11 - Obat

324 36 3
                                        

Haein benar-benar mengendarai mobilnya menuju Pohang. Padahal perjalanan darat membutuhkan waktu 3 jam lamanya. Haein benar-benar ingin sampai dan menemui Hyun Su, pikirannya sangat kalut. Setelah sampai di depan kontrakan Jisoo, Haein memberanikan untuk mengetuk pintu.

tok tok tok

"siapa?" Jisoo sembari membuka pintu. Ia kaget melihat sosok Haein yang berantakan dengan penuh lebam berdiri di depannya sekarang.

"apa Hyun Su baik-baik saja?"

Jisoo ingin Hyun Su nya kembali sehat. Ia memutuskan untuk membawa Haein menemui Hyun Su nya yang tengah terbaring di tempat tidur. Tempat tidur Hyun Su tidak memakai ranjang, hanya menggunakan alas tebal yang diletakkan diatas lantai dingin. Haein miris melihat kondisi kontrakan Jisoo dan Hyun Su yang sangat tidak layak ini.

"sayang, bangunlah lihat siapa yang datang, ayahmu sekarang ada disampingmu" Jisoo membelai lembut rambut Hyun Su untuk membangunkannya. Haein terkejut mendengar penuturan Jisoo. Hyun Su yang merasakan sentuhan Jisoo pun akhirnya membuka kedua matanya dan terkejut ketika melihat Haein ada disampingnya. Hyun Su menangis bahagia dan langsung memeluk Haein.

"paman ini bukan mimpi kan? aku merindukanmu"

"tentu saja ini bukan mimpi Hyun Su, paman juga sangat merindukanmu"

"sayang, paman Haein adalah ayah kandungmu, jadi panggillah ayah" mendengar itu, Haein tertegun menahan air matanya

"benarkah? ayah benar-benar ayahku?"

"iya sayang aku ayahmu" Hyun Su memeluk Haein erat dan menangis bahagia.

"maafkan ayah, sudah terlalu lama meninggalkanmu" Hyun Su semakin mengeratkan pelukannya kedalam Haein. Jisoo ikut tersenyum melihat kebahagiaan Hyun Su nya.

"kenapa banyak luka diwajah ayah? apa ini sakit?"

"ah tadi ayah jatuh, nanti juga akan sembuh, jangan khawatir"

"aku sangat menayayangimu ayah"

"ayah lebih lebih lebih menyayangimu"

Setelah berbincang dan bermain melepaskan kerinduan sampai larut malam, Hyun Su pun tidur pulas dan demamnya pun semakin turun. Haein pun keluar dari kamar satu-satunya di kontrakan Jisoo. Di ruang tamu itu hanya ada Jisoo, Haein tampak canggung dan bingung harus berbuat apa.

"duduklah, aku akan bawakan air hangat untuk mengompres lukamu"

Haein pun duduk di lantai dan menunggu Jisoo kembali dari dapur.

"apa sehun yang melakukan ini?" mendengar pertanyaan itu, Haein hanya diam dan memerhatikan Jisoo yang kini sudah berada didepannya dengan membawa handuk kecil dan air hangat. Jisoo dengan telaten mengompres luka lebam yang ada di wajah Haein. Haein bahagia mendapatkan luka lebam, karena berkat luka ini ia bisa mendapatkan perhatian Jisoo. Melihat garis wajah Jisoo sedekat ini membuat Haein gugup. Namun ia masih bisa menahan kegugupannya

"apa masih ada luka selain diwajahmu?"

"sepertinya ada sedikit lebam di perutku" sembari membuka kaosnya. Jisoo kaget malu melihat Haein melepas kaosnya, namun segera tersadar saat melihat banyak luka lebam di perut Haein. Setelah Jisoo selesai mengompres lukanya, segera Haein mengenakan kaosnya kembali.

"terima kasih" Haein melihat Jisoo yang berjalan mengembalikan handuk dan air ke dapur.

Kini Jisoo telah kembali dari dapur dan duduk diseberang Haein.

"terima kasih juga sudah memberiku kesempatan untuk menjadi ayah Hyun Su." Ungkap Haein dengan mata yang penuh rasa syukur menatap Jisoo.

"apa yang aku lakukan sudah membuat Hyun Su ku menderita, maka dari itu aku tidak boleh bersikap egois dan mementingkan perasaanku sendiri. aku ingin Hyun Su ku bahagia." singkat Jisoo tanpa melihat Haein. "ditempat ini hanya ada satu alas tidur dan sudah digunakan Hyun Su. kau bisa mencari penginapan di sepanjang pesisir pantai jika kau tidak nyaman disini".

Cruel LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang