Chapter 8

2.9K 424 12
                                        

~~~ Happy Reading ~~~


"Athanasia, bisa kamu tunggu di luar? Papa ingin berbicara dengan penjaga toko kue ini."

Athanasia yang tidak tahu apa-apa hanya menganggukkan kepalanya. Ia berjalan keluar dari dalam dan menunggu di depan pintu masuk toko.

"(Y/n), betapa senangnya aku bisa bertemu denganmu lagi."

"Berhenti disitu Claude. Aku tahu kau memang senang bertemu denganku. Tapi hubungan kita sudah berakhir 4 tahun yang lalu."

Claude menatap heran ke (Y/n). "Apa maksudmu itu, sayang? Hubungan kita belum berakhir sampai sekarang. Kau sendiri pergi dari istana dan mengundurkan diri sebagai pelayan pribadiku. Itu artinya hubungan kita belum berakhir.

(Y/n) menatap penuh amarah ke Claude. "Apa kau lupa? Aku sudah pernah mengatakan kalau aku ingin mengakhiri hubungan kita berdua. Tapi kau malah menyakitiku dan bertingkah seolah-olah tak ingin melepaskanku. Kau itu memang gila, Claude."

"Mama, apa yang terjadi di sini?" tanya seorang anak laki-laki yang lebih tua setahun dari Athanasia.

Claude dan (Y/n) sama-sama terdiam. Kedua mata tajam Claude menatap ke arah anak laki-laki yang setahun lebih tua dari Athanasia. Anak itu memiliki rambut yang sama seperti (Y/n), tetapi memiliki mata yang sama dengannya.

"(Y/n), apa dia-"

"Dia bukan seperti kau pikirkan. Jangan coba-coba untuk menyentuh anakku. Ini anakku bukan anakmu." (Y/n) berdesis tidak suka, lalu dia menatap lembut ke putranya. "Javier, kamu masuk dulu. Mama masih sibuk dengan pelanggan di sini."

"Baik Mama." Javier kembali masuk.

"Kenapa kau tidak pernah mengatakan kepadaku kalau kamu hamil anakku, (Y/n)? Dia akan menjadi penggantiku sebagai raja nantinya."

(Y/n) menatap sinis ke Claude. "Apa pedulimu dengan kami. Aku tidak ingin membuat Javier menderita karna keegoisanmu itu, Claude."

"Aku bisa membiayai kalian berdua. Aku akan menjadi ayah yang baik untuk Javier." Claude mencoba menyakinkan (Y/n).

(Y/n) melipat kedua tangannya di dada. Dia masih belum percaya dengan perkataan Claude. Bisa saja Claude menjalankan sebuah rencana yang akan membuatnya dan Javier menderita.

"Sebaiknya kau urus saja tugasmu sebagai seorang raja dan anak perempuan tadi. Javier hanya butuh aku. Jadi kau tidak perlu repot-repot memberikan kami biaya, aku bisa menghidupi diriku dan Javier."

"Kumohon, (Y/n), berikan aku satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya."

Sihir api membakar tubuh (Y/n), menandakan kalau dia benar-benar merasa marah. Melihat itu Claude sedikit terkejut.

"Sebaiknya kau pergi dari sini dan aku peringatkan kepadamu Claude. Kalau sampai kau mendekati anakku, maka aku tidak segan-segan menghabisimu di tempat."

Claude menghela nafasnya. Dia berjalan keluar dari toko kue milik (Y/n). Athanasia yang sedari menunggu menatap heran ke sang ayah.

"Papa tidak mau beli kue di sini?"

"Lain kali saja. Papa akan menyuruh chef untuk membuatkanmu kue."

"Oke, Papa."

'Mungkin kali ini kamu bisa lolos dariku, (Y/n) tapi aku tidak akan pernah berhenti sampai kamu jatuh kepadaku lagi. Akan aku pastikan kamu kembali lagi padaku dan kita akan menjadi keluarga yang bahagia.'

~~~ Bersambung ~~~


Love Me, Darling (Yandere WMMAP x Female Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang