42

10.4K 325 56
                                        

Ara mengerjakan matanya, rasa perih menjalar dari semua tubuh "eugh".

Ah benar, ia diseret paksa oleh baj*ngan itu ke ruang bawah tanah lalu disiksa,wajar saja kini Ara enggan untuk menggerakkan tubuh.

Kedua tangan dan kakinya di rantai, sungguh pemandangan yang mengerikan.

"Awas aja,gue bikin novel bapak durjana sampe lo kena azab ngesot-ngesot"

Ara merasakan pusing dikepalanya, ia meraba kepalanya dengan susah payah. Kapan bajingan itu memukul kepalanya sampai berdarah seperti ini. Ara melirik pada kaos putih yang ia kenakan kini berubah menjadi merah.

"Weh anj*ng untung gak ada phobia darah gue c*k"

"Ngalahin si Salsa waktu cosplay Zombie, mantab bintang lima"

"Hehe mulut gue rasa darah, ini gue jadi Zombie apa vampir uhuk"

Ara mencari posisi duduk yang nyaman, bersandar pada tembok walaupun punggungnya sangat nyeri.

"Real plot twist, gue lebih percaya Ara di bunuh sama bapaknya dari pada bunuh diri"

Ara mengatur nafasnya saat ia merasakan sesak di dada. Saat Ara pingsan, Abraham tak hanya mencambuk. Abraham mengambil tongkat bisbol dan memukuli badan kecil putrinya. Darah keluar dari kepala kecil itu bahkan saat pingsan Ara sempat untuk memuntahkan darah dari mulutnya.

"Eeuggh perut gue" jika ditanya apa yang paling sakit dari tubuh Ara, jawabannya perut.

"Uhuk-uhuk".

Ara terbatuk-batuk hingga membuat ia memuntahkan kembali darah dari mulutnya, bukan hanya itu. Ia juga meraba hidungnya yang mulai mimisan.

"Hah hah eugh"

Ara meraba-raba bagian tubuhnya untuk mengambil sesuatu. Saat ia diseret oleh Abraham, Ara berhasil menyembunyikan hp di dalam bra tanpa ketahuan.

Ara mengotak-atik hp miliknya "anj*ing gue pingsan dua hari?" Kaget Ara melihat tanggal di ponselnya.

1470 pesan dari Zidan.
877 panggilan tak terjawab dari Zidan.

Bahkan kedua temanya juga mengirim banyak pesan dan juga telfon. Karena Ara mematikan ponselnya sebelum ia sembunyikan.

"Ssstt" Ara merasakan sakit yang kian menjadi-jadi.

"Ka-karena gue ba-baik, gue kasih pap lu pada"

Ara mengambil ponselnya untuk mengambil foto selfie dengan senyum yang sangat manis walaupun dengan bercak darah di wajahnya. Ia mengambil banyak foto, sebagai bukti bahwa ia telah mengalami penyiksaan. Ara ingin Abraham dihukum seberat-beratnya.

Pemburu cogan
(Aurel,Yanti,Anda)

Send  pictures
Send pictures
Send pictures
Send pictures

Heh babi,kerenkan gue
Cosplay jadi zombie hihi

(Yanti)
Bangs*at lo dari mana aja njing


(Aurel)
Ra Lo ngilang kemana
Lo kenapa kaya gitu

(Yanti)
Lokasi
Gue kesana sekarang
Lo harus kuat
Gue gak terima bantahan

Gue dirumah
Jangan dateng sendiri

(Aurel)
BRENGS*K
Lo sabar tunggu kita
Jangan tidur
Lo dilarang tidur ngerti

Nggak ah
Pusing kepala gue
Gue titip nyokap

(Yanti)
RA BANGUN
BANGUN DEMI GUE DEMI AUREL
BENTAR LAGI GUE SAMPE SANA

Iya bawel
Nih mata gue masih melek babi
Jangan telfon gue
Baterai gue tinggal dikit

(Aurel)
Selalu kabarin kita Ra
Sabar tunggu disana.







Zidan.

Zidan
Makasih
Lo cowok paling ganteng hehe
Tapi kalau nanti gak tau.

Sayang
Kamu dimana
Kenapa baru bales hm
Aku kesana sekarang ya

Gue nggak kemana mana
Gue selalu ada disini
Zidan
Nanti Ara titip Gaga
Adek bongsor gue harus lo jaga
Gue bakal ngamuk kalau dia sakit
Awas aja

Kamu ngomong apa
Sayang
Aku gak paham

Jangan ngejar Salsa Zidan
Salsa itu punya Galang
Zidan punya Ara

Selamanya Zidan punya Ara

Nanti Zidan gak boleh nangis
Ara aja gak nangis kok
Zidan kan kuat

Sayang
Kamu bicara apa dari tadi

Sayang

Sayang!
Kamu kemana
Ara ini gak lucu
Kamu jangan buat aku khawatir
ARA.





"Gue sih mau ngirim uhuk pap ke ayang,tapi lagi jelek"

Ara mengusap darah yang ada di mulutnya dengan tangan. Ara tidak mau mempercayai ini tapi firasat mengatakan sebaliknya. Memang benar misi Ara tercapai tapi...



























































...endingnya tetep sama walaupun dengan cara yang berbeda. Dada Ara kian terasa sesak, udara di bawah tanah ini hampir tidak ada. Kepalanya pusing karena pasokan oksigen yang semakin menipis. Pandangannya buram, ia bisa merasakan kram di kedua kakinya.

"Kalau gini gue harus marah sama Author atau sama Tuhan" mata Ara kian memberat dengan bertambahnya rasa sesak di dada. Hingga kini tubuhnya terduduk lemas tanpa ada pergerakan.

Selesai sudah perjalanan manis Nisa di sini. Meninggalkan kenangan hangat bagi orang tersayang dan juga rasa sakit sebagai pengiringnya.






































_________________

Akhirnya finish.

Jangan lupa vote and follow akun author.

Eits jangan ngamuk.

Karena...






































































































Akan ada S2.
Tetap pantau akun author untuk menunggu kelanjutan kisah Zidan dan Ara.












See u ~

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 02, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Transmigrasi Antagonis Ara (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang