11. Rasa Penasaran

475 71 1
                                        

Sembari membuat teh, Yuuji dibuat cekikikan oleh sosok hantu bertubuh jangkung yang menceritakan kesehariannya selama pemuda tersebut beraktivitas di luar rumah, sosok bernama Satoru menceritakan dirinya yang menonton kartun di televisi dan menceritakan kisah kartun anak-anak yang ia tonton tersebut dengan sangat antusias

Seperti anak kecil, pikir Yuuji gemas

"Yuuji, tetapi kenapa kau membiarkan orang itu masuk ke rumah? Seharusnya kamu tidak membiarkan orang tidak dikenal masuk ke rumah!" omel sosok bersurai putih tersebut kepada Yuuji yang sedang mengaduk cangkir teh

Menghela nafas pelan, "Jangan begitu! Suguru-san yang merawat rumah ini sebelum ada aku, tahu! Memangnya kau tidak pernah melihatnya? Dia sering datang kemari loh" Yuuji bertanya heran

Netra biru kristal itu menatap langit-langit dan terlihat berpikir keras, Satoru menggelengkan kepalanya, "Uh. Tidak ingat! Sebelum ada kamu, aku selalu berada di kamar mandi, tidak memperdulikan siapapun yang datang"

Itadori Yuuji tambah bingung, "Hah? Kenapa pula kau disana?"

"Tidak tahu, rasanya nyaman. Mungkin itu tempat favoritku saat masih hidup" ujar Satoru melalui gerakan bahasa isyaratnya

"O-oh begitu.." balas Yuuji canggung, kemudian ia melangkah dengan dua cangkir teh di genggamannya, "Ayo ikut juga Satoru" ajaknya dan dibalas dengan anggukan oleh sosok dengan kepala putih tersebut

"Heei Suguru-san, apakah sudah selesai?" ucap pemuda bermarga Itadori dengan netra berwarna hazelnya celingak-celinguk mencari keberadaan tamunya

Terlihat dari kejauhan sosok pria jangkung bersurai hitam berjalan mendekat, dengan membawa kantung sampah berisikan bunga-bunga dan dedaunan dari taman misterius —yang tidak dapat dikunjungi Yuuji— di bagian belakang rumah

"Sudah selesai?" tanya Yuuji sumringah dengan dua cangkir teh beraroma harum, jemari lentiknya bergerak menyodorkan satu cangkir untuk pria bernama Suguru Geto

Menaruh kantung sampah tersebut, Suguru lantas menghampiri pemuda tersebut dan duduk di pinggir teras halaman depan, teras tersebut berlantai kayu dengan design agak tinggi daripada tanah, "Terima kasih tehnya, omong-omong aku belum tahu namamu loh"

"Itadori Yuuji" balasnya cepat sembari menyeruput teh hangat yang dibuatnya

"Baiklah, terima kasih Yuuji"

"Jadi bagaimana kesanmu tinggal di rumah ini?" Suguru membuka percakapan sambil memandangi kebun dengan bibit yang ditanam oleh si pengontrak rumah, "Apakah cukup nyaman?"

Itadori Yuuji mengangguk kecil dan tersenyum tulus, "Sangat nyaman, terimakasih"

Sedangkan netra hazelnya terkunci pada sosok Satoru yang sedang memandangi kantung bunga-bunga berwarna biru yang telah dikumpulkan sang pengurus

"Baguslah jika begitu, kupikir kamu tidak akan nyaman disini, rumahnya cukup besar untuk kamu tinggali sendiri, kupikir akan terasa sepi jika tinggal sendirian disini" Suguru berbicara

"Tidak juga kok, aku senang tinggal disini, menenangkan sekali suasananya hehe" balas yang lebih muda sambil tertawa kecil, tentu saja alasan sebenarnya karena ada sosok Gojo Satoru yang menemaninya disini

Melihat sosok Satoru yang berjalan kembali mendekati dan menatap intens Suguru yang sedang duduk diam, pemuda bernetra hazel itu membuka pembicaraan baru

Yuuji menunduk dan menatap cangkir tehnya, "Umm, apakah ada sesuatu di belakang sana Suguru-san?"

Pria modis dengan surai hitam pekat di sampingnya tersentak pelan, "Kau tidak boleh berkunjung disana, tempat itu adalah sesuatu yang tidak perlu kamu ketahui, mengerti?"

"Oh.. Iya, maaf. Namun jika kulihat, tempat itu juga berisikan tanaman ya? Dan ada bunga-bunga juga..." tanya Yuuji dengan nada pelan

"Tolong jangan mencari tahu. Sungguh, tempat itu tidak perlu kau ketahui" tegas Suguru dengan sorot matanya agak sinis

"Maaf Suguru-san.. aku tidak bermaksud" timpal Yuuji dengan rasa agak bersalah, banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepalanya, apakah tempat itu berhubungan dengan Satoru? Lalu apakah Suguru-san mengenal Satoru?

Ingin sekali Yuuji melontarkan semua pertanyaan yang terpikirkan di kepalanya, namun hal itu tidak mungkin ia lakukan karena dengan reaksi pria modis bersurai hitam itu saja yang seolah memperingati bahwa dirinya tidak berhak mengetahui seluk-beluk rumah tersebut apalagi soal pemiliknya. Jadi pemuda itu memutuskan untuk tidak bertanya apapun lagi

Itadori Yuuji mengamati sosok pria bersurai hitam dengan rambut terkuncir di sampingnya terlihat melamun dan sorot mata legam tersebut mengarah kepada bunga-bunga layu yang telah ia kumpulkan sendiri, bagi orang yang peka seperti Yuuji, Yuuji bisa menyimpulkan bahwa tatapan tersebut terlihat kosong dan sedikit sedih

Merasa bingung dengan keheningan yang menyelimuti, sosok hantu yang daritadi hanya mengamati pun membuat gerakan isyarat yang ditujukan kepada Yuuji

"Yuuji apa kau bisa tanyakan padanya apakah dia mengenalku"

Kepala pink tersebut menggeleng tanda tidak setuju pada permintaan sosok tersebut

Triing! Triing!

Bunyi panggilan telepon dari saku Suguru berdering keras dan mengagetkan keduanya, spontan Suguru meminta waktu untuk menjawab panggilan tersebut, yang lebih muda pun mempersilahkannya

Lalu tidak lama kemudian, Suguru kembali dan berpamitan kepada Itadori Yuuji karena ada urusan mendadak yang mendesaknya untuk pergi ke suatu tempat, setelah mengantar Suguru pulang, pemuda bermarga Itadori bersama sosok hantu bernama Satoru yang selalu menemaninya itu duduk bersebelahan sambil menonton televisi

"Hei Yuuji"

Yuuji berdeham, "Apa?"

"Kenapa tadi mengabaikanku, kenapa pertanyaanku tidak kau sampaikan?" Satoru menyelesaikan gerakan bahasa isyaratnya, bertanya dengan rasa penasaran

"Maafkan aku, kau lihat sendiri reaksi Suguru-san tidak baik saat aku menyinggung soal bagian belakang rumah tadi. Kurasa saat ini bukan waktu yang tepat" Itadori Yuuji menjawab tenang, sambil memikirkan ekspresi tegas yang Suguru-san buat tadi, membuatnya takut dan mengurungkan niat untuk bertanya lebih jauh

"Baiklah aku mengerti" Satoru tertawa kecil, "Tidakkah kamu penasaran soal bagian belakang rumah ini, Yuuji?" kalimat pertanyaannya di akhir membuat Yuuji diam, dia sangat penasaran namun juga takut untuk melanggar perkataan Suguru-san

"Jangan, Satoru" bantah Yuuji cepat, "Lain kali saja, jangan diam-diam kesana atau aku tidak akan berteman denganmu lagi"

Mendengar perkataan Yuuji, sosok hantu dengan proporsi tubuh tinggi itu sontak terdiam dan mengalihkan pandangannya dari si pemuda

"Aku bercanda, maafkan aku hehehe" pemuda bernama Itadori Yuuji itu cengengesan merasa tidak bersalah sedikitpun, namun ia langsung panik saat melihat Satoru menangis di sebelahnya

"S-satoruuu!" Yuuji berusaha meraih pundak sosok itu dan menepuk-nepuknya namun tetap saja, jemarinya menembus sosok Satoru

Pemuda bernetra hazel itu benar-benar panik, "Satoru maafkan aku, aku benar-benar hanya bercanda, tolong maafkan aku"

Terdiam untuk beberapa saat, akhirnya kepala putih Satoru terangkat dan saling bertatapan dengan pemuda di sampingnya. Gojo Satoru memasang wajah meledek dan menjulurkan lidahnya meledek si pemuda

"Aku juga bercanda, wleeh"

"H-hahh.. Aku benaran panik loh Satoru, wajahmu terlihat sedih apalagi sampai nangis begitu"

"Aku bercanda.. tapi di saat bersamaan aku tetap merasakan sedih, jangan bercanda seperti itu lagi"

Yuuji berdeham pelan, "Kalau sampai membuatmu sedih maka namanya bukan bercanda, baiklah tolong maafkan aku ya Satoru, aku tidak akan mengulanginya lagi"

"Janji?"

"Janji dong"

###

thanks for reading! sampai jumpa di chapter selanjutnya

lebih panjang sedikit ya di chapter ini btw wkwkwk, enjoyy

amnesia ; goyuuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang