"Aku baru tahu kalau kau sangat menyukai Baseball" ucap Fushiguro Megumi sambil meletakkan botol minum disebelah teman lelakinya
Yuuji berdeham, "Yah begitulah.. oh! dimana Nobara?"
"Dia ikut klub bela diri, mau kesana?" tanya Megumi
"Ayo!"
Mereka pun meninggalkan area lapangan yang dikhususkan untuk Baseball, sesaat pemuda bermarga Itadori melemparkan lambaian kepada teman-teman se-clubnya yang masih ada di lapangan luas tersebut
Pria bersurai hitam pekat pun membuka pintu ruangan klub bela diri, netra legamnya langsung mendapati Kugisaki Nobara yang sedang beradu jambak dengan seorang murid
wanita
Dengan sigap Megumi dan Yuuji langsung menahan teman gadis mereka begitu melihatnya, begitupun dengan si murid wanita yang akhirnya berhasil ditahan oleh yang lain
Pria bermarga Fushiguro berucap, "Apa ini Kugisaki!! kamu benar-benar tidak tenang ya kalau tidak mencari masalah dengan orang lain"
Nobara memotong cepat, "Kau tidak tahu saja Megumi, dia selalu mencibirku sejak masuk kesini dan dia bilang aku lemah! sialan, mana aku terima!!"
"Siapa dia, Nobara?" tanya Yuuji yang masih tetap tenang melerai sepasang teman smp tersebut
"Mai Zenin, dia satu kelas diatas kita" acuh si gadis sambil menyisir rambut dengan jemarinya
Yuuji membuang nafasnya pelan, "Yasudah.. Nobara, setidaknya jangan gunakan kekerasan karena kalian akan terus bersama dalam klub ini"
"Kau benar Yuuji.. ah, ternyata susah sekali untukku mengendalikan emosi" balas gadis bersurai coklat sambil tertawa remeh
Brakk!!
"MAI ZENIN!"
Suara menggema seseorang dari pintu ruangan menyita perhatian mereka yang berada di dalam
Dia adalah seorang murid perempuan berkacamata dengan rambut diikat, wanita itu jalan berdentum mendekati murid bernama lengkap Mai Zenin yang masih terlihat kesal
"Kamu berkelahi lagi?! berapa kali kubilang untuk ramah pada orang lain" ucapnya sambil menatap Mai yang menatapnya geram
Mai membantah, "Itu salahnya karena menatapku dengan sinis! tatapannya menyebalkan, Maki"
Murid wanita berkacamata itu langsung menarik lengan Mai Zenin mendekati ketiganya
Mereka —Maki dan Mai— pun menundukkan kepala sesaat di depan si gadis bersurai coklat, walaupun Mai ingin memberontak namun dia tidak bisa karena Maki menahannya
"Maafkan adikku ya.. dia memang suka mencari masalah dengan orang lain, dia itu masih kekanakan" ucapnya sambil tersenyum tipis
Mai melepaskan jemari sang kakak dari lengannya, "Awas saja kau Maki!" kemudian dia berjalan meninggalkan ruang klub dengan langkah berdentum
Gadis bernama lengkap Kugisaki Nobara pun mengangguk dan membalas senyuman si wanita berkacamata, "Tidak apa-apa"
"Syukurlah, namaku Maki, dan kalian?" tanya Maki sambil menatap ketiganya bergiliran
"Itadori Yuuji"
"Fushiguro Megumi
"Dan aku Kugisaki Nobara"
Wanita bernama Maki Zenin mengangguk-angguk paham, "Karena aku setingkat diatas kalian, panggil aku senpai ya"
Yuuji membalas cepat, "Baiklah Maki senpai"
Gadis bersurai coklat juga membalas, "Semoga kita bisa berteman baik, senpai"
"Tentu"
Tidak terasa, waktu telah berlalu sejak saat itu dan sekarang Itadori Yuuji sudah dalam perjalanan kembali ke rumahnya, dia menyumpal telinga dengan earphone putih yang selalu dibawa
Lantunan musik bisa menenangkannya saat Yuuji melihat keberadaan 'para hantu' yang terkadang membuatnya tidak nyaman
Itadori Yuuji akhirnya turun di halte bus biasanya, dari sini dia akan berjalan sekitar 10 menit menuju rumah itu
Pemuda bersurai pink itu berhenti melangkah saat melihat 2 orang yang begitu dikenal tersenyum kearahnya, kemudian Yuuji langsung berlari dan memeluk orang tersebut
"Anakku, Yuuji bagaimana kabarmu?" tanya nyonya Itadori sambil menciumi pipi putra semata wayangnya
Yuuji tersenyum hangat, "Aku baik.. bagaimana dengan kalian?"
Sang kepala keluarga pun turut tersenyum tipis, "Kami pikir kamu sudah pulang"
"Ah! sebentar" Yuuji berjalan duluan membukakan pintu, dia bisa melihat sosok Gojo Satoru yang daritadi memandang interaksi keluarga kecil tersebut
Dengan tatapan sayu atau sedih? entahlah Yuuji tidak terlalu menyadarinya
Pintu rumah terbuka, Yuuji langsung ke dapur untuk membuatkan teh hangat sementara kedua orangtuanya duduk santai di sofa ruang keluarga sambil memandangi seisi rumah
Itadori Jin berbicara, "Rumah ini lebih bagus dari yang aku duga"
"Aku juga merasa begitu" timpal nyonya Itadori sambil melukis senyuman
Tidak lama pun Yuuji terlihat datang sembari membawa nampan dengan 3 teh hangat di atasnya, dia meletakkan nampan tersebut di meja
"Apakah rumah ini nyaman bagimu, Yuuji?" tanya nyonya Itadori tepat setelah menyeruput teh hangat buatan sang anak
Yuuji mengangguk cepat, "Iya nyaman"
Sang kepala keluarga hanya diam menatap interaksi ibu-anak tersebut, sebenarnya Itadori Jin memikirkan hal lain
"Yuuji" panggil sang kepala keluarga, "Disini ada hantu kan?"
Pemuda bersurai pink pun sempat tersentak kecil, tidak ada gunanya jika dia berbohong, itu semua karena Itadori Jin, ayahnya, memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan merasakan aura dari 'para hantu'
Berbeda dengan Yuuji yang bisa melihat, mendengar bahkan berinteraksi langsung
"Iya, ada ayah" jawabnya pasrah saja
Itadori Jin pun tersenyum tipis, "Walaupun begitu sepertinya akan baik-baik saja karena kau nyaman disini, jangan lupakan perkataan ibumu ya"
"Aku akan mengingatnya ayah"
Nyonya Itadori menyahut di tengah-tengah pembicaraan itu, "Nah Yuuji, bagaimana sekolahmu?"
Mendengar pertanyaan dari sang ibu pun Itadori Yuuji menjadi antusias karena dia ingin menceritakan banyak hal
"Aku masuk di klub Baseball, setelah itu—"
.
.
Pemuda bersurai pink itu melambaikan tangannya sambil tersenyum kearah kedua orangtuanya yang sudah berada dalam mobil hitam pekat dan akhirnya melaju pergi
Itadori Yuuji masuk ke dalam rumahnya kemudian duduk di sofa, "Keluarlah Satoru, aku tahu kamu ada di balik tv"
Tak lama pun sosok bersurai putih pun menampakkan dirinya di hadapan Yuuji sambil cengengesan
"Maaf aku tidak bisa berbicara denganmu, aku tidak menyangka orangtuaku datang tiba-tiba" ucap Yuuji pelan
"Tidak apa-apa Yuuji, orangtuamu lebih penting"
"Lagipula pertemanan ini hanya kita yang tahu kan" setelah itu Gojo Satoru tertawa kecil
Yuuji tersenyum tipis, "Iya benar.. hanya kita yang tahu"
###
thanks for reading! sampai jumpa di chapter selanjutnya
aku ucapkan terimakasih buat yang udah baca ceritanya sampe sini (walaupun cerita ini mengalami masa hiatus yang super panjang)
enjoy! dan sampai ketemu lagi di chapter selanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
amnesia ; goyuu
FantasySebuah kisah singkat antara manusia dan hantu yang saling terpikat
