ACDD 32# SAMA-SAMA TERLUKA
"Tidak sepantasnya kita menghakimi seseorang sebab perilaku buruk di masa lalunya? Karena Al-Malikah, mantan pelacur bertaubat dapat melahirkan 7 nabi dari rahimnya. Lalu Nu'aiman si pemabuk yang pada akhirnya masuk surga sambil tertawa."
~Aisfa (Cinta dalam Doa)~
🕊🕊🕊
Ning Izza membuka pintu tak sabaran. Terkejut gadis itu melihat penampakan sosok yang menjadi sebab ia bermuram durja. Netra teduhnya mengabsen Gus Alfatih lalu sedetik kemudian membabi buta dadanya yang bidang.
"Kamu ngerjain aku ya?" Gadis itu menangis hebat merasa perasaannya telah dipermainkan.
Bagaimana mungkin Gus Alfatih yang katanya sudah tidak bernyawa karena kecelakaan, berdiri baik-baik saja di depannya saat ini kalau dia sedang tidak membuat lelucon?
"Gak lucu tahu!"
Gus Afkar dan Ning Fiza tertawa melihat tingkah putri mereka.
Gus Alfatih membawa gadis yang telah sah menjadi istrinya kepelukannya. "Maafin saya, Ning. Saya gak bermaksud membuat kamu sedih. Saya memang benar-benar mengalami kecelakaan, tapi alhamdulillah Allah masih kasih saya kesempatan kedua. Lihat saya pincang," kekeh Gus Alfatih.
Ning Izza ingin memberontak dari pelukan Gus Alfatih tapi hatinya menolak. Ia terlalu mencemaskan Gus Alfatih sehingga tidak kepikiran mereka sudah sah apa belum? Gadis itu belum tahu saja kalau mereka telah sah.
"Belum akad kok udah pelukan?" ucapnya pada akhirnya. a menepis tangan Gus Alfatih yang memeluknya.
Gus Alfatih tertawa sembari menoel hidung mancungnya. "Sudah sah Izzah Syahirah. Tadi dipanggil-panggil gak keluar sih."
Ning Izza menatap Abi dan Uminya bergantian untuk memastikan. Anggukan dari keduanya membuatnya tersipu. Ning Izza langsung berhambur memeluk Gus Alfatih lagi. Abaikan rasa malu, Ning Izza sudah hampir dibuat mati cemas olehnya. Lagipula mereka pernah melakukan ini waktu kecil. Jadi kenapa harus malu? Mereka dulu pernah sedekat ini sebelum akhirnya harus menjaga batasan karena tuntutan syari'at.
"Umi Naya sama Abi Adnan di mana? Terus Kak Ainun sama Afnan juga?"
Raut wajah Gus Alfatih langsung meredup seketika. Satu tetes kemudian lolos mengenai wajahnya.
"Gus, kenapa?" Ning Izza menyeka air mata itu.
"Ainun kehilangan bayinya saat kecelakaan. Saat ini mereka semua di rumah sakit menemani dia yang masih terpuruk."
Ning Izza membekap mulutnya sendiri tak percaya. Air matanya terjatuh, ikut merasa hancur.
"Aku mau ketemu Kak Ainun," parau Ning Izza.
Gus Alfatih menahan pergelangan tangannya. "Jangan sekarang, dia sedang tidak mau menemui siapa pun. Bantu doa saja ya," ucap Gus Alfatih menahan air mata yang hendak keluar lagi.
Ning Izza tidak bisa membayangkan semenyakitkan apa luka yang dialami oleh kakak iparnya sehingga tidak mau ditemui orang-orang. Yang pasti sesuatu di dalam diri Ning Izza juga ikut merasakan remuk. Sangat. Dan semuanya terjadi di hari pernikahannya, membuat rasa bersalah mencuat begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dalam Doa [Terbit]
SpiritualSeperti kata pepatah, berharap kepada manusia adalah patah hati paling disengaja. Hal itu pulalah yang dirasakan oleh Aisfa, mantan badgirl yang sedang memperbaiki dirinya. Ia yang trauma dengan cinta dan pernikahan, mendadak merasakan getaran cint...
![Cinta dalam Doa [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/313084020-64-k99941.jpg)