"KANGGURU"
Lampu flash kamera tidak berhenti mendarat diwajah seokjin dan namjoon sesaat setelah mereka turun dari Limousine. Berpose didepan kamera media adalah hal yang tidak asing lagi bagi seokjin, namjoon mengeratkan pelukannya dipinggang seokjin mengisyaratkannya agar segera berjalan meninggalkan karpet merah sebuah ajang penghargaan untuk para pebisnis real estate yang tahun ini diadakan dikorea selatan.
"wow..lihat siapa yang kita lihat, Mr.Kims.. apa kabar?" seokjin berjalan kearah Mr dan Madam Woo dengan senyum manis yang tersungging diwajahnya, "Mr dan madam Woo sudah lama kita tidak berjumpa bukan, terakhir kali saya melihat anda berdua diDubai, da.. yah, kabar kami baik. Bagaimana kabar anda?" seokjin yang memang terkenal dengan kemampuan bersosialisasinya yang luar biasa dengan mudah berbaur dengan kalangan pebisnis lain yang hadir pada acara malam tersebut. "benar nak diDubai, seokjin kau terlihat semakin tampan" seloroh Madam Woo membuat seokjin tertawa
"Madam Woo suatu kehormatan bagi saya untuk mendengar pujian dari Wanita secantik anda" namjoon yang setia berdiri disamping seokjin hanya memperhatikan bagaimana suaminya menjadi pusat perhatian para tamu undangan.
_______
Berjam-jam berada dipesta tersebut membuat seokjin mulai merasa bosan ditambah lagi dengan dirinya yang harus senantiasa tersenyum membuat rahang bawahnya mulai sakit. "hai..tuan kim seokjin.. apakah tuan kim namjoon juga datang?" "hai hyemi, aku melihat film terbarumu kau terlihat sangat sexy, namjoon sedang berbicara dengan kolega yang lain" bisik seokjin ditelinga hyemi aktris 27 tahun yang tengah naik daun karena actingnya berani dalam beradegan panas.
"tuan kim seokjin bukankah anda sedikit berlebihan? Tapi Mr. Kim saya melihat anda sedikit Lelah?" seokjin tersenyum tipis dan menampilkan wajah lesunya membuat beberapa orang yang berada 1 meja dengannya dan namjoon mulai khawatir "akhir-akhir ini saya kurang tidur hyemi.." "dan kenapa seperti itu Mr.Kim seokjin?" seokjin menundukkan sedikit kepalanya menyembunyikan senyumannya lalu berkata "bagaimana saya bisa tidur nyenyak jika suami saya sering pulang larut malam tanpa alasan"
"haa??!!" semua orang yang berada 1 meja dengan seokjin menutup mulut mereka, tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar,
"nak seokjinie..maksudmu namjoon selingkuh?" madam Woo membelai kepala seokjin "nak..kau tau aku sudah mengenal ayahmu dari dulu dan aku udah menganggapmu seperti anakku sendiri, kau boleh bercerita jika memang hatimu sudah tidak bisa lagi untuk menyimpannya sendiri. Bukan begitu?" madam Woo meminta persetujuan kepada para kolega yang turut prihatin dengan permasalahan yang seokjin tengah hadapi.
Seokjin segera membetulkan posisi duduknya saat ia melihat namjoon yang berjalan ketempat dimana ia berada. Mendorong sedikit posisi kursi yang akan ia duduki mata namjoon kebingungan saat ia menangkap bagaimana cara para kolega melihat dirinya.
"sorry..apa kalian sedang membicarakan sesuatu yang rahasia?" namun pertanyaan namjoon dibiarkan sepi, seokjin disisi lain tersenyum kegirangan saat akting yang ia lakukan sukses membuat namjoon terlihat seperti orang bodoh yang tak dianggap oleh para kolega perusahaan.
"seokjin baby..apakah ada sesuatu yang terjadi?"
"brak!"
Madam Woo Menatap tajam kearah namjoon setelah ia menghentakkan garpu yang sedari tadi ia pegang "namjoon..bagaimana bisa kau berselingkuh dari seokjinie kami? Kau tau kami semua ini berteman dengan ayah seokjin, kami tidak akan tinggal diam jika kau menyakiti seokjinie kami" ucap madam Woo seraya melipat kedua tangannya didada.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE REAL MAN
Hayran KurguMemberikan kepuasaan adalah kewajiban yang harus jungkook penuhi namun saat hatinya menginginkan lebih dari sebuah ikatan pekerjaan jungkook harus merasakan patah hati saat cintanya bertepuk sebelah tangan dengan alasan dirinya belum menjadi seorang...
