~~~ Happy Reading ~~~
"Mama, Mama baik-baik saja kan?" tanya Javier dengan ekspresi wajah yang sedih dan terlihat seperti mau menangis. "Kalau saja aku tidak menerima ajakan pria yang merupakan Papaku itu, pasti Mama tidak akan seperti ini. Ini semua salahku."
(Y/n) menggeleng pelan. "Tidak sayang, ini bukanlah salahmu. Ini salah Mama yang masih merasa sedih dengan apa yang telah terjadi dulunya. Jadi kamu tidak perlu merasa sedih."
(Y/n) memeluk putranya dengan sangat erat. Dia tidak ingin sampai kehilangan buah hatinya. Karena baginya, Javier adalah harta karunnya yang sangat berharga di dalam hidupnya.
(Y/n) melepaskan pelukannya dari Javier. "Bagaimana kalau hari ini Mama memasak makanan kesukaanmu?"
Javier tersenyum lebar. "Aku mau Mama, kalau Mama memasakkan makanan kesukaanku!"
"Ayo kita ke dapur."
Tanpa mereka berdua sadari, kalau ada sosok yang memakai jubah beserta tudung hitam yang menutupi badannya juga kepalanya. Membuatnya terkesan sangat misterius.
"Akhirnya aku menemukanmu setelah sekian lama, cintaku." sosok itu tersenyum lebar dari balik tudung hitamnya tapi senyumannya seketika menghilang setelah melihat kehadiran Javier di samping (Y/n). "Siapa anak kecil laki-laki itu? Apa dia adik laki-lakinya? Atau mungkin....anaknya?"
Sosok tersebut mengepalkan tangannya. "Siapa yang berani mengambilnya duluan sebelum aku? Jika aku menemukan pelakunya, aku tidak segan menghabisinya karna sudah merebut cintaku dariku."
Sosok tersebut langsung menghilang tanpa meninggalkan jejak sama sekali di tanah.
💌💌💌
Pada malam harinya, terlihat (Y/n) yang sedang tertidur di tempat tidurnya dengan sangat nyenyak. Di saat dia sedang menikmati tidurnya, dia mendengar ada seperti orang yang melemparkan sesuatu di jendela kamarnya. Merasa terganggu, (Y/n) bangun dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah jendela untuk mencari pelakunya.
"Siapa sih, tengah malam begini melempar ke jendela kamarku?" omel (Y/n) yang merasa sangat terganggu.
Ia pun membuka jendela kamarnya, tetapi saat dia melihat ke arah sekitar untuk mencari siapa yang melempar ke jendela ternyata tidak ada siapapun. Tak ada orang yang dia lihat.
"Aneh, padahal aku dengar ada orang yang melempar sesuatu ke jendela kamarku." gumam (Y/n) kepada dirinya sendiri.
Dia lalu menatap ke arah langit dan melihat bulan purnama yang bersinar lumayan terang. Dia terpesona melihat bulan purnama yang sekarang dia lihat. Baginya itu sangat indah untuk dilihat.
"Wow, bukannya sangat indah. Aku tidak menyesal melihatnya."
Tiba-tiba saja tatapan mata (Y/n) berubah menjadi tatapan kosong. Tanpa dia sadari, kalau dirinya kini masuk ke dalam sihir hipnotis yang dibuat oleh seseorang.
"Akhirnya! Kau terjebak juga ke dalam sihir hipnotis yang aku buat."
Ternyata pelakunya adalah sosok yang memakai jubah juga tudung berwarna hitam. Sosok yang sama yang mengawasi (Y/n) dan Javier setelah pulang dari istana. Sosok tersebut berjalan menghampiri (Y/n).
"Sekarang kau milikku, (Y/n) dan tidak ada yang bisa memisahkan kita berdua lagi," ucap sosok misterius itu.
Sosok pria itu lalu memegang pipi (Y/n). Dia perlahan-lahan akan mencium bibir (Y/n) yang sedang berada dalam pengaruh sihir hipnotisnya.
"Jauhkan tangan kotormu itu dari istriku, atau aku akan membuatmu menyesal untuk selamanya."
Kejadian yang tidak diduga, Claude muncul di belakang sosok hitam itu. Dengan aura yang hitam dan membunuh dari tubuhnya, dia menatap tajam ke arah sosok pria yang mencoba mencium (Y/n).
"Tch, ada pengganggu rupanya. Aku tidak akan membiarkanmu mengganggu rencanaku untuk mengambil (Y/n)."
Belum sempat dia merapalkan mantra sihirnya, Claude sudah duluan memenggal kepala sosok itu. Darah mengenai wajah tampan Claude beserta pakaiannya.
"Makhluk menjijikan, beraninya kau menyentuh yang bukan milikmu."
Claude lalu menatap ke arah (Y/n) yang menatapnya dengan tatapan kosong. Wanita itu masih berada dalam pengaruh sihir hipnotis. Claude lalu menggendong tubuh (Y/n) dan meletakkannya ke atas tempat tidur. Dia mulai merapalkan mantra untuk membebaskan mantra sihir hipnotis itu dan tak lupa memberikan mantra sihir tidur kepada (Y/n).
"Untungnya aku datang di waktu yang tepat, atau kau akan berada dalam masalah nantinya." Claude menatap dengan penuh cinta ke (Y/n).
Dia lalu memberikan kecupan di dahi wanita itu dan berjalan pergi keluar dari kamar (Y/n). Dia juga sudah menghilangkan jejak darah dan menyingkirkan mayat dari orang yang telah habisi tadi.
"Aku tidak peduli kalau kau menolakku atau tidak, karena kau adalah milikku dan selamanya akan menjadi milikku. Aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu atau bahkan menyentuhmu. Aku tidak akan segan membunuh mereka atau menyingkirkannya dari hidupmu, (Y/n)."
~~~ Bersambung ~~~
Nungguin cerita ini yah? Wkwkwk, jangan lupa di vote dan koment banyak-banyak. Kalau ada yang koment suruh up cepat bakalan di blok. Karna saya sudah capek lihat kalian suruh update cepat-cepat dan kalau kalian tidak suka, nggak usah dibaca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Me, Darling (Yandere WMMAP x Female Reader)
FanfictionCerita ini hanya update kalau ada ide saja
