Bagian 16 : Akhir

768 43 6
                                        

Malam ini cukup terang dengan banyak bintang yang menghiasi langit, Sakura merebahkan dirinya di kursi samping kolam renang di rumahnya.

Cukup lama ia berada disana..

Sendiri.

Hingga seorang pria ikut merebahkan diri di kursi yang berada di sampingnya.

Jarak mereka cukup dekat.

"Sakura." panggil Sasuke dengan posisi tidur sambil menoleh pada gadis disampingnya.

"Hm?" jawab Sakura tanpa menoleh kan kepala dan tetap menatap langit.

Tak ada jawaban.

Sakura menoleh, "Ada apa, Sasuke?"

"Tidak ada."

"Sakura." panggil Sasuke lagi kali ini dengan posisi duduk.

"Hm?"

"Kau menyesal menolak Gaara?" tanya Sasuke secara tiba-tiba membuat Sakura yang awalnya dalam posisi tidur berubah menjadi duduk dan menatap Sasuke.

"Tidak, ku rasa itu adalah langkah yang tepat." Jawab Sakura

Sasuke tertawa kecil.

"Ada apa, Sasuke?" tanya Sakura ketika melihat ekspresi yang ditunjukkan sahabatnya itu.

"Tak ada apa-apa, Sakura."

Sakura menatap Sasuke curiga, "Katakanlah apa yang sebenarnya ingin kau katakan." Ucap Sakura.

Sasuke menghela nafas, 'mungkin ini waktu yang tepat' batin Sasuke

"Sasuke?"

"Hn, kita bersahabat sudah lama."

Sakura fokus mendengar kalimat yang disampaikan oleh pria dihadapannya.

"Terkadang aku ingin lebih dari itu."

Sakura menampilkan ekspresi tidak percaya atas kalimat yang dilontarkan bungsu Uchiha, ia tidak mengira bahwa Sasuke memiliki perasaan lebih pada dirinya. Meskipun akhir-akhir ini ia merasa memang hubungannya dengan Sasuke sangat dekat.

"Kenapa kau tidak bilang?" tanya Sakura.

"Selalu ada Itachi –" Ucap Sasuke sambil menggantungkan kalimatnya. " – dan waktu itu ada Gaara."

Sakura masih terdiam menunggu kalimat selanjutnya.

"Aku hanya bisa menunggu." Ucap Sasuke sambil memandang Sakura lembut.

Sakura mengerjapkan matanya, tak percaya. "Menunggu ku?"

"Hn."

Sakura tersenyum, sejujurnya ia merasa sangat senang atas pernyataan secara tidak langsung dari bungsu Uchiha ini. Ia pun merasa sangat nyaman berada dekat dengan Sasuke.

"Menurutmu, apakah kita bisa?" tanya Sasuke ambigu

Sakura yang paham tersenyum tulus dan mengangguk, "Tentu saja."

Sasuke tersenyum senang mendengar jawaban gadis dihadapannya ini, dengan gerakan perlahan. Sasuke mempertipis jarak diantara dirinya dan Sakura, memiringkan wajahnya dan mengecup lembut gadis yang sudah lama ia sukai.

Sakura tidak hanya diam saja, ia pun membalas ciuman Sasuke yang kian lama kian panas.

Keduanya terus berciuman hingga merasa kehabisan nafas.

Semburat merah muncul di kedua pipi Sakura dan Sasuke.

Sasuke mendengus geli, ia tak percaya gadis dihadapannya ini secara tidak langsung sudah menjadi miliknya.

Serendipity [SasuSaku]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang