ACDD 27# HATI YANG PATAH
".... boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al-Baqarah: 216).
~Aisfa (Cinta dalam Doa)~
🕊🕊🕊
Aisfa menatap wajahnya yang sudah sembab dengan air mata dicermin. Bayangan perkataan Asyraf masih terngiang jelas di telinganya sampai saat ini. Untuk pertama kalinya, ia mendengar seorang Asyraf berkata dengan perkataan yang sangat menusuk hatinya.
Dan semuanya memang benar. Aisfa mengakui memang semunafik itu dirinya yang katanya ingin menjauhi Gus Alfatih untuk melupakannya tapi malah berdoa agar di persatukan dengannya lewat doa sepertiga malamnya. Namun, bukan berarti Aisfa tidak bersungguh-sungguh untuk berubah. Bukan pula ia berhijrah karena manusia. Hanya saja gadis itu selalu dikalahkan oleh perasaannya sendiri.
Benar kata orang, untuk menggapai sebuah tujuan sebaiknya tidak melibatkan perasaan atau semuanya akan berantakan. Entah itu pekerjaan maupun pendidikan. Apalagi untuk berhijrah ke hal-hal yang lebih baik lagi.
Setan tak pernah gentar menggoda iman manusia.
Ketika rencana A-nya gagal maka dia akan merancang rencana B dan seterusnya hingga hari kiamat datang. Jika setan tak bisa membuat seseorang durhaka, maka dia akan meletakkan rasa bangga dalam hati seseorang hingga ia merasa jemawa.
Bahkan setan bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kemaksiatan dengan berbagai muslihat termasuk membungkusnya dengan syariat. Seolah-olah melakukannya adalah perkara yang halal padahal terlarang. Dan mungkin Aisfa salah seorang korbannya.
Tok tok tok
"Masuk."
Terlihat Naysila dengan membawa segelas jus jeruk masuk ke dalam kamar Aisfa.
"Ibu buatin jus kesukaan kamu, sayang."
"Makasih, Bu."
Aisfa menenggak jusnya hingga tandas guna membasahi tenggorokannya yang kering sehabis menangis lama.
"Aisfa, apa kamu baik-baik aja, Nak?"
Aisfa tak menjawab. Cukup lama gadis itu terdiam dengan pandangan kosong sebelum akhirnya berhambur memeluk ibunya tanpa sepatah kata.
Siang tadi usai bertengkar dengan Asyraf, Aisfa meminta izin untuk pulang ke rumah pada Umi Khadijah. Sesampai di rumah, kedua orang tuanya dibuat khawatir bukan main karena kepulangannya yang secara tiba-tiba.
Namun, Aisfa berhasil membuat alibi dengan mengatakan merindukan mereka. Tapi sepertinya alibinya tidak berhasil memanipulasi Naysila yang naluri keibuannya tak bisa dibohongi.
"Ada apa sebenarnya, Sayang?" tanya Naysila setelah beberapa saat kemudian mendiamkan Aisfa dalam pelukannya.
"Kenapa ibu selalu tahu kondisi Aisfa?"
"Walau pun ibu gak melahirkan kamu, tapi dari kecil ibu selalu mendampingi kamu, Nak. Ibu yang mengasuh kamu."
Aisfa terharu mendengarnya. Naysila adalah sosok ibu yang tingkat kesabarannya sangat luas. Aisfa masih ingat betul bagaimana dulu ia memperlakukan Naysila dengan buruk, tapi wanita itu masih tetap berlaku baik padanya. Dia tetap mencurahkan kasih sayangnya sebagai seorang ibu, walau dia tahu Aisfa membencinya.
"Dulu aku pikir setelah bunda gak ada, gak akan ada lagi yang ngertiin perasaan aku, tapi aku salah. Allah mengirimkan ibu yang mampu mengerti aku dengan baik."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dalam Doa [Terbit]
SpiritualSeperti kata pepatah, berharap kepada manusia adalah patah hati paling disengaja. Hal itu pulalah yang dirasakan oleh Aisfa, mantan badgirl yang sedang memperbaiki dirinya. Ia yang trauma dengan cinta dan pernikahan, mendadak merasakan getaran cint...
![Cinta dalam Doa [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/313084020-64-k99941.jpg)