Jisoo, gadis manis penuh dengan keceriaan dan semangat untuk meraih cita-citanya menjadi seorang artis. Dibuktikan dengan studinya di School of Performing Arts Seoul atau dikenal dengan SOPA. Dibesarkan di keluarga yang harmonis menjadikan ia tumbuh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Selamat pagi, saya Jung Hae In. Disini saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak atas kegaduhan yang terjadi dengan adanya rumor kehidupan pribadi saya. Semua pihak pasti paham bahwa saya bukanlah seorang entertainer, bahkan seorang entertainer pun ia masih punya privasi yang harus dihargai. Saya mohon kepada semua pihak untuk bisa menahan diri dan berhenti untuk mengusik kehidupan pribadi saya. Selain itu, saya ingin meluruskan rumor tersebut. 7 tahun lalu, saya dipertemukan dengan wanita cantik berhati mulia dalam kondisi yang tak seindah dibayangkan. Pertemuan kami memang menimbulkan banyak rasa, tapi yang pasti aku jatuh hati padanya dulu, sekarang dan selamanya. Kehadirannya dan putra kecilku benar-benar mengubah duniaku, terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Kim Jisoo saya benar-benar mencintaimu, tetaplah disampingku sampai akhir hidupku nanti. Hanya itu yang bisa saya sampaikan dan terima kasih untuk segenap pengertiannya"
Ramai netizen mendukung dan mengagumi tindakan yang dilakukan oleh Jung Haein.
"wah dia benar-benar sempurna"
"kurasa dikehidupan sebelumnya, kim jisoo telah menyelamatkan kerajaan"
"apakah ada pria seperti ini lagi? kurasa dia stok terakhir"
"dia terlihat sangat mencintai keluarganya, terlebih kepada istrinya"
"jika aku kim jisoo mungkin sekarang aku sedang berguling dijalanan"
***
Haein kembali bekerja seperti biasanya setelah melakukan klarifikasi terkait rumor pribadinya. Di ruang kantor yang sangat luas, kini Haein disibukkan dengan berkas-berkas yang perlu dipelajari menyangkut kerjasama perusahaannya dengan banyak mitra.
"sajangnim, harga saham perusahaan kembali normal bahkan kecenderungan naik dan juga investor sudah kembali menaruh kepercayaannya kepada perusahaan" ucap Mingkyu setelah menerima data analisis yang didapat dari bagian keuangan.
"syukurlah" Haein sejenak menghentikkan aktivitasnya dan memandang Mingkyu dengan penuh rasa lega. Haein segera meraih ponsel di mejanya untuk menghubungi seseorang yang selalu ada dipikirannya.
Aku lapar Kamu sudah makan?
Aku baru selesai masak
Akan sangat menyenangkan jika aku bisa memakannya
Aku bisa membawakannya jika kau mau
Mauuuu🥹
Baiklah, tunggu ya
Supirku akan menjemputmu
Aku bisa naik kendaraan umum
Ini perintah bukan tawaran Wajahmu sudah dikenal di seluruh korea Lebih baik jika menghindari keramaaian
Huhu baiklah
Haein dan Jisoo sedang di fase butterfly era, mereka seperti remaja yang sedang mengalami fase cinta pertamanya.
***
Kini Jisoo telah tiba di gedung kantor Haein dengan membawa bekal makan siang untuk pacarnya. Jisoo segera bergegas menuju lift untuk ke lantai si empunya gedung besar itu. Karyawan yang berpapasan langsung mengenali Jisoo dan memberi penghormatan, mereka terpukau dengan kecantikan Jisoo.
Semenjak kepindahan Jisoo dan Hyunsu di Seol, Haein memang telah menyediakan seluruh kebutuhan mereka dengan barang yang berkualitas. Awalnya Jisoo menolak menggunakan barang-barang tersebut, tapi setelah mencairnya hubungan mereka, Jisoo menerima dengan penuh kasih.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jisoo melangkah dengan hati-hati di sepanjang lorong kantor yang tampak elegan dan modern. Para staf membungkukkan badan dengan sopan saat melewatinya, ada yang tersenyum, ada pula yang dengan malu-malu mencuri pandang. Jisoo membalas dengan senyum hangat, meskipun dalam hatinya masih sedikit canggung dengan semua perhatian ini.
Setibanya di depan ruang kerja Haein, ia disambut oleh Mingkyu yang langsung membuka pintu dan mempersilakannya masuk. "Silakan, Nyonya," ujarnya dengan nada hormat namun hangat.
Haein yang sejak tadi menunggu langsung berdiri dan menyambut Jisoo dengan senyum lebar. "Aku sudah bisa mencium aromanya dari sini," katanya sambil menghampiri dan menerima kotak makan dari tangan Jisoo.
"Jangan dilebih-lebihkan, itu cuma sup rumput laut dan bulgogi," balas Jisoo sambil menahan tawa.
"Makanan favoritku," jawab Haein tulus. Ia menggenggam tangan Jisoo sebentar, lalu menariknya duduk di meja kecil di sudut ruangan yang sengaja disiapkan agar mereka bisa makan bersama tanpa harus keluar.
Saat mereka menikmati makan siang, Haein tak berhenti mencuri pandang ke arah Jisoo. "Kau tahu, melihatmu seperti ini... di ruanganku, membawakanku makan... rasanya seperti mimpi yang tak pernah aku tahu ingin aku miliki," ucapnya lirih.
Jisoo menatapnya, sedikit tersipu, "Kau tahu bagaimana membuat seseorang merasa seperti tokoh utama drama, ya?"
"Mungkin karena aku memang menulis naskah hidupku agar kamu jadi pemeran utamanya," balas Haein cepat.
Mereka berdua tertawa pelan, lalu saling berpandangan dalam diam. Kebahagiaan sederhana ini terasa begitu hangat, berbeda dari awal pertemuan mereka yang dipenuhi luka.
Saat makan siang usai dan Jisoo bersiap pergi, Haein memegang tangannya lembut. "Ngomong-ngomong... kau sudah memikirkan hal yang ingin kau lakukan?" tanyanya penuh harap.
Jisoo tersenyum kecil, "Aku ingin mencoba audisi teater lagi... Aku tahu itu mungkin gila, tapi aku ingin membuktikan bahwa aku masih bisa bermimpi."
Haein menggenggam tangannya lebih erat, "Itu bukan gila. Itu luar biasa. Dan aku akan ada di barisan penonton paling depan saat kau tampil di atas panggung."