CURIGA

2.1K 120 9
                                        







Cerita ini di buat hanya untuk Hiburan semata, tidak ada unsur Menyinggung atau menghina Bila ada kesamaan nama tokoh dan tempat Harap para pembaca bisa
lebih bijak

mengandung unsur kekerasan , seks , alkohol , ketelanjangan , narkoba dan juga roko. Di mohon baca sesuai lah dengan umur kalian

Selamat membaca




Lalice terus mengekori jeon yang sedang berbincang dengan salah satu karyawan lainnya setelah usai rapat karna ada klient yang ingin bekerja sama dengan MKGROUP

Dengan tampilan yang profesional sebisa mungkin lalice bekerja di bawah tekanan walaupun sang CEO adalah kekasihnya atau bisa di bilang kekasih simpanan lalice tetap tak mau di anak emaskan

Ia takut seluruh karyawan mencurigainya,sebenarnya tidak takut hanya saja berjaga jaga dan mencari aman selama dia masih mencari informasi di MKGROUP

"Jeon, nanti jam 3.40 ada pertemuan dengan mr. Barrack " ucap lalice sambil memegang Ipad di tangan kanannya

"Cansel " jawab jeon sambil bermain ponsel dan terus melangkah ke arah ruangannya

"Ckk, jam 4.00 ada rapat di gedung putih untuk—"

"Cansel" ucap jeon lagi sambil duduk di kursi singgah sananya sementara lalice masih tetap berdiri

"Huuhhh , nanti malam jam 7 ad—"

"Cansel "

"JEON !" Teriak lalice namun lalice kembali bungkam dan melihat di sekeliling sementara jeon hanya menoleh sebentar lalu memainkan ponselnya lagi

"Sebentar baby"

"Jeon kau ini bagaimana sih ! Apa apa di cansel terus ,ada apa ? Kau juga dari tadi bermain ponsel terus"

"Dengar baby aku sedang bingung bagaimana caranya untuk membatalkan jadwal ku liburan bersama nayeon, aku tak mau arrggghhh" ucap jeon terus membanting sedikit ponselnya di atas meja

Lantas lalice yang mendengar pun hanya menghela nafasnya kasar lalu duduk di sofa sementara jeon masih terus memegang kepalanya pusing lalu dengan inisiatifnya lalice bangun lagi dari sofa dan menghampri jeon

Lalice pun duduk di atas pangkuan jeon dan jeon langsung menerimanya dan memeluk lalice , jeon membenam kan kepalanya di leher lalice sementara lalice mengelus rambut jeon

"Aku tak mau pergi baby.." adu jeon

"Baby , sudahlah pergi saja lagi pula jika kau tak pergi apa kata mertuamu nanti tiket sudah di beli jeon dan harusnya kau tidak usah masuk karna nanti malam kau akan brangkat kan"

"Tapi aku tak mau lice, aku ingin bersamamu saja ya.. lagi pula nanti kau sendirian di apartemen"

"Tenang lah nanti aku minta rosye atau nini menginap di sana "

"Tap—"

"Jeon , aku tak apa .. lagi pula hanya satu minggu kau pergi jelas aku akan baik baik saja sungguh"

ucap lalice yang terus meyakinkan jeon sambil memegang pipinya dan belum jeon menjawab suara telfon yang ada di ruangan jeon pun berbunyi

My Mistress | ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang