pawat masih ngobrol dengan orang lain dan gulf juga merasa harus mengangkatnya karna itu telpon dari nanon.

" Iya nanon manis " Ucap gulf lembut.

" Pawat dimana ? "

Gulf menaikkan satu alisnya karna yang berbicara bukan nanon tapi suaranya terdengar seperti orang yang sudah berumur.

" Pawat masih berkomunikasi dengan departemen negara om " 

" Tolong katakan padanya nanon kecelakaan dan sekarang di rumah sakit Thomas "

" Nutt...nutt... " Panggilan diputuskan sepihak.

Gulf mematung mendengar itu dan gulf benar - benar merasa sangat kasihan kepada pawat dan nanon.

Tak lama kemudian pawat pun datang menghampiri gulf.

" Pulang sekarang yuk phi "

" Hmm iya "

Mereka semua pun pulang dan hanya gulf yang satu mobil dengan pawat.gulf benar - benar merasa kesulitan mengatakan itu.

" Phi nanon pasti sangat senang karna dari kemaren dia selalu mendukung ku "

Pawat tersenyum senang memikirkan ekspresi nanon jika sudah mengetahui kalau dia menang.

" Glupp!! . ." Gulf menelan ludahnya kasar .

" Kenapa kerumah sakit phi ? " Tanya pawat bingung.

Gulf hanya diam karna tidak tau harus mengatakan apa.jadi gulf memutuskan untuk membawa pawat langsung ke ruangan nanon.

Gulf turun dari mobil dengan perasaan yang sangat bercampur aduk.gulf sangat tidak tau harus melakukan apa jika pawat sudah tau.

" Phi mau ngapain ? " Pawat pun turun dari mobil.

" Ikuti phi saja "

Pawat pun mengikuti gulf santai karna pawat merasa tidak ada yang janggal dan mengganggu perasaannya.

Hingga tiba di depan sebuah UGD Pawat menaikkan alisnya bingung karna didepan ruangan itu sudah ada kedua orang tuanya dan kedua mertuanya sedang menangis pilu.

Pawat berlari menghampiri mereka dengan perasaan yang sangat cemas.tapi pawat benar - benar tidak memikirkan nanon.

" Kenapa ma pa ? "

" Hiks . .. hiks .. . hikss .. . . "

" Hiks. . .hiks. . . hiks .. .. "

Hanya ada suara tangisan dan kedua orang tua pawat dan mertuanya hanya menundukkan kepala.

" Kenapa ma pa jawab pawat kenapa ?? "

Pawat semakin sangat khawatir karna kedua orang tua dan mertuanya hanya diam.

Pawat yang mulai kesal dan sangat panik pun memutuskan melihat kearah pintu UGD melalui sisi transparan dan pawat seketika melemah dan tidak sanggup menopang tubuhnya melihat nanon didalam UGD terbaring tak sadarkan diri.

Pawat tidak mengedipkan matanya dan bulir - bulir air mata membasahi pipinya dan tulang pawat terasa rapuh dan hatinya remuk hancur.

Seakan penglihatan pawat gelap semua dan tujuan hidupnya seakan hilang begitu saja.

Gulf refleks menghapus punggung pawat.gulf sangat merasa sedih melihat keadaan nanon dan pawat.

" Akhh ..  .nanon Aaaa. . .hiks. . .hiks . ..  " Pawat menangis dan menepuk - nepuk dadanya .

" Akhh.... nanonn ini sangat sakit hiks. . .hiks .. "

" Kenapa kamu berada didalam sana NANONNN .. . "

" Aaaa. .. hiks. .. hiks. . ."

Pawat benar - benar merasa sangat terluka dan frustasi melihat nanon yang terbaring dan dikelilingin oleh tenaga medis.

Orang tua dan mertuanya pun menenangkannya.

" Sudah sayang nanon pasti akan baik - baik saja " Ujar mama pawat.

" Sabar pawat , nanon pasti kuat " Ujar tuan korn.

Mereka semua memeluk pawat erat menenangkan pawat yang terlihat kehilangan arah dan tujuan hidup.

.

.

.

Jangan Lupa Vote dan Komen na..

Before you go [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang