"Kenapa kamu nanya kaya gitu Del ?" Tanya Ashel balik , namun ga ada jawaban dari Adel , Adel hanya diam
"Aku suka sama kamu Del , aku udah lama nyimpen rasa ini buat kamu , tapi kamu ga pernah ngeliat dan ga pernah ngrasa , sakit Del , sakit yang...
"loh sepedaku kemana ini?" tanyanya dengan mata yang melihat kesana kemari
"kamu tadi naik sepada , kamu taroh dimana Del ?"
Adel berjalan maju dan berhenti di tepat dimana sepeda nya terparkir tadi pagi
"disini flor aku markirnya"
Tiba-tiba Ashel datang bersama cowonya dan menghampiri mereka berdua , dan lagi-lagi Adel terkejut Karena....
"nih ban sepeda lu" ucapnya sembari melempar ban sepada ke arah Adel
Adel sangat kaget , memang benar itu ban sepeda nya yang tadi pagi ia pompa sebelum berangkat ke sekolah
"lu apaan dah Rel , gaje banget kalian berdua , beraninya ngrusak sepeda Adel" ucap Flora dengan nada tinggi
Flashback On
Ashel keluar dari kelas , setelah ia ditinggal Adel dan Flora pergi ke kantin , tetapi Ashel tidak pergi ke kantin melainkan ia menemui seorang cowo yang berada di kelas samping nya
Ia masuk ke kelas nya dan langsung duduk disamping salah satu cowo itu
"hai sayang" sapanya
"hai"
"kenapa cemberut gini sih , siapa yang berani ngebuat pacaran aku cemberut kaya gini" ucapnya sambil mengelus rambut Ashel
Ashel langsung memeluk cowo itu dan menceritakan apa yang terjadi tadi pagi sampai saat ini
"apa harus kita ngerjain tu anak" ucapnya , lalu diangguki oleh Ashel
Tak lama mereka keluar dari kelas dan menuju ke parkiran , bukan hanya berdua tapi mereka ber lima , yang tiga teman dari cowo itu ,
"kayanya itu sepeda dia" ucap salah satu dari mereka
"iya udah lakukan apa yang tadi kita rencanakan"
Setelah itu mereka membawa sepeda tsb kegudang yang berada di samping kelas yang ada didepan , dan mereka juga mencopot kedua ban sepeda tsb , dan juga merusaknya
Flashback Off
"nih hukuman yang pantes buat lu karena ga mau ngerjain tugas gua" ucap Ashel yang sembari tadi tersenyum miring
"dan ngebuat gua dihukum gara-gara ga selesai ngerjain tugas" lanjutnya
Kini Adel hanya bisa terdiam dan menunduk , bukannya dia ga berani melawan , karena sudah jelas ada peraturan-peraturan di sekolah yang harus ia laksanakan . Apalagi saat ini ia mendapat bantuan dari pemerintah dan akhirnya bisa sekolah , ya meskipun menjadi murid baru
Adel terlahir dari keluarga yang sangat kaya raya , ayahnya memiliki beberapa perusahaan di seluruh dunia , namun semua itu tidak lama yang Adel rasanya , sampai perusahaan ayahnya yang tiba-tiba bangkrut , bukan hanya satu melainkan semuanya tanpa terkecuali , dan disaat itu juga ayah Adel mengidap penyakit yang sangat berbahaya , duh keknya bahaya banget nihh ...
Dari situ satu persatu kerabat / saudara dari ayah maupun bundanya menjauh , dan tidak menganggap lagi mereka sebagai kerabat , dikarenakan keluarga Adel yang sudah jatuh miskin dan tidak mempunyai apa-apa lagi
"dah tu ambil ban lu , dan ambil juga sepeda rosokan lu di gudang" ucap Farel semabari menunjuk gudang tsb
"gila kalian , bisa-bisanya berbuat se-enaknya kaya gini" ucap Flora , langsung menarik tangan Adel untuk menuju ke gudang tsb
Ashel dan Farel langsung menaiki mobilnya masing-masing dan langsung meninggalkan sekolah , dan diikuti ketiga temannya Farel
Disisi lain ...
Adel dan Flora kini berada di dalam gudang tsb , dan mendapati sepeda Adel yang sudah dirusak oleh lima anj*ng yang tak bertanggungjawab
"aduh Del sepeda kamu kok sampe kaya gini sih , ini mah udah ga bisa dipakai Del" ucap Flora
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anggap aja seperti ini yah 😌
Adel masih terdiam dan menatap sepeda yang berada di depannya itu , karena Adel teringat saat ia berjuang untuk membeli sepeda tsb , agar ia bisa kemana saja tanpa harus jalan kaki
Tiba-tiba air mata lolos dari mata Adel , ia sudah tidak bisa menahannya lagi , karena sepeda satu-satunya yang ia miliki sekarang sudah rusak dan tak bisa digunakan lagi
"Del , kamu yang sabar yah" sambil mengelus pundak Adel
"iya , m-makasih Flo" air mata masih mengalir dipipi Adel
"iya udah kamu aku antar pulang aja gimana , kebetulan aku bawa mobil"
"ga usah Flo , aku pulang sendiri aja , sekalian mau jual sepeda ini ke tukang rongsokan" sambil tersenyum tipis dan mengusap air mata , yang mengalir di pipinya
"aku temenin aja Del , gapapa kok kan kita sekarang temen , dah yuk gada penolakan titik" sambil membawa sepeda Adel yang rusak dan dimasukkan ke dalam mobil
Kini Adel dan Flora telah sampai di depan gang rumah Adel , gang yang sempit dan juga agak kotor dan bau
"sampe disini aja Flo , itu rumah aku masuk ke gang , iya udah aku balik dulu yah" ucap Adel
"oh iya udah , ati-ati ya Del"
"iya Flo , makasih ya udah nganterin , maaf ngerepotin"
"dah gapapa ko , besok aku jemput gimana ?" tanya Flora
"ga usah Flo , makasih banyak , ini aja dianterin udah makasih banget akunya"
"emang besok mau naik apa kamu kesekolah ?" tanya Flora , lalu mengangkat satu alisnya
Adel diam , karena ia juga tidak tau besok kesekolah mau naik apa , sedangkan sepeda nya sudah di jual ke rongsokan
"udah ya besok aku jemput TITIK pokoknya" ucap Flora , dengan menekan kata tsb
"iya udah , makasih ya Flo" ucapnya , dan diangguki oleh Flora
Kini mata Adel memerah ingin menangis , karena ia bisa berteman dengan Flora , karena sebelumnya tidak ada yang mau berteman dengannya karena ia miskin , dan Adel juga sering di-bully .
Kini Adel keluar dari mobil Flora , dan melambaikan tangan ke arah Flora , mobil Flora udah mulai menghilang dari pandangannya dan Adel pun mulai melangkah kan kakinya masuk ke gang yang menuju kerumahnya ..
Makin ngawur aja yah , maaf ya 🙏 Bener aku baru aja buat ini , baru pertama kalinya Semoga kalian suka yah , Lanjut part......?