•Chapter 03.

29.9K 1.3K 44
                                        

Gus Zafran sedang menghukum santri yang kedapatan pacaran di area pesantren. Ya, peraturan di pesantren tersebut yaitu di larang keras berpacaran. Kalau sampai kedapatan, hukuman nya di permalukan di depan semua santri.

Alicia juga pernah kena hukuman dari Gus Zafran. Di hukum jadi istri nya ya gus? Bukan lah.. oke lanjut.. Alicia di hukum karena kesalahpahaman. Zafran menangkap basah Alicia yang diam-diam mengirim surat kepada salah satu santri putra. Padahal, bukan Alicia yang mengirim surat tersebut, ada santri wati yang iseng dan sengaja ingin mengerjai Alicia.

Pertemuan pertama Gus Zafran dengan Alicia tidak semulus yang di bayangkan. Karena ulah Alicia, Gus Zafran sampai jatuh ke comberan.

Saat itu, Alicia masih menjadi santri baru. Dan dia, suka melanggar peraturan di pesantren. Alicia adalah gadis yang cengeng, Gus Zafran pertama kali melihat Alicia tengah menangis di pojok rumah nya.

Yaudah skip..

"Kalian sudah tau kan? Konsekuensinya jika melanggar peraturan yang telah di tetapkan?" tanya Gus Zafran dengan tegas.

Santri yang sedang di hukum mengangguk sambil menunduk.

"Kenapa kalian masih menjalani hubungan yang haram itu? Di sini kalian di didik untuk membentuk akhlak yang baik. Sudah jelas ada hadis yang mengatakan JANGANLAH KAMU MENDEKATI ZINA, dan pacaran termasuk perbuatan yang zina bukan?"

"Termasuk Gus."

"Jika benar-benar ingin, langsung menikah. Dan untuk kalian para santri putra, jangan sekali-kali kalian memacari anak orang. Jika kalian benar-benar menginginkan gadis tersebut, nikahi dia jangan di ajak pacaran."

"Na'am Gus."

Semua santri menunduk, mereka takut jika Gus Zafran sudah marah.

Gus Zafran memerintahkan santri senior atau mudabbir dan mudabbiroh untuk menghukum santri yang kedapatan pacaran tersebut. Sementara dia, dia pergi tak ingin lama-lama melihat kejadian itu.

Di sisi lain, Alicia baru menyelesaikan cucian nya. Dia merenggangkan pinggang nya yang terasa sakit. Dia berfikir, jika sudah kuliah, kehidupan nya akan jauh lebih sulit. Jarak kampus dari pesantren cukup jauh.

Zayyan di titipkan kepada Oma nya, karena Alicia sibuk mencuci baju Gus dan baju nya, juga baju Zayyan. Setelah di rasa cukup untuk perenggangan nya, Alicia mengangkat bak besar berisi baju yang sudah ia cuci keluar rumah untuk di jemur.

"Ya Allah, gini amat nasib Alic." Gumam Alicia.

Alicia menjemur satu persatu pakaian, hingga pakaian terakhir. Dia kelelahan, dan segera kembali masuk ke rumah.

Sangking capek nya, Alicia sampai lupa. Dia meneguk air gelas dengan posisi berdiri.

Gus Zafran tiba-tiba datang dan menegur nya. Alicia kaget dan hampir menumpahkan gelas nya, untung nya Gus ganteng itu gercep.

"Gak berubah-berubah ya kamu!"

"Maaf Gus, maafff banget. Aku lupa."

"Itu kebiasaan buruk Alicia!"

"Maaf Gus, abis nya tadi cape banget."

Gus Zafran menghela nafas panjang, istri nya yang satu ini terkenal ceroboh, pelupa, dan tidak taat aturan. Untung nya Alicia mirip dengan Nabila, jadi Gus sayang sama dia.

Gus menarik Alicia membawa nya ke kamar. "Mau saya urut?"

