"CALON MANTAN"
"what the fuck dad! Bagaimana bisa kau menyuruh seokjin untuk kembali kepada lelaki tak berperasaan itu!" yoongi menangkap tubuh jungkook yang seakan ingin menyerang ayah mereka.
"jungkook sabar-"
"bagaimana aku bisa sabar!"
"lihat dirimu jungkook! Kau selalu mendahulukan emosimu daripada otak! Aku bahkan belum selesai berbicara tapi kau sudah menyerangku dengan kata-kata kotormu!"
"PLAK!"
Seokjin yang terkejut dengan tindakan ayah jungkook yang menampar jungkook dengan sangat keras dengan reflek bangun dari kursi roda dan pada akhirnya harus kembali terjatuh.
"jin!" teriak jungkook lalu membantu seokjin yang sudah menangis,
"jangan sakiti putra anda, semuanya adalah kesalahanku. Aku akan pergi, aku tidak akan menyusahkan keluarga anda lagi. Aku mohon..aku akan pergi bersama baby"
Yoongi yang menerjemahkan ucapan seokjin kepada ayahnya membuat ayah jungkook meraup wajahnya kasar, menyesal telah berbuat kasar kepada putranya.
"seokjin..sebelumnya aku meminta maaf jika membuatmu merasa seperti tidak diinginkan didalam keluarga ini. Aku hanya sedikit emosi dengan putraku yang selalu bertindak tanpa memikirkan akibat setelahnya. Dan tolong..jangan pernah mengatakan bahwa kau ingin pergi apalagi membawa baby, baby cucu kami.. dia adalah penerus keluargaku, kau bisa lihat istriku sangat menyayangi baby. Dan untukmu jungkook, kau sudah memiliki seorang putri berpikirlah lebih dewasa! Maksud perkataanku sebelumnya adalah.. seokjin harus kembali kepada namjoon dengan membawa suara gugata cerai, aku akan menyediakan pengacara untukmu.
Gugat namjoon dengan tuduhan bahwa dia telah menelatarkanmu diluar negeri, dan juga perselingkuhan. Aku yakin pengacara keluarga kita akan memenangkan gugatanmu. Saat proses sidang berjalan mungkin seokjin harus tinggal bersama namjoon atau dirumah hoseok, hal ini agar pengadilan percaya bahwa seokjin telah mengalami penelantaran dan kau jungkook, jangan sekali-kali muncul didekat seokjin. Agar namjoon tidak bisa memutar balikakan fakta..Tapi meskipun begitu aku tidak yakin bahwa kau akan mendapatkan seluruh aset dan saham mu kembali. Jika saja kau punya bukti perselingkuhan-"
"ehem..hai, sorry aku menguping..aku mendengar kalian membutuhkan bukti perselingkuhan.. apakah yang kalian maksud adalah bukti perselingkuhan antara namjoon dan jimin?" ucap hoseok yang hanya menampakkan kepalanya diantara kedua pintu,
"hoseok kemari!" yoongi langsung menarik kekasihnya takit jika sang ayah mengira bahwa kekasihnya adalah orang yang aneh, meskipun hal itu benar adanya.
"hobah..kau punya bukti tentang namjoon dan jimin?" tanya seokjin,
"jin tidak perlu khawatir, aku punya semua bukti perselingkuhan mereka baik dikantor maupun saat mereka keluar negeri bersama. Aku yakin suatu saat kau akan bercerai dengan namjoon, oleh karena itu aku merekam dan mengambil foto kebersamaan mereka" seokjin tersenyum kepada hoseok tapi tidak dengan yoongi, jungkook dan ayahnya yang menutup telinga mereka.
"hoseok.. aku menyuruhmu untuk berbicara sedikit lebih keras jika dengan seokjin tapi tidak sekeras ini, astaga!"
"oohhh...sorry Mr.Jeon" hoseok meminta maaf sembari tersenyum tanpa dosa.
"tidak perlu meminta maaf, aku memakluminya. Berikan semua bukti yang kau miliki kepada yoongi dan besok kita akan menyusun surat gugatan ceraimu dengan namjoon. Sekarang aku harus berbicara kepada istriku tentang kesehatanmu, jangan khawatir istriku bukanlah orang yang akan membencimu jika ia tau kau tidak bisa berbicara. Lagipula..teknologi dan ilmu kedokteran sekarang sangat canggih, aku yakin mereka akan menemukan cara untuk bisa membuatmu kembali berbicara. Dan...ehem, aku rasa..malam ini baby akan tidur dengan kami. Istriku baru saja mengirimkan pesan" ayah jungkook memperlihatkan ponselnya kepada jungkook,
KAMU SEDANG MEMBACA
THE REAL MAN
FanfictionMemberikan kepuasaan adalah kewajiban yang harus jungkook penuhi namun saat hatinya menginginkan lebih dari sebuah ikatan pekerjaan jungkook harus merasakan patah hati saat cintanya bertepuk sebelah tangan dengan alasan dirinya belum menjadi seorang...
