ACDD 25# IMAN DAN CINTA
"The power of Iman, semua hal pasti akan
menemukan alasan untuk tetap bertahan."
~Aisfa (Cinta dalam Doa)~
🕊️🕊️🕊️
"Saya gak sengaja hilangin cincinnya, Ning," beritahu Gus Alfatih lewat video call yang menghubungkan dirinya dengan Ning Izza.
Ning Izza yang mendengar hal itu tertawa seolah hal yang baru saja Gus Alfatih katakan bukanlah masalah besar.
"Cincin hilang bisa dibeli lagi, kalau cinta yang hilang susah buat bangun hubungan lagi."
Perkataan itu berhasil menohok hati Gus Alfatih. Ia semakin dikecam rasa bersalah.
Bagaimana jika seandainya tunangannya itu tahu bahwa dirinya belum mencintainya. Pasti dia merasa terpukul.
"Pendidikan kamu kapan selesai, Ning?"
"Kenapa tanya begitu, Gus?"
"Bagaimana kalau seandainya kita menikah, tapi kamu tetap bisa melanjutkan pendidikanmu."
Gus Alfatih ingin melakukan hal itu karena tak ingin larut dengan perasaannya pada Aisfa. Mungkin jika nanti ia telah menikah dengan Ning Izza, perasaannya pada Aisfa sirna dan berbalik mencintai Ning Izza.
"Nanti Gus bisa bicarakan sama Abi. Aku sudah memasrahkan semua keputusan pada beliau."
"Tapi bolehkah saya memastikan sesuatu?"
"Apa?"
"Nanti setelah menikah, tinggal bersama saya ya."
"Tentu."
Gus Alfatih tersenyum lega mendengarnya. Pasalnya ia tidak bisa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang anak, pengajar dan sebagai penerus kafe.
"Tapi kamu siap, jika Abi kamu kasih izin saya untuk segera menghalalkanmu."
Pipi Ning Izza bersemu merah, perlahan menganggukkan kepalanya
🕊🕊🕊
Malam ini Aisfa didatangi keluarga besar seorang Gus yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat lantaran dia terang-terangan menyatakan kekagumannya pada Aisfa lewat temannya.
Umi Khadijah pun sampai tak bisa berkata-kata saat tahu tujuan mereka adalah untuk meminang Aisfa.
"Maaf, Ya Mbak Fatma, masalahnya Aisfa ini bukan anak saya. Jadi saya tidak punya hak untuk menjawab," ujar Umi Khadijah menatap sepasang suami-istri yang tidak terlalu tua itu.
"Azka, bukannya kamu sudah tahu kalau Aisfa bukan anak tante?" tanya Umi Khadijah pada Gus Azka.
"Saya tahu, Tante. Hanya saja Azka ingin meminta bantuan Tante untuk menyampaikan niat baik Azka ini pada keluarga Aisfa."
"Baiklah kalau begitu. Tante akan bicarakan ini dengan mereka. Tapi kamu jangan berharap banyak, karena tujuan Nak Aisfa disini untuk memperdalam ilmu agama. Tante gak mau kamu ganggu dia."
"Emm... begini, Tante. Jika memang Aisfa belum siap menikah karena ingin memperdalam ilmu agama, Azka siap membimbing dia setelah kita menikah nanti."
Umi Khadijah dan Aisfa saling berpandangan bingung.
"Umi, boleh Aisfa berbicara empat mata sama Gus Azka?"
Umi Khadijah tersenyum sejurus menganggukkan kepala. "Tapi tidak boleh jauh-jauh dari pesantren."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dalam Doa [Terbit]
EspiritualSeperti kata pepatah, berharap kepada manusia adalah patah hati paling disengaja. Hal itu pulalah yang dirasakan oleh Aisfa, mantan badgirl yang sedang memperbaiki dirinya. Ia yang trauma dengan cinta dan pernikahan, mendadak merasakan getaran cint...
![Cinta dalam Doa [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/313084020-64-k99941.jpg)