Jangan lupa vote and koment yaa.
ACDD 09# KABUR
"Jangan bersedih, Allah bersamamu. Jangan menyerah, Allah yakin kamu mampu. Allah selalu ada sebagai tempatmu mengadu. Lantas apa lagi yang kurang darimu?"
~Aisfa (Cinta dalam Doa)~
🕊🕊🕊
"Mau kemana, Fa?" heran Syafa melihat Aisfa sudah berdandan rapi.
Aisfa tersenyum memperhatikan penampilannya dicermin. "Ada deh."
"Mau kabur?" tebak Syafa dengan polosnya dan menurunkan sedikit volume suaranya khawatir terdengar santri lainnya.
Aisfa refleks menepuk lengan temannya karena telah berburuk sangka padanya. "Nggak, heh. Aku mau izin ketemu seseorang."
"Kamu mau pacaran?"
Aifa menampar lengan Syafa yang sudah su'udzan padanya. "Ih, pikiranmu tentangku itu kok buruk banget sih, Syafa? Aku mau keluar bentar dan kamu gak perlu tahu aku mau ngapain dan ke mana."
"Mau aku temenin nggak? Soalnya aku udah kangen suasana luar."
"GAK BOLEH!" tegas Aisfa cepat.
"Nanti ditanyain Gus Adnan loh kalau sendiri," ujarnya tersirat makna.
Aisfa mulai terpengaruhi. "Emang harus bawa teman?"
"Biar gak curiga mau aneh-aneh." Syafa berujar serius.
Aisfa diam memikirkan perkataan Syafa, lalu sedetik kemudian, gadis itu menghela napas pasrah. "Yaudah kalau gitu ayo ikut."
Syafa bersorak ria. Mereka berdua pun pergi menuju ndalem Gus Adnan untuk meminta izin.
Setiba di ndalem, mereka langsung dikejutkan dengan suara dingin seseorang. "Mau kemana?"
Syafa menyenggol lengan Aisfa menyuruh temannya itu untuk berbicara. Aisfa yang tiba-tiba merasa gugup menyenggol balik lengan Syafa. Alhasil keduanya bermain senggol-senggolan hingga membuat Gus Alfatih menatap mereka marah.
"Sekali lagi saya tanya kalian mau kemana? Piket ndalem?"
"Bukan, Gus. Mau ketemu Gus Adnan," jawab Aisfa.
"Abi? Untuk?"
"Mau izin keluar."
Gus Alfatih menjawab cepat. "Abi, tidak ada di ndalem. Kembali ke asrama kalian."
"Kalau begitu kita izinnya ke Gus saja, bagaimana?" Aisfa masih tidak berputus asa.
"Peraturannya harus izin ke Abi."
"Tapi, Gus Adnan tidak ada di ndalem." Netra Aisfa berkaca-kaca.
"Itu artinya kalian tidak boleh ke luar."
Akhirnya Aisfa mengangguk pasrah dan pergi dengan raut wajah kecewa.
"Bunda, Aisfa gak di bolehin ketemu sama Bunda," lirihnya sambil mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air.
Syafa yang melihat hal itu tidak tega. Ia menepuk punggung Aisfa untuk menenangkan. "Udah jangan sedih. Emang pengen banget ya ketemu sama orang itu?"
"Sekarang ulang tahunnya. Ulang tahun Bunda." Syafa terkejut.
"Maksud kamu... Maaf, Bunda kamu yang udah meninggal?"
Aisfa mengangguk kelu. Syafa yang tidak mau temannya bersedih, akhirnya memikirkan cara lain agar dia bisa keluar. Setelah lama berpikir keras, sebuah ide akhirnya tercetus di kepalanya, santriwati itu membisikkan sesuatu ditelinga temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dalam Doa [Terbit]
SpiritualSeperti kata pepatah, berharap kepada manusia adalah patah hati paling disengaja. Hal itu pulalah yang dirasakan oleh Aisfa, mantan badgirl yang sedang memperbaiki dirinya. Ia yang trauma dengan cinta dan pernikahan, mendadak merasakan getaran cint...
![Cinta dalam Doa [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/313084020-64-k99941.jpg)