Hujan perlahan mulai turun , hawa yang dingin perlahan menyentuh kulitku . Sudah 2 bulan aku selalu seperti ini hanya bisa duduk diatas kasur dan menatap jendela yang menyuguhi langit dan pepohonan .
Clekkk...
Suara knop pintu tiba tiba terdengar , itu pasti mamahku .
“nak kata dokter besok kamu harus kemo lagi” tepat dugaan ku itu adalah mamahku .
Aku mengangguk pelan menatap nya sekilas lalu berpaling lagi melihat pemandangan hujan yang sudah dipadui dengan kilatan petir.
Tingg..tinggg....
Aku menoleh kesamping melihat handphone ku yang menyala karna notifikasi . Aku menatap handphone ku yang selalu membunyikan notifikasi , jujur aku tidak bosan mendengar notifikasi itu justru dengan adanya bunyi notifikasi pesan itu aku makin semangat untuk bisa tersenyum
Karna aku tahu
Siapa orang dibalik bunyi notifikasi hp ku
“jay...kamu gak mau balas pesannya?dia bener bener khwatir sama kamu nak”ucap mamahku sendu , aku dengan cepat menggeleng lalu memeggang tangan halus mamahku dan memberikan nya kecupan dipunggung tangannya .
Begitulah aku , akhir akhir ini pun aku sepertinya menghemat suara . Semingguan ini pun aku hampir tak pernah bicara yang kulakukan adalah berdiam diri , jika ditanya tanya jawabannya hanya menggeleng terkadang menggunakan gerakan tangan .
***
“mau bubur?”“umm”
Perlahan aku mendudukan diriku sendiri , aku menoleh ke mamahku tanda karna aku sudah siap untuk disuapi .
“aaaaaa”
Aku selalu siap membuka mulutku ketika mamahku berucap kata 'aaaaa' . Mamahku senantiasa merawatku disini dia yang selalu berada disampingku .
Hujan lagi lagi kembali turun , hmmm suasana ini....selalu mengingatkan ku dengan salah satu orang yang spesial menurutku .
Tanpa sadar aku terus melamun tapi mulutku masih merespon suapan mamahku .
“udah mamah bilang , kalau kamu kangen kamu harus kabarin nak new ”ucap mamahku tiba tiba , dia mengusap air mata dipipi ku yang entah sejak kapan turun.
Aku memejamkan mataku sejenak lalu perasaan sesak langsung menyerangku begitu cepat , fikiran ku pun menyerangku karna aku yang terlalu egois .
Air mataku muncul lebih deras merindukan sosok nunew orang yang aku sayang , aku memang seorang yang egois tapi keegoisan ku ini adalah hal yang tepat untuk kehidupan nunew nanti .
Sudah 10 menit aku menghabiskan waktu itu untuk makan , mamahku sudah pamit keluar karna ingin mengambil beberapa baju dirumah . Kini aku sendirian disini sambil melamun menatap langit langit kamar rumah sakit ini .
“kangen”ucapku pelan dengan serak
Hanya kata itu yang bisa aku ucapkan .
Hari demi hari aku rasa kondisi ku bukannya makin membaik malah makin memburuk , tapi entahlah ini hanya filing ku saja . Kepala ku sering mendadak sakit dan suaraku perlahan lahan mulai serak tubuhku lemas menyisakan tenaga ditanganku saja.
Aku meraih handphone ku yang berada disamping kasurku , aku menelfon mamah meminta satu hal yang tak perlu orang orang tahu . Cukup mamah ku dan aku saja yang tahu .
“umm mamah jangan lama lama”
Aku kembali menatap rintikan hujan yang kini mulai mereda , hawa disini perlahan mengajakku untuk mengeluarkan air mata lagi . Ah tidak tidak aku tidak mau .
Aku memaksakan mataku untuk tertidur , butuh waktu agak lama untuk membuat mataku benar benar tertidur namun sepertinya berhasil .
Aku akan tertidur sebentar menunggu mamahku datang kembali .

KAMU SEDANG MEMBACA
akhir cerita kita [end]
Teen Fictionantara aku , kak zee dan bang jay . Kisah yang berawal dari ketidak sengajaan seorang nunew siremaja polos yang bertemu dengan ketua geng yang terkenal brengsek disekolah nya . Dan bertemu salah satu anak buah si ketua geng tersebut Bagaimana kisah...