09. Keinginan Kecil

500 78 0
                                        

"Yuuji.. ini sudah larut malam apakah belajarnya belum selesai?" arti dari gerakan jemari Satoru yang berdiri tepat disebelah kursi belajar sang manusia

Itadori Yuuji menggeleng pelan, "Tidak kok, sebentar lagi selesai"

Setelah 10 menit pun akhirnya pemuda itu bisa merapikan buku-bukunya dan meregangkan ototnya yang terasa pegal

"Satoru? kamu ada dimana?" panggilnya saat menyadari bahwa sosok tersebut hilang dari pandangannya, dan Itadori Yuuji berteriak nyaring begitu melihat sosok hantu Satoru muncul dari balik cermin di hadapannya

Yuuji memegangi dadanya yang masih berdebar karena sangat terkejut, "Satoru, itu tidak lucu lagi, aku merasa jantung ini berhenti sesaat tadi"

Sedangkan sosok si pelaku hanya memandang dan berbahasa isyarat lagi, "Baiklah, maafkan aku ya"

"Kamu istirahatlah Yuuji" kata Satoru yang sudah berjalan hampir keluar dari pintu kamar si pemuda, namun tertahan karena Yuuji memanggilnya tiba-tiba

Gojo Satoru berbalik badan dan menatap si pemuda yang masih belum angkat bicara lagi, "Ada apa?"

"Itu" Yuuji menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Kamu boleh kok menemaniku tidur disini"

"Yang benar?"

"Iya"

"Kenapa tiba-tiba begitu?"

"Jawab saja mau atau tidak" tegas Yuuji, sepasang netra kristal menatap dirinya heran

"Kalau Yuuji bilang begitu.." sosok berambut putih salju mengembangkan senyumannya, "Baiklah! ayo tidur bersama"

.

.

Kira-kira sudah 20 menit berlalu dan keduanya masih bungkam dan saling larut dalam pikiran masing-masing

Dalam posisi sosok Satoru yang duduk bersandar pada tembok sedangkan Yuuji tiduran di atas kasur minimalis dengan sprei berwarna abu-abu itu

Hingga Itadori Yuuji tersadar dari lamunannya dan mendapati sepasang netra kristal sedang menatapnya intens, "Kenapa melihatku?"

Sosok yang dimaksud tetap menatap dengan binar polosnya, "Memangnya kenapa?"

"Kenapa kamu melihatku seperti itu"

Gojo Satoru menurunkan sebelah tangannya dari dagu dan berbahasa isyarat, "Hanya ingin saja"

"Kenapa tidak tidur?" tanyanya masih menatap pemilik netra hazel

"Kalau bisa begitu maka sudah kulakukan daritadi" Yuuji mengacak rambutnya asal, "Saat kecil dahulu ibuku selalu bersenandung supaya aku bisa tidur"

"Jadi kau ingin ibumu kesini?"

Pemuda bersurai pink pun tertawa dan menggeleng pelan, "Tidak tidak, maksudku bukan begitu. lalu, kubilang itu saat diriku masih kecil Satoru! dasar kau ini, pasti tidak menyimak kan"

Sosok bersurai putih salju pun ikut tertawa hingga matanya menyipit dan mulai menggerakkan jemari lagi

"Andai aku bisa bicara, maka aku akan membuat Yuuji tidur sepuluh ribu kali dengan senandungku"

Yuuji tertawa antusias, "Kenapa sampai sepuluh ribu kali"

"Semakin banyak semakin bagus, Yuuji" senyum hangat sosok Satoru belum memudar lalu ia mulai berbahasa isyarat kembali

"Yuuji, menurutmu akan seperti apa bunyi suaraku?"

"Hmm" Itadori Yuuji menaruh sebelah tangan di dagunya sambil berpikir, "Suara Satoru ya.."

"Sepertinya suaramu akan berat namun tetap terkesan tenang, terus lembut pula, mungkin" Yuuji terkikik pelan

Sosok Gojo Satoru menghela nafasnya pelan sambil tersenyum tipis, "Kalau aku diberi kesempatan"

"Meski hanya sekali, aku ingin Yuuji bisa mendengar suaraku"

"Semoga Tuhan mendengarkan permintaanku saat ini" netra kristal itu beralih memandang langit bertaburkan bintang-bintang dari balik jendela

###

thanks for reading! sampai jumpa di chapter selanjutnya

amnesia ; goyuuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang