26

23.6K 2.6K 155
                                        

Follow and vote guys!

Ara, Kris, dan Aurel tengah mengemasi peralatan sekolahnya memasukkan ke dalam tas. Suasana di antara mereka bertiga begitu hening. Mereka tengah sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

"gue mau pergi ke markasnya Eagle, lo pada mau ikut nggak?" tanya Ara yang sedikit kesusahan untuk mengenakan tas di bahunya.

Ara memekai sragam baru yang ia beli di kopsis setelah ia mengobati luka di tangannya, gara-gara Salsa uang jajanya harus terpotong untuk membeli sragam.

Kris dan Aurel saling berpandangan dalam waktu 3 detik lalu menganggukkan kepalanya "kita ikut, sekalian gue mau ketemu pacar gue".

Mereka bertiga memilih untuk berangkat dengan menaiki mobil Kris, setiap pulang sekolah Kris selalu dijemput oleh sopir pribadi keluarganya.

Tibalah mereke bertiga di sebuah markas yang sudah tidak asing lagi bagi Aurel maupun Ara.

Tok. Tok. Tok.

Aurel mengetuk pintu dengan sopan selayaknya orang pergi bertamu.

Brak.

Sedangkan Ara membuka pintu dengan sekali tendangan, bukannya bermaksud tidak sopan tapi enak aja gitu ngejahilin anak orang.

"eh woi setan"
"sialan"
"HEH! ANJING!"
"BANGSAT'

"heh punya mulut tu dikasih filter,berani-beraninya lo pada ngumpat ke gue" ucap Ara pada para anggota Eagle yang ada disana.

"ya lo cewek buka pintu kaya preman aja anjir, ya gue jadi tergoncang lah. Hampir aja aurora ketampanan gue terbang" ucap Joni dengan tangan memegang gelas minum yang sebagian isinya telah tumpah.

"ya maap hehehe eh btw kita boleh masuk gak nih?"tanya Ara.

"lo udah masuk ya bangke, malah baru nanya" ucap Bisma yang terkena cipratan air dari Joni.

Merekapun langsung bergabung dengan anak-anak Eagle yang lain, Aurel dan Kris duduk di atas sofa sedangkan Ara duduk dibawah bersama Joni dan yang lainnya.

"tu tangan kenapa ra? Cosplay jadi mumi?" tanya Joni ketika melihat tangan Ara dililit oleh perban.

"enak aja lo mumi, gue lagi cosplay jadi sasuke sehabis perang kan tangannya ilang satu tuh dan dapet pendonor dari tangan orang lain tu nah bentukkannya kaya gini DATATEBAYOO!" ucap Ara sambil mengangkat tangan yang diperban itu ke atas.

"heh itu mah Naruto bukan Sasuke mana ada Sasuke teriak kaya gitu adanya tuh SARINGGAN HIYAAK" teriak pria bernama Danar.

"kenapa kau berubah seperti ini Sasuke? Ini bukanlah dirimu!" Ara berdiri memandang Danar selayaknya orang yang disakiti.

Brak.

"kau tidak tau apa pun tentangku jadi berhentilah mengoceh dan pergi dari hadapanku!" Danar memukul meja yang berada di depannya.

"tidak akan, aku sudah berjanji pada Sakura untuk membawamu pulang! Apa kau tak ingin pulang kepada yang maha kuasa!"

"jaga mulut kotormu itu, yang ada akan ku kirim kau kehadapan sang pencipta bwahahaha"

Tak.

Sebuah tas mendarat dengan mengenaskan di lantai karena ulah sang pemilik "LO BILANG APA TADI HAH! ULANGI SEKALI LAGI!"ucap pria itu lalu berjalan cepat menghampiri Danar yang tersentak kaget karena teriakan itu.

Danar yang mengetahui bahwa orang yang berteriak itu sang ketua Eagle pun tanpa sadar ia mundur dengan pelan. Pergerakan Zidan ditahan oleh Bregas dan yang lainnya hingga Pria itu tak mendekat ke arah Danar.

"bentar dulu zi lo denger penjelasan dia dulu" cegah Kenzo supaya Zidan tak terbawa emosi.

"MAKSUT LO APA SIALAN BILANG KAYA GITU!" bentak Zidan.

Bisma, Joni dan anak-anak Eagle yang tau akan kesalah pahaman itu pun berdiri di depan Danar untuk mengamankan temannya itu.

"si Danar gak bermaksut gitu Zi, lo tenang dulu" ucap Joni mencoba untuk menengahi.

"MINGGIR" Zidan memberontak, ia ingin memberi pelajaran pada anggotanya yang sudah kurang ajar pada orang yang ia sayangi.

"awhs"

Zidan menoleh ke belakang kala mendengar suara rintihan dari seseorang yang ia sangat kenali.

Ara memegang perutnya yang tadi disenggol oleh orang yang berusaha menghalangi pergerakan Zidan. Ah bagaimana Ara bisa lupa untuk mengibati luka yang ada di perutnya.

"Ara gak papa?" tanya Gaga yang memang posisinya lebih dekat dengan Ara, Gaga memperhatikan tangan Ara yang sedang memegangi perutnya.

"KAKAK KENAPA BISA BERDARAH GITU!" panik Gaga saat melihat ada beberapa rembesan darah dari baju yang dekenakan Ara.

Sontak semua mata tertuju pada Ara dan benar saja, ada bercak darah di bajunya. Hal itu berhasil mengubah emosi Zidan yang awalnya marah menjadi khawatir.

Gaga langsung menggendong Ara lalu mendudukkannya di sofa "ini kenapa bisa luka?" tanya Zidan saat ia sudah berjongkok di depan Ara.

Ara hanya menggelengkan kepalanya tidak tau, ia sendiri juga baru sadar saat mendengar teriakan Gaga tadi. Bagian perut Ara memang terasa perih sedari tadi tapi Ara tidak menyangka bahwa akan seburuk ini. Ia kira itu hanya luka yang terkena air panas yang kemungkinan akan melepuh, dan bukannya berdarah.

"sayang, ada kotak obat nggak?" tanya Aurel pada Satria.

Tidak mungkin itu karena ulah Salsa, buktinya saja baju yang ia gunakan juga ikut tersobek, siapa orang Eagle yang berani melukainya dan apa motifnya. Ara tidak pernah membuat masalah dengan anggota Eagle, mungkin?.

Ara menepuk ujung kepala Zidan dengan pelan "cengeng banget si lo, gue yang luka kok lo yang nangis? Bisa-bisanya" Ara menatap dua manik mata Zidan yang mulai berkaca-kaca, agak kasihan juga sih tapi Ara yang luka aja biasa saja tidak mengeluh sama sekali.

"kita kerumah sakit ya" bujuk Zidan dengan halus sambil menggenggam tangan Ara yang Ara gunakan untuk mengelus kepala Zidan.

"gini-gini gue itu ketua PMR lo Zi, tenang aja gue bisa ngobatin luka gue sendiri,lo juga ngapain ngikut nagis sih gue sleding juga lo" ucap Ara pada Gaga yang sudah meneteskan air mata.

"tapi perut kak Ara berdarah, ikut adek ke rumah sakit ya?" bujuk Gaga yang masih setia duduk di bawah Ara.

"lo berdua ngapain pada sungkem ke tu nenek lampir, percuma lo khawatirin dia. Dia kan titisan kingkong, disiram air panas sama si Salsa aja malah nyengir tu bocah" Aurel berjalan mendekat ke arah Ara sambil membawa kotak berwarna putih dengan logo warna merah.

Kris merebut kotak itu dari tangan Aurel "AUREL" Kris memperingati Aurel supaya berhenti untuk bicara omong kosong,sekarang yang terpenting adalah mengobati luka Ara.

Kris duduk di samping Ara untuk melihat luka di perut Ara sebelum mengobatinya, Kris hendak mengangkat baju sragam milik pasient dadakannya tapi "gak disini juga dong Yanti".





----

Stop jadi pembaca gelap wkwk.
Vote.
Spam comet disini.
Next?.

Transmigrasi Antagonis Ara (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang