~~~ Happy Reading ~~~
Sudah hampir 5 tahun, (Y/n) menjalani kehidupannya sebagai penduduk desa pada umumnya. Sejak dia meninggalkan istana Obelia, kini dia hidup di desa. Dia juga mendirikan sebuah toko kue dan menjalani bisnis kecilnya itu di desa yang dia tinggali. Dia sering membantu orang-orang di desanya.
Sehingga membuat semua orang di desa merasa senang akan kehadirannya di sisi mereka. Bahkan tak jarang para lelaki mencoba melamarnya dan menjadikan dia sebagai istri mereka. Sayangnya (Y/n) masih belum siap untuk memulai hubungan asmara dengan lawan jenisnya.
Dia masih takut merasakan cinta lagi sejak kejadian di mana Claude di jodohkan oleh seorang wanita. Dia tak ingin merasakan sakit hati untuk kedua kalinya lagi.
"Selamat pagi, Bibi (Y/n)!"
(Y/n) tersenyum ke anak kecil itu. "Selamat pagi juga Abigail."
"Selamat pagi (Y/n), maaf anakku ini mengejutkanmu," kata seorang wanita bersurai kemerahan.
"Tidak apa-apa, Mei. Abigail sama sekali tidak mengejutkanku."
Wanita bernama Mei itu tersenyum. Abigail menarik pelan ujung bajunya dan menunjuk ke arah salah satu kue yang menarik perhatiannya. Mei menunjuk ke arah kue yang ditunjuk oleh anaknya. (Y/n) bergerak dengan lincah untuk mengemas kue yang ingin dibeli oleh Mei.
"Kue buatan Bibi (Y/n) memang yang terbaik." Abigail memuji kue buatan (Y/n).
"Ahahaha kamu bisa saja, Abigail. Terima kasih atas pujiannya."
"Ini uangnya, (Y/n)." Mei membayar kuenya dan pamit kepada gadis itu.
"Dadah Bibi (Y/n). Nanti aku dan Ibu kembali lagi ke sini untuk membeli kue buatan Bibi."
"Hati-hati di jalan, Abigail, Mei!"
(Y/n) tersenyum bahagia dengan hidupnya sekarang ini. Dia tiba-tiba dengan Claude. Dia ingin tahu apa yang dilakukan oleh mantan pacarnya itu sekarang. Mungkin saja pria itu sudah bahagia dengan wanita pilihan raja dan mungkin juga sekarang sudah memiliki keluarga yang bahagia.
Membayangkannya saja membuat rasa sakit di dalam dirinya kembali muncul. (Y/n) menggelengkan kepalanya mencoba mengusir pikirannya tentang Claude. Dia kembali menyibukkan dirinya dengan menata kue-kue buatannya di dalam lemari kaca.
Bel di pintu tokonya berbunyi, menandakan ada pembeli datang.
"Papa, aku ingin beli kue itu!"
"Athanasia, kita punya chef di istana. Kenapa kita harus membelinya diluar?"
"Humph! Sekali-kali kita makan makanan diluar istana, Papa!"
"Selamat datang, mau pesan kue apa?"
Kedua mata (Y/n) membulat. Tidak mungkin. Ini pasti semuanya hanyalah mimpi belaka saja. Tidak mungkin dia melihat Claude yang kini berdiri di depan matanya.
Sementara Claude juga sama terkejut dengan (Y/n). Pacarnya yang telah pergi dari kerajaan dan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pelayan pribadinya kini berdiri di depan dengan jarak 1 meter dari dia.
"(Y/n)."
"Claude..."
~~~ Bersambung ~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Me, Darling (Yandere WMMAP x Female Reader)
FanficCerita ini hanya update kalau ada ide saja
