Cerita ini tak akan terhenti.
Sakit ini tak akan terhenti.
Kecuali kalau kau mati.
Jangan berprasangka buruk, aku tidak menyetujui gagasan untuk mati adalah yang terbaik untuk cerita dan rasa sakit yang sedang kita alami. Aku sedang mengajakmu untuk menerima semua yang terjadi padamu.
Pernah berpikir untuk menerima rasa sakit? Pernahkah?
Ku rasa hanya sebagian yang berpikir untuk menerimanya sebagian lagi berpikir keras untuk menentangnya.
Cobalah terima, karna kenyataannya menerima lebih mudah dari pada menentangnya. Memang sakit, tapi sakitnya tidaklah sesakit saat kau menentangnya.
Dari keterimaanmu terhadapnya, kau akan belajar berdiri dengan kokoh. Sekeras batu, sekuat tanah yang di pijak dan sehebat gunung yang tinggi.
Ikuti alurnya seperti air yang mengalir, ikuti alurnya seperti angin yang bertiup karena dengan begitu kau akan belajar banyak hal.
Bahwa rasa sakit tak selamanya menyakitimu.
Rasa sakit mampu menuntunmu menjadi pribadi yang tangguh. Dia mengajarimu dengan baik, mendidik mu dengan displin hingga kau menjadi pribadi yang tak tumbang ketika terhempas.
Kau hanya perlu ingat dan tanam dalam dirimu.
Broken Home bukan kutukan.
Broken Home bukan akhir dari hidup.
Broken Home adalah sesuatu yang harus kau syukuri dan mengerti keberadaannya.
Tampa Broken Home kau takkan pernah mengerti seperti apa kerasnya dunia ini:)
-
Ku putuskan buat akhiri sampai di sini.
Terimakasih buat yang selalu nungguin.
Cerita ini bukan real story ku, ini hanya beberapa cerita milik teman ku yang kucuri dan ku improve sedikit demi pemanis tulisanku.
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kalian pembacaku.
Terimakasih untuk saudara senasibku anak broken home yang tetap bejuang dimana pun kalian berada. Walau tak kenal bukan berarti kita tidak bersaudara.
Salam anak broken home:)
060918
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken home
RandomCover by : @nippoxig_ note: hi, aku bakal lanjut nulis lagi dilapak ini. Jadi anggap aja broken home jilid 2 ya hehe. Sinopsis: Ini bukan cerita, cuma sepenggal kata tentang perasaan anak-anak broken home. Ini bukan curhatan gue, ini hanya fiksi da...
