TERLEPAR LAGI?
________________________________________
Tit.tit.tit.tit.
Ruangan seteril dengan bunyi mesin yang teratur. Dinding putih dingin terpampang di segala sisi ruangan. Seseorang tengah berbaring dengan alat bantu pernafasan.
Cahaya jingga yang menerobos masuk ke dalam ruangan memberikan sedikit kehangatan pada tempat dingin itu.
"Huh" hela'an nafas kecil terdengar dari mulut yang sudah lama terdiam.
Matanya mengerjap, dengan perlahan ia membuka matanya. Pandangan pertama yang ia lihat adalah langit-langit putih.
Kesadarannya sudah terkumpul. Ia dengan mudahnya berganti posisi menjadi duduk.
"Perasaan tadi gue lagi uji coba ngepet deh" kata Ara yang sudah menyadari bahwa ia sedang menjadi pasien di sebuah rumah sakit.
"Oh apa uji coba gue gagal terus ketangkap warga?"
"Eh ya jelas gak mungkin lah,kan gue jaga lilin terus si setan Ara yang keliling"
Ia terdiam sejenak.
"Gue sendirian nih disini,bener gak ada temennya nih?" Tanyanya pada diri sendiri.
"Goblok gue inget kalau gue disamperin sama setannya Ara,mampus" Ara dengan perlahan melepas infus yang ada di tangannya, melepas bantuan oksigen.
"Jangan ganggu gue, gue anaknya pak haji" Ara berjalan keluar dari ruangan sana tanpa menengok ke belakang.
Saat ia menginjakkan kaki di luar ruangan,disana ada beberapa orang yang tengah duduk dibangku sebagian ngesot di lantai. Ara berjalan dengan santai,setidaknya ada orang lain selain dirinya.
'idiw,berasa jadi putri sejagat gue' kata Ara sambil mencuri pandang pada para kaum Adam.
"Ara"
Ara melihat ke depan, ke arah suara yang memanggilnya "Zidan" Ara berlari kecil menghampiri Zidan yang datang bersama sahabatnya dan anggota black aegle.
"Hah mana Ara?" Tanya Anjani.
"Buset tu anak kok bisa ucul" heran Dimas melihat belakang punggung Ara yang tengah berlari kecil.
"Woi goblok lo baru sadar udah pecicilan anjing" ucap emosi Alex lalu berjalan cepat untuk menghampiri sang sepupu.
Ara langsung memeluk tubuh Zidan tanpa meminta izin terlebih dahulu "kenapa gak istirahat?" Tanya Zidan sambil membalas pelukan dari Ara.
"Hehe takut ada setan"
Zidan mengusap lembut kepala Ara "maaf tadi gue tinggalin sebentar"
"Kangen sama Zidan, kangeeeen banget pokoknya" Zidan tersenyum begitu lembut sambil mengusap kepala Ara dengan hati-hati.
"He Ara balik ke kamar lo sekarang" perintah Axel yang sudah tiba di hadapan Zidan.
"mak lampir infus lo dimana? Lo lepaskan?" Tanya Kris yang sadar bahwa tangan Ara bebas dari selang infus.
"Sumpah goblok temen gue,pasti lo cabut paksakan?" Tuduh Aurel yang memang benar adanya.
Zidan mengurai pelukannya dan melihat ke tangan kanan milik Ara, disana ada bekas darah bahwa benar Ara lah mencabut infusnya sendiri.
"Gak papa,gak kerasa sakit sama sekali" ucap enteng Ara.
"Balik ke kemar nggak lo, atau perlu gue seret" bentak Novi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Antagonis Ara (END)
Fantasy"maaf maaf nih, gue nggak ada harga diri karena emang nggak niat buat jualan!" ____ Galang mengelus rambut Salsa dengan lembut. "NGELUS ANJING BANG" **** KARYA MURNI BIKIN SENDIRI NGGAK COPY PASTE KARYA ORANG LAIN KALAU ADA NAMA TOKOH, KEJADIAN YANG...
