Part 20

912 74 0
                                        

Tak terasa hari yang ditunggu - tunggu pun tiba hari dimana pawat akan mengikuti kompetisi debat internasional dan tuan rumahnya adalah negara thailand sendiri.

Pawat dan para seniornya sudah menyiapkan semuanya secara matang - matang dan mereka sudah tidak sabar untuk menonton pawat kompetisi.

Pagi - pagi sekali nanon sudah bangun lebih cepat dari pawat dan untuk pertama kalinya.

Nanon menyiapkan segala keperluan pawat bahkan hal yang tidak terlalu diperlukan pun nanon siapkan.

Nanon memang selalu mendukung pawat baik dari segi dukungan fisik maupun hati.

Dukungan dari fisik nanon selalu setia menemani pawat latihan walau seharian harus di kampus.

Dan dukungan hati nanon selalu mendoakan pawat menang dan selalu mengucapkan kata semangat untuk pawat setiap harinya.

Nanon tidak bisa memasak jadi nanon hanya melihat tutorial untuk membuat makan yang akan pawat makan.

" Ini susah banget sih " Batin nanon .

" Crashh!!... "

" Crackk..."

" Gedebum!!.."

" Klotak.."

Pawat yang mendengar keributan di dapur berlari ke arah dapur karna takut terjadi apa - apa .

" Sayangggg. . . ."

Pawat menarik nanon menjauh dari minyak panas yang meletup - letup diatas wajan.

" Kenapa sih ? " Nanon terkejut karna pawat tiba - tiba muncul.

" Kamu ngapain sayang ? "

" Lagi ngopi ! . . , dah jelas - jelas lagi masak malah ditanya " Kesal nanon.

Pawat tersenyum melihat nanon kesal dan pawat merasa tersentuh karna usaha nanon yang membuat sarapan untuknya.

" Awas biar paw aja "

Pawat menggeser nanon dan mulai memasak bahan - bahan yang ada di atas meja.

Nanon hanya diam karna memang nanon juga merasa takut karna tak pernah melakukan itu.

" Duduk di meja saja tunggu paw ini bentar lagi masak "

" Hmm "

Nanon pun duduk di meja makan dengan perasaan yang kurang nyaman karna usahanya memasak untuk pawat gagal dan malah pawat yang memasak untuknya.

Setelah masakan matang pawat pun menyajikannya diatas meja makan.

" Ayok makan "

Nanon hanya diam dan makan dengan diam tanpa mengajak pawat berbicara.

" Nanti paw pergi sama siapa ? "

" Hmm sama p'gulf "

" Nanti aku nyusul boleh kan ? "

" Ya ampunn boleh sayangg..."

" Tapi sama siapa perginya kan paw duluan ? " Ujar pawat.

" Hmm sama supir aja "

" Ohh iya - iya kalau udah nyampe kabari paw "

" Iya "

Tak terasa sarapan pagi mereka pun selesai dan nanon mencuci piring kotor sedangkan pawat mandi dan siap - siap untuk pergi karna kompetisi diadakan jam 10 pagi.

Setelah pawat selesai bersiap - siap dia pun mengabari gulf untuk menjemputnya.

" Paw nanti harus tenang ya debatnya "

Before you go [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang