"YONOHA MAEHAMA"
Namjoon menggebrak meja dengan begitu kuat membuat seluruh orang yang berada diruang sidang terkejut dengan tindakan anarkisnya.
"Tuan Kim namjoon jika anda berbicara tanpa menunggu arahan dan ijin dari saya, maka dengan sangat menyesal saya akan mengeluarkan anda dari ruang sidang!" suara ketua hakim terdengar kesal,
"tuan Namjoon..tenanglah, jika anda seperti ini hakim akan dengan mudah memenangkan gugatan tuan Seokjin" pengacara namjoon mencoba untuk menenangkan kliennya.
"baiklah persidangan akan dilanjutkan, saudara Jimin..apa yang anda maksud dengan anda dan tuan namjoon menghianati tuan seokjin?"
"ss..saya dan namjoon berselingkuh dibelakang seokjin selama bertahun-tahun. Saya memiliki 2 orang anak bersama namjoon, saya mohon..jangan hukum saya, saat ini saya sedang mengandung .hiks"
"saudara jimin..apakah benar bahwa anda melakukan penyerangan terhadap tuan seokjin?"
"saya cemburu, saya melakukannya karena tuan seokjin menghina saya dengan kata-"
"keberatan yang mulia" pengacara seokjin memberikan argumen,
"klien saya tuan seokjin dan almarhum ayahnya adalah orang yang mengangkat saudara Jimin dari kehidupannya yang kurang beruntung. Tuan seokjin memberikan pendidikan dan pekerjaan hal ini akan diperkuat oleh saksi yang akan saya hadirkan"
Hakim ketua berdiskusi dengan hakim yang lain,
"baiklah, hadirkan saksi anda..".
Seorang wanita dan pria berusia sekitar 78 tahun berjalan memasuki tempat dimana saksi memberikan kesaksiannya, setelah mengucapkan sumpah bahwa mereka tidak akan berbohong mereka dipersilahkan duduk,
"saya dan suami saya adalah sahabat karib mendiang orang tua seokjin. Bagi kami seokjin sudah seperti anak kami sendiri. Apa yang pengacara min hyuk katakan benar adanya, sahabat kami yaitu ayah kandung seokjin mengangkat hoseok dan jimin seperti anaknya sendiri, mereka disekolahkan ditempat yang sama bahkan langusng diberikan pekerjaan selepas lulus kuliah..
Yang mulia..6 tahun yang lalu.. kami melihat dan mendengar pengumuman yang disampaikan oleh namjoon yang mengatakan bahwa seokjin pergi kesuatu negara dengan alasan ingin fokus menjalani hidup dan memulai program kehamilan. Saya dan suami selalu menanyakan kabar seokjin setiap kali bertemu dengan namjoon, tapi lelaki itu selalu memiliki alasan dan mengatakan bahwa seokjin baik-baik saja..tapi, hiks..hiks.." nyonya Woo tidak bisa melanjutkan kesaksiannya,
"saya.. akan melanjutkan kesaksian yang sudah istri saya ucapkan yang mulia. istri saya sangat emosional jika menyangkut tentang seokjin, kami tidak memiliki anak oleh sebab itu kami sangat menyayangi seokjin. 2 bulan setelah pengumuman bahwa seokjin pergi kami sudah menaruh curiga saat namjoon mengumpulkan seluruh pemegang saham perusahaan dan mengatakan bahwa seokjin telah memberikan 35 persen saham miliknya kepada namjoon tanpa berbicara kepada kami terdahulu. Dan benar saja kecurigaan kami terbukti saat pengacara Min hyuk mendatangi kami 2 minggu yang lalu dengan memberikan kabar bahwa seokjin ditemukan terlantar di Switzerland adalam keadaan kaki terluka, tuli dan..bisu,
Yang Mulia..sebagai seseorang yang sangat menyanyangi putra sahabat kami, saya mohon kepada anda untuk tidak mempersulit perceraian antara seokjin dan namjoon. Seokjin kami.. sudah sangat menderita, dia bahkan tidak mempermasalahkan saham yang sudah namjoon curi darinya. Saya mohon yang Mulia.." Tuan dan nyonya Woo berpelukan, sementara seokjin sudah terisak dipelukan hoseok saat mengetahui bahwa didunia ini masih ada orang yang menyayanginya dengan tulus selain putrinya dan jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE REAL MAN
FanfictionMemberikan kepuasaan adalah kewajiban yang harus jungkook penuhi namun saat hatinya menginginkan lebih dari sebuah ikatan pekerjaan jungkook harus merasakan patah hati saat cintanya bertepuk sebelah tangan dengan alasan dirinya belum menjadi seorang...