"Engga Gus, engga..." Tolak Alicia.

"Katanya cape,"

"Udah ilang cape nya."

Gus Zafran tertawa, lucu melihat wajah Alicia yang panik.

Tiba-tiba, Alicia teringat pertemuan pertama nya dengan Gus Zafran. Dia malu jika mengingat kejadian itu.

Gus Zafran mengambil kitab gundul milik nya, dia membuka dan membaca kitab tersebut. Sementara Alicia hanya menjadi penonton, dia tidak tau apapun tentang itu, karena ketika pelajaran nahwu Sharaf Alicia sering bolos.

"Mau saya ajarin?"

"Hah?" Beo Alicia.

"Sini sayang, Nabila_"

"Kenapa Gus?"

"Ah engga."

Gus Zafran hampir keceplosan, dia hampir mengatakan kalau Nabila jago membaca kitab gundul.

Alicia tau Gus Zafran belum selesai dengan masa lalu nya. Dia merenung sejenak, sebelum kembali tersenyum. Karena tujuannya menyetujui pernikahan hanya untuk pendidikan. Dari kecil dia bercita-cita ingin menjadi dokter, orang tuanya tidak mampu membiayai dan Gus Zafran menawarkan kan diri dengan syarat Alicia harus mau menjadi istri nya. Bagaimana pun ending nya, Alicia siap menerima nya.

"Gus, kalo aku udah mulai kuliah gimana?"

"Gimana apa nya?"

"Mm, jarak kampus dari sini jauh Gus."

"Kita pindah rumah,"

"Gus?"

"Saya mau fokus mengurus perusahaan Abi."

"Jadi, kita gak tinggal di sini lagi?"

"Ya mau bagaimana lagi? Saya gak mungkin biarin kamu ngekos."

Hening...

Tak ada lagi yang di bahas oleh pasangan suami-istri ini. Alicia bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk mandi, dari pagi dia belum mandi karena sibuk mengurus Zayyan.

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Alica merebahkan tubuhnya di kasur empuk. Dia tidak pernah membayangkan akan tinggal di rumah mewah itu, satu ranjang dengan Gus Zafran si mantan duda.

"Kamu kenapa Alicia? Sakit?"

"Engga Gus,"

Gus Zafran meletakkan kitab nya. "Perut nya masih sakit?"

Alicia mengangguk.

Gus Zafran bangkit dan mengambil minyak kayu putih. "Gus, saya bisa sendiri." ucap Alicia kaku.

Alicia mengoles minyak pada perut nya. Sejujurnya dia adalah penderita migren dan mag akut.

••••

"Zayyan, bunda sama ayah lagi berdua di kamar. Kamu jangan ganggu ya?" ucap Najwa, sepupu satu kali Gus Zafran.

Zayyan hanya cengar-cengir.

Najwa membawa Zayyan menjauh dari kamar kedua orang tua nya. Najwa masih sekolah, dan kini duduk di bangku kelas 3 SMA, sama dengan Riri.

Zayyan di bawa ke kamar Najwa. Najwa mengajak Zayyan bermain agar Zayyan tidak bosan dan tidak menangis.

"Zayyan anak bunda sama ayah.. bentar lagi punya Adek.." ledek Najwa.

"Ahak iyak, eak.." ocehan Zayyan.

"Zayyan bibi kangen sama ibu Zayyan (Nabila) dulu dia sahabat bibi." Raut wajah Najwa berubah pias. Dia teringat kenangan lama bersama Nabila.

Najwa hampir menangis, tapi untungnya air mata nya tidak jadi keluar. Nabila sama periang nya dengan Alicia. Nabila tentu jauh lebih tua di bandingkan Najwa dan Alicia, jarak usia dia (Nabila) dan Gus Zafran hanya berjarak 2 tahun 2 bulan.

Pyaar...

Duh-duh, saya bingung dengan alur nya:)

Duda Pesantren (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang