2. Bagian dari Pendewasaan.

191 3 0
                                        

Menurutmu setiap kali kamu bertambah umur maka kedewasaanmu bertambah?

Menjadi dewasa bukanlah perkara yang mudah. Bukan pula sebuah lomba yang harus dimenangkan.

Dalam satu waktu, aku pernah berpikir untuk tidak menjadi dewasa dan terus bertingkah kekanakan. Namun karena aku terlahir dari keluarga yang tak utuh, maka berpikir dan bersikap dewasa tanpa sadar kadang ada disetiap tindakanku.

Punya keluarga yang tidak utuh, membuatku dan mereka yang memiliki kehidupan yang sama tumbuh besar bersama ketidakstabilan emosi orang tua, baik orang tua utuh yan selalu bertengkar, orang tua tunggal yang kadang salah tempat melampiaskan emosinya dan emosi-emosi dari anggota keluarga lain yang merawat kami.

Menakutkan, jika dibayangkan. Menyedihkan, jika diceritakan.

Namun hidup, begitulah adanya. Bukan tentang adil atau tidak adilnya Tuhan padaku, tapi bagaimana caranya Aku hidup dan menerima takdirku.

Ada dua takdir dalam hidup ini, yang pertama adalah takdir yang tak bisa diubah dan yang kedua adalah takdir yang bisa diubah.

Menganalisa takdir tersebut sudah termasuk kedalam bentuk kedewasaan diri. Menerima takdir tersebut adalah kedewasaan diri.

Aku tak bisa mengubah takdir tentang siapa dan dari siapa aku lahir. Tapi aku bisa mengubah bagaimana cara aku menjalani hidup. Sekalipun tak punya orang tua utuh, sekalipun iri dengan teman-teman yang keluarganya harmonis. Aku tetap bisa menentukan hidup yang aku mau.

Ingin jadi siapa Aku? Ingin seperti apa Aku?

Aku bisa melakukannya, karena itu merupakan takdir yang bisa dirubah. Menjadi dewasa dan tidaknya aku juga ada ditanganku. Bagaimana aku ingin terlihat dimata orang lain juga merupakan kehendakku. Aku bisa mengubah takdir yang bisa diubah.

Dewasakah aku?

Hanya aku dan Tuhanku yang tau.

Apakah kamu menganggapku dewasa? Terserah kamu, itu bukan urusanku.

Aku tak bisa menuntut validasi diriku sudah dewasa pada orang lain. Tak perlu, orang lain tak perlu tau aku sudah dewasa atau belum secara mental. Tak ada gunanya pun, jika mereka tau.

Berbahagialah, cintailah siapa dirimu ketika kamu sudah bisa merubah takdirmu. Hidup bukan perkara adil dan tak adil, keluarga juga bukan perkara ayah dan ibu. Keluarga bisa didapatkan dimanapun asal kamu mau mencarinya.

Tak apa jikalau dikehidupan ini rumahmu tak utuh, tapi yang perlu kamu tau diluar sana ada banyak orang yang mencintaimu.

Bagaimana kamu tau?

Bagaimana aku tau?

Perhatikan dan rasakanlah, orang-orang yang rela menemanimu. Orang-orang yang mengajakmu bercanda, orang-orang yang selalu ingin mendengar keluh kesah dan menghiburmu.

Mungkin tak mereka ucapkan seberapa besar sayang dan cinta mereka padamu, namun perbuatan mereka sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan itu.

Kembali lagi, semua ada padamu. Seberapa dewasakah kamu dalam menerima hidup yang sudah ditakdirkan untukmu.

-
020922

Broken homeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang