Tengah malam Riri menangis karena teringat kepada Melodi. Dia dan Melodi sangat dekat sudah seperti keluarga.
Kamar Riri dan kamar yang di tempati Alicia bersebelahan, Alicia mendengar isakan Riri. Berhubung Gus Zafran sudah tidur, Alicia pergi ke kamar Riri.
"Ri, kamu kenapa?"
Mendengar itu Riri langsung mengelap sisa air mata nya. "Aku gapapa kak."
Alicia duduk di sebelah Riri. "Kamu kok gak bilang kalau Angkasa sepupu kamu? Pas tau aku malu banget loh."
Riri memaksakan senyum nya. Alicia tau kalau Riri sedang menyembunyikan sesuatu, dia segera memeluk Riri. Riri kaget tapi dia membalas pelukan Alicia. Benar-benar menyesakkan kehilangan orang yang kita sayangi.
"Gapapa Ri, kalo mau nangis, nangis aja."
Benar saja, Riri melanjutkan nangis nya sampai membuat baju Alicia basah.
"Maaf karena aku terima tawaran dari Gus Zafran. Maaf udah hianati kamu Ri." Alicia menyesal, pasalnya dulu Riri sering bercerita kalau dia menyukai Gus Zafran.
"Gapapa kak, jodoh ga ada yang tau." Riri masih menangis karena merindukan Melodi yang sudah terkubur di dalam tanah.
"Ri, besok aku sama Gus Zafran mau ke Yogyakarta. Kamu mau ikut?"
"Engga kak, aku mau lanjutin sekolah aku di sini, kata ibu dia mau numpangin aku di sekolah swasta temen nya."
"Oh gitu."
Alicia belum tau kalau Riri membocorkan semua rahasia nya kepada Angkasa. Rahasia kalau dia menyukai Angkasa.
Riri dan Alicia tidak membicarakan apapun, Alicia hanya pasang badan untuk di peluk oleh Riri. Mungkin saja itu yang Riri butuh kan saat ini.
"Assalamualaikum, Alicia kamu ada di dalam kan?"
Alicia mengenali suara itu, ya itu adalah Gus Zafran. "Iya Gus," dua wanita tersebut saling melepaskan pelukan.
Alicia buru-buru keluar dari kamar Riri dan menghampiri Gus Zafran.
"Gus?"
"Saya kebangun, dan liat kamu ga ada."
"Maaf ya Gus, yaudah ayo tidur lagi baru jam setengah dua malam."
Alicia dan Gus Zafran masuk ke kamar.
••••
Setelah bermaitan dengan Riri dan keluarga nya, Gus Zafran dan Alicia pergi ke pesantren. Saat sampai mereka bersedih melihat pesantren yang susah payah di bangun oleh kyai Sobri hancur, banyak bangunan yang roboh terutama rumah yang Alicia dan Gus Zafran tinggali. Sekarang rumah itu sudah rata dengan tanah.
Alicia memegang tangan Gus Zafran, dia tau itu sulit bagi suami nya. Tangan kanan Gus Zafran masih menggunakan gip karena terkilir.
Gus dan Alicia berkeliling mencari puing-puing kenangan yang bisa mereka bawa. Tapi nyatanya semua itu tertimbun oleh reruntuhan bangunan.
"Gus, ayo di sini cuman nambah luka Gus."
"Bisa kita ke makam Nabila?"
"Kata Riri semua makam yang ada di sana hilang karena tsunami, patok kuburan nya ilang Gus dan tanah nya rata. (Di sana tidak ada kuburan yang menggunakan tehel/beton).
Gus Zafran memasang raut sedih. Mereka bisa melakukan perjalanan karena mendapatkan pinjaman uang dari Riri. ATM yang Gus Zafran bawa hilang dari saku nya.
Mereka kembali masuk ke mobil yang sudah mereka sewa. Mobil tersebut melaju menjauh dari daerah yang terkena terjangan ombak tsunami.
••••
KAMU SEDANG MEMBACA
Duda Pesantren (Selesai)
Novela JuvenilDI LARANG KERAS MEM-PLAGIATI KARYA INI!! Hai perkenalkan nama saya Refanny Alicia, saya baru lulus dari pesantren Al-Azhar. Demi bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan, saya rela menjadi istri anak kiyai yang sudah 1 tahun lamanya mendud...
